← Beranda
10 Tempat Makan Legendaris Tangerang yang Masih Eksis Sampai Sekarang dan Paling Dicari Wisatawan
Leni Setya WatiSenin, 9 Maret 2026 | 03.22 WIB
Ilustrasi tempat makan legendaris di Tangerang (Instagram @laper.melulu)

 

 

JawaPos.com - Di tengah maraknya tren makanan kekinian yang datang dan pergi begitu cepat, kuliner legendaris Nusantara justru tetap bertahan dan terus dicintai dari generasi ke generasi.

Tidak sedikit tempat makan yang sudah berdiri puluhan tahun, namun masih dipadati pelanggan setiap harinya. Rahasianya sederhana: rasa yang konsisten dan kenangan yang melekat di hati para penikmatnya.

Hal yang sama juga bisa kalian temukan ketika berkunjung ke Tangerang. Kota yang berada di kawasan Jabodetabek ini ternyata menyimpan banyak sekali tempat makan legendaris yang sudah eksis sejak puluhan tahun lalu.

Dari warung kaki lima sederhana hingga restoran keluarga yang terkenal, semuanya memiliki cerita panjang sekaligus cita rasa yang sulit dilupakan.

Bahkan beberapa di antaranya sudah menjadi langganan lintas generasi. Tidak jarang satu keluarga datang bersama—dari kakek, orang tua, hingga cucunya—hanya untuk menikmati kembali rasa yang sama seperti puluhan tahun silam.

Kalau kalian sedang berkunjung ke Tangerang dan ingin mencicipi kuliner autentik yang sudah teruji waktu, daftar kuliner yang dilansir dari YouTube 10 BEST ID berikut ini wajib masuk dalam agenda wisata kuliner kalian.

1. Sate Ayam Haji Ishak

Jika berbicara tentang kuliner legendaris di kawasan Pasar Lama Tangerang, nama Sate Ayam Haji Ishak hampir selalu muncul di urutan teratas.

Gerobak sate ini sudah beroperasi lebih dari enam dekade. Meski kini dikelola oleh generasi penerus, cita rasanya tetap dipertahankan seperti dulu sehingga pelanggan lama masih setia datang kembali.

Yang membuat sate ini begitu istimewa adalah variasi isiannya yang lengkap. Dalam satu porsi kalian bisa menikmati potongan daging ayam empuk, ati ampela, kulit, hingga telur muda atau yang dikenal sebagai uritan.

Sebelum dibakar, semua bahan tersebut terlebih dahulu dibumbui dengan racikan khusus agar rasa gurihnya meresap hingga ke dalam. Proses pembakaran menggunakan arang batok kelapa yang menghasilkan aroma khas.

Setelah matang, sate disiram dengan bumbu kacang Madura yang kental dan gurih. Kombinasi ini membuat setiap tusuk sate terasa begitu nikmat dan sulit berhenti di satu porsi saja.

Lokasi: Jalan Kisamaun, Pasar Lama Tangerang.

2. Kedai Es Bun Tin

Setelah menikmati makanan berat, tidak ada yang lebih menyegarkan selain es serut legendaris dari Kedai Es Bun Tin.

Usaha ini sudah berdiri sejak tahun 1980 dan hingga kini masih menjadi favorit warga Tangerang. Es serut di sini disajikan dengan tampilan yang unik—dibentuk tinggi menyerupai gunung lalu disiram dengan aneka sirup warna-warni.

Selain tampilannya yang menarik, pilihan menunya juga sangat beragam.

Salah satu menu paling unik adalah Es Bumi Hangus, yang berisi berbagai topping berwarna hitam seperti cincau, kurma, plum, dan jeli hitam.

Ada juga Es Putri Salju yang tampilannya serba putih dengan isian leci, nata de coco, kelapa muda, jali putih, dan kolang-kaling.

Bagi pecinta durian, tersedia pula es durian yang legit. Sementara es campur di sini dikenal sangat meriah dengan banyak sekali topping.

Lokasi: Jalan Bakti Saham, Pasar Lama Tangerang.

3. Nasi Uduk dan Ketupat Sayur Encim Sukaria

Bagi pecinta kuliner Betawi, tempat makan yang satu ini tidak boleh dilewatkan.

Nasi Uduk dan Ketupat Sayur Encim Sukaria sudah melayani pelanggan selama lebih dari 60 tahun. Meski waktu terus berjalan, rasa nasi uduknya tetap konsisten gurih dan menggugah selera.

Sepiring nasi uduk di sini biasanya disajikan dengan berbagai lauk yang melimpah. Mulai dari semur tahu kentang, ayam goreng, bihun goreng, sambal, kerupuk, hingga irisan timun segar.

Namun yang paling terkenal tentu saja semur jengkolnya. Teksturnya empuk dengan bumbu yang meresap hingga ke dalam.

Agar semakin nikmat, banyak pelanggan juga menambahkan bakwan udang yang renyah sebagai pelengkap.

Lokasi: Jalan KH Sholih Ali No. 90, Sukasari, Tangerang.

4. Soto Marjuk

Soto Marjuk mungkin tidak sepopuler soto Betawi secara nasional, tetapi di kalangan warga Tangerang, soto ini memiliki tempat tersendiri di hati para penggemarnya.

Warung sederhana ini sudah berdiri sejak era 1970-an dan tetap ramai hingga sekarang.

Isiannya cukup unik. Seporsi soto terdiri dari potongan kikil sapi kenyal dan bihun yang kemudian disiram dengan kuah kaldu gurih.

Yang membuatnya berbeda adalah tambahan ketupat, kacang tanah, rempeyek, serta perasan jeruk nipis yang memberikan aroma segar.

Meski hanya berjualan di warung pinggir jalan, pembeli sering kali rela mengantre untuk menikmati semangkuk soto hangat ini.

Warung ini juga terkenal sebagai salah satu destinasi kuliner malam di Tangerang karena hanya buka pada malam hari.

Lokasi: Jalan Taman Makam Pahlawan Taruna No.1, Sukasari.

5. Bubur Ayam Ko Iyo

Bagi yang mencari menu sarapan legendaris, Bubur Ayam Ko Iyo adalah pilihan yang tepat.

Warung bubur ini sudah berdiri sejak tahun 1966 dan masih mempertahankan gaya bubur khas Tionghoa. Meski begitu, bubur ayam di sini tetap halal sehingga bisa dinikmati oleh semua kalangan.

Salah satu ciri khas bubur ini adalah penggunaan daun caisim rebus yang jarang ditemui di tempat lain.

Topping-nya juga sangat melimpah. Selain suwiran ayam, ada cakwe renyah, ati ampela, dan yang paling unik adalah kuning telur mentah yang dimasukkan ke dalam bubur panas hingga lumer saat diaduk.

Hasilnya adalah tekstur bubur yang lebih creamy dan gurih.

Lokasi: Jalan Kisamaun No.159, Pasar Lama Tangerang.

6. Asinan Lan Jin

Asinan Lan Jin memiliki sejarah yang cukup panjang.

Dahulu, sang pemilik menjual asinannya dengan cara berkeliling kampung. Seiring waktu, ia kemudian membuka kios di depan rumahnya yang terletak dekat Kelenteng Boen Tek Bio.

Sejak tahun 1970-an, asinan ini menjadi salah satu kuliner favorit warga Tangerang.

Pelanggan bisa memilih antara asinan sayur atau asinan buah. Semuanya disajikan dengan kerupuk kuning yang memberikan tekstur renyah.

Yang membuatnya istimewa adalah pilihan bumbunya. Ada bumbu cuka yang segar dengan rasa manis pedas, serta bumbu kacang yang gurih dan sedikit pedas.

7. Laksa Bihun Cie Ikim

Tangerang memiliki versi laksa yang berbeda dari daerah lain, dan salah satu yang paling terkenal adalah Laksa Bihun Cie Ikim.

Berbeda dengan laksa Bogor yang menggunakan mie, laksa di sini memakai bihun halus sebagai bahan utamanya.

Seporsi laksa berisi bihun, telur rebus, suwiran ayam, dan emping yang kemudian disiram kuah santan kuning yang kental.

Kuahnya kaya rempah dengan rasa gurih yang lembut serta sedikit sentuhan manis.

Taburan ebi kering dan daun kemangi membuat aromanya semakin menggugah selera.

Bagi yang ingin porsi lebih mengenyangkan, tersedia tambahan lontong atau ketupat.

Lokasi: Gang Setia 3 No.28, Sukasari.

8. Bakmi Koyan 1

Bagi penggemar bakmi babi, Bakmi Koyan 1 merupakan salah satu tempat yang cukup populer di Tangerang.

Warung ini sudah beroperasi lebih dari 20 tahun dan kini memiliki beberapa cabang karena banyaknya pelanggan.

Mie yang digunakan memiliki tekstur kecil dan kenyal, meskipun tersedia juga pilihan mie lebar.

Seporsi bakmi disajikan dengan topping daging ayam cincang atau babi cincang yang gurih.

Agar lebih lengkap, banyak pelanggan memesan tambahan pangsit kuah serta kerupuk kulit babi yang renyah.

Porsinya cukup besar, namun harganya masih ramah di kantong.

Lokasi: Jalan Rawa Kucing, Neglasari, Sewan, Tangerang.

Catatan: non-halal

9. Rumah Makan Kelapa Kuning

Restoran ini sudah berdiri sejak akhir tahun 1970-an.

Awalnya hanya berupa bangunan sederhana, tetapi karena semakin populer, kini Rumah Makan Kelapa Kuning berkembang menjadi restoran besar yang sering digunakan untuk acara keluarga atau pernikahan.

Restoran ini dikenal menyajikan hidangan Tionghoa dengan rasa autentik.

Salah satu menu yang paling terkenal adalah gado-gado dengan bumbu kacang yang sangat halus dan kaya rasa.

Selain itu tersedia juga berbagai hidangan lain seperti sapo tahu, seafood, sapi hot plate, hingga kodok mentega.

Porsinya besar sehingga cocok dinikmati bersama keluarga.

Lokasi: Jalan Raya Daan Mogot No.29, Sukarasa.

10. Es Kode

Daftar kuliner legendaris Tangerang ini ditutup dengan minuman segar dari Es Kode.

Usaha ini sudah berdiri sejak tahun 1960 dan namanya diambil dari istilah bahasa Cina Benteng yang berarti kakak laki-laki tertua.

Menu yang tersedia sangat beragam. Mulai dari es campur, es buah, es teler, hingga berbagai jenis jus seperti alpukat, melon, tape, dan terong belanda.

Yang membuat tempat ini begitu populer adalah porsinya yang besar dengan harga yang tetap terjangkau.

Semua minuman menggunakan buah segar sehingga rasanya lebih alami dan tidak terlalu encer.

Selain minuman, tersedia juga aneka camilan yang cocok dinikmati sebagai teman bersantai.

Lokasi: Jalan KH Sholeh Ali No.109, Sukasari.

Kuliner Legendaris yang Tak Lekang oleh Waktu

Melihat daftar kuliner di atas, tidak heran jika Tangerang sering disebut sebagai salah satu surga kuliner di kawasan Jabodetabek.

Setiap tempat makan tersebut memiliki sejarah panjang dan cerita unik yang membuatnya tetap bertahan hingga sekarang.

Yang paling menarik, sebagian besar tempat ini tidak hanya menawarkan rasa lezat, tetapi juga menghadirkan nostalgia bagi para pelanggan setianya.

Jadi kalau suatu hari kalian berkunjung ke Tangerang, jangan hanya berburu makanan viral di media sosial. Cobalah mampir ke kuliner legendaris yang sudah terbukti bertahan puluhan tahun.

Siapa tahu, kalian justru menemukan rasa favorit baru yang akan selalu dirindukan setiap kali kembali ke kota ini.

 
 
EDITOR: Novia Tri Astuti