← Beranda
7 Rekomendasi Kuliner Rawon Surabaya Legendaris dengan Daging Empuk dan Rasa yang Nampuk
Mohammad Maulana IqbalMinggu, 5 April 2026 | 15.03 WIB
rekomendasi tempat kuliner rawon di Surabaya../Freepik/ freepik

JawaPos.com – Rawon adalah salah satu hidangan khas Jawa Timur yang paling ikonik dan digemari banyak orang.

Di Surabaya, warung rawon legendaris bertebaran dengan cita rasa yang sudah teruji puluhan tahun.

Setiap tempat memiliki keunikan tersendiri, mulai dari kuah pekat gurih hingga perpaduan menu yang tak biasa.

Dilansir dari laman Lapis Pahlawan dan Lalamove pada Sabtu (4/4), bahwa ada tujuh rekomendasi tempat kuliner rawon di Surabaya.

1. Rawon kalkulator

Baca Juga: 20 Tempat Yoga Terbaik di Surabaya untuk Lepas Stres: Cocok Semua Usia, Fasilitas Lengkap Bikin Betah

Berlokasi di Sentra PKL Taman Bungkul, Jl. Raya Darmo, tempat ini buka setiap hari pukul 09.00–03.00 WIB.

Nama uniknya berasal dari kemampuan pelayan yang bisa menghitung total pesanan dengan cepat tanpa alat bantu.

Kuah rawonnya pekat dan gurih dengan potongan daging empuk yang selalu menjadi daya tarik utama.

Tersedia lauk pendamping seperti perkedel, telur asin, tempe goreng, kerupuk, babat, dan paru dengan harga mulai Rp32.000.

2. Nasi pecel rawon pucang moro moro seneng

Baca Juga: 6 Cafe Tempat Nugas Dekat ITS Surabaya yang Nyaman, WiFi Kencang dan Dompet Tetap Aman

Berlokasi di Jl. Pucang Anom No. 17, Pucang Sewu, Gubeng, tempat ini buka setiap hari pukul 21.00–03.30 WIB.

Tempat ini menawarkan perpaduan unik berupa nasi pecel yang disiram kuah rawon dalam satu sajian.

Resep racikannya bersifat turun-temurun sejak 1996 dan tidak pernah diganti sehingga rasanya tetap otentik.

Menu dilengkapi bumbu kacang pedas manis dengan kemangi, timun, tahu, tempe, serta pilihan lauk tambahan mulai Rp20.000.

3. Rawon setan embong malang

Berlokasi di Jl. Embong Malang No. 78/I, Genteng, dekat Tunjungan Plaza, buka pukul 08.00–23.00 WIB.

Nama "setan" berasal dari kebiasaan warung ini yang dulu buka hingga larut malam pada jam-jam yang dianggap mistis.

Kuah rawonnya lebih pedas dari rawon pada umumnya dengan potongan daging besar yang empuk dan gurih.

Selain nasi rawon, tersedia pula nasi osek, nasi campur, nasi pecel, dan nasi bali daging mulai Rp50.000.

4. Rawon nguling

Berlokasi di Jl. Raya Kendangsari No. 41C, Tenggilis Mejoyo, tempat ini buka setiap hari pukul 08.00–20.30 WIB.

Rawon ini berasal dari Probolinggo dan telah hadir dengan cita rasa yang konsisten sejak puluhan tahun lalu.

Kuahnya tidak terlalu kental namun hitam pekat dengan daging empuk dan taburan taoge mentah yang khas.

Pilihan menu meliputi rawon empal, rawon daging, rawon dengkul, rawon iga, hingga rawon buntut mulai Rp22.000.

5. Rawon pak pangat

Berlokasi di Lotus Regency, Jl. Ketintang Baru Selatan I No. 15, Ketintang, buka setiap hari pukul 06.30–20.00 WIB.

Tempat ini sudah memiliki lima cabang dan lokasinya dekat dengan bandara, cocok dikunjungi begitu tiba di kota.

Spesialisasinya adalah nasi rawon dengan berbagai varian seperti rawon iga, rawon ndeso, rawon suwir, dan rawon krengseng.

Harga tersedia mulai dari Rp40.000 dengan suasana makan yang bersih dan didominasi meja serta kursi kayu.

6. Rawon gajah mada

Berlokasi di Jl. Gajah Mada, Pekauman, Sidoarjo, tempat ini buka dari pukul 11.40 hingga 03.00 dini hari.

Warung ini termasuk salah satu tempat rawon tertua dengan racikan bumbu tradisional yang konsisten sejak lama.

Kuahnya gurih dengan porsi yang cukup besar, menjadikannya pilihan tepat bagi pencinta rawon klasik.

Selain nasi rawon, tersedia pula nasi campur, rawon pecel, dan nasi kari sebagai variasi menu lainnya.

7. Rawon balungan H. Mufid

Berlokasi di Jl. Raya Benowo No. 89, Benowo, Pakal, tempat ini buka setiap hari pukul 06.00–21.00 WIB.

Keistimewaannya terletak pada tambahan tulang atau balungan yang membuat kuah rawon semakin gurih dan kaya rasa.

Kuahnya medok, pekat, dan sedikit pedas dengan pilihan menu mulai dari rawon balungan hingga nasi krengsengan.

Harga tersedia mulai dari Rp26.000 dengan pilihan penyajian dipisah atau dicampur nasi sesuai selera.

EDITOR: Hanny Suwindari