JawaPos.com - Setuju gak sih, nasi goreng itu sering kali menjadi comfort food sejuta umat Indonesia?
Mau sarapan buru-buru, makan siang di sela kerja, atau ganjel perut tengah malam, menu satu ini hampir selalu jadi jawaban paling aman.
Rasanya familiar, mengenyangkan, dan punya banyak versi yang bisa disesuaikan dengan selera.
Masalahnya, Jakarta itu luas. Pilihan nasi goreng ada di mana-mana. Tapi yang benar-benar enak, berkarakter, dan bikin pengin balik lagi, enggak semuanya gampang ditemukan.
Ada yang viral karena porsinya gila-gilaan, ada yang legendaris puluhan tahun, sampai yang unik dari cara penyajiannya.
Dilansir dari kanal YouTube 10 BEST ID, berikut ini enam rekomendasi nasi goreng paling terkenal, paling diburu, dan paling bikin ngiler di Jakarta.
Mulai dari nasi goreng gerobakan yang selalu ludes siang hari, nasi goreng mangkok yang ikonik, sampai nasi goreng Padang penuh rempah. Siap-siap lapar, ya.
1. Nasi Goreng Pak Kumis, Pasar Baru — Rajanya nasi goreng makan siang
Kalau biasanya nasi goreng identik dengan kuliner malam, Nasi Goreng Pak Kumis justru jadi legenda di jam makan siang.
Berlokasi di Jalan Pintu Air Raya, Pasar Baru, Jakarta Pusat, tempat ini buka mulai pukul 10 pagi dan sering kali habis sebelum jam 2 siang. Yang bikin heboh, Pak Kumis bisa menghabiskan ratusan porsi hanya dalam hitungan jam.
Menu andalan di sini adalah nasi goreng spesial pete. Pete-nya enggak main-main: hijau, segar, crunchy, dan jumlahnya banyak.
Karakter rasanya khas nasi goreng gerobakan Jakarta. Bumbunya medok, warnanya cokelat pekat menggoda, hasil perpaduan kecap manis dan racikan bumbu rahasia. Tekstur nasinya pas, tidak lembek dan tidak terlalu kering.
Satu porsi spesial diisi topping melimpah: irisan bakso, sosis, ayam suwir potongan besar, plus ati ampela bagi yang suka. Semua dimasak dengan api besar, menghasilkan aroma smokey yang nempel di lidah.
Dengan harga yang masih masuk akal, wajar kalau pekerja kantoran rela antre panjang demi sepiring nasi goreng ini.
2. Nasi Goreng Mangkok Pakde Mino, Cempaka Putih — Unik, legendaris, dan penuh nostalgia
Beranjak ke Cempaka Putih, ada nasi goreng legendaris yang sudah berjualan sejak 1986, yakni Nasi Goreng Mangkok Pakde Mino.
Sesuai namanya, nasi goreng di sini disajikan menggunakan mangkok, bukan piring. Uniknya, ketika sempat mencoba mengganti piring, pelanggan justru protes karena merasa sensasinya berbeda.
Mangkok dianggap menjaga panas nasi goreng lebih lama dan memberi rasa khas tersendiri.
Ciri utama nasi goreng ini adalah topping cakwe Jawa—adonan terigu, udang, dan ayam yang digoreng garing, lalu dipotong dan dicampurkan ke nasi.
Gaya nasi gorengnya Javanese style, dengan tekstur nasi lebih pulen dan sedikit basah. Rasanya gurih dengan sentuhan manis yang seimbang, tidak bikin enek.
Sambal disajikan terpisah, jadi ramah buat yang tidak suka pedas. Untuk pecinta pedas, tersedia irisan cabai rawit hijau yang bisa diulek sendiri. Harga mulai Rp20 ribuan, porsinya mengenyangkan dan hangatnya awet.
3. Nasi Goreng Gila Perapatan 32, Cipinang Muara — Porsi brutal, rasa ekstrem
Kalau kamu tipe yang sering lapar tengah malam, Nasi Goreng Gila Perapatan 32 di Cipinang Muara, Jakarta Timur, wajib masuk daftar. Tempat ini buka dari jam 5 sore sampai 3 pagi, jadi favorit para night owl.
Disebut “gila” bukan tanpa alasan. Porsinya barbar. Satu wajan besar penuh sosis, bakso, ayam, ati ampela, dan sayuran ditumis sekaligus dengan bumbu merah khas mereka.
Keunggulan utamanya ada di bumbu. Aromanya kuat dan kompleks, dengan sentuhan rempah yang mengingatkan pada rendang atau gulai, tapi versi nasi goreng. Rasanya gurih, manis, dan pedasnya nampol.
Tekstur nasinya sedikit ambyar, bertemu topping nyemek yang kaya rasa. Bonusnya, air putih gratis untuk makan di tempat—detail kecil yang bikin tempat ini makin dicintai warga sekitar dan anak kos.
4. Nasi Goreng Padang Bopet Sutan Mudo, Rawa Belong — Nasi goreng rempah ala Minang
Bosan dengan nasi goreng kecap? Saatnya coba Nasi Goreng Padang Bopet Sutan Mudo di Rawa Belong, Jakarta Barat, dekat area kampus BINUS. Tempat ini buka 24 jam dan jadi favorit mahasiswa.
Berbeda dari nasi goreng biasa, versi Padang ini menggunakan bumbu rempah Minang yang kaya.
Warnanya merah menggoda dari cabai giling dan rempah, bukan saus tomat. Nasinya menggunakan beras pera, sehingga butirannya terpisah dan tidak lengket.
Menu wajibnya adalah nasi goreng rendang plus telur barendo. Telurnya digoreng kering, keriting, dan renyah, dipadukan dengan suwiran daging rendang yang empuk.
Rasanya pedas, gurih, dan berempah—benar-benar seperti makan masakan Padang dalam bentuk nasi goreng.
5. Nasi Goreng Mas Rono — Smokey, gurih, dan super otentik
Keunggulan Nasi Goreng Mas Rono terletak pada teknik memasaknya. Abang penjualnya sangat piawai memainkan api besar, menghasilkan aroma wok hei yang kuat.
Tekstur nasinya pera, kering, dan grainy, tanpa kesan lembek. Bumbunya cenderung gurih asin, bukan manis berlebihan. Toppingnya pas: bakso, sosis, dan ayam.
Nilai plusnya, acar dan kerupuk bisa ambil sepuasnya. Kombinasi nasi goreng smokey, acar yang segar, dan kerupuk renyah menjadikan Mas Rono salah satu representasi nasi goreng kampung terbaik di Jakarta.
Dari semua rekomendasi ini, benang merahnya satu: rasa jujur dan konsisten. Entah itu nasi goreng gerobakan, nasi goreng mangkok, atau nasi goreng Padang, semuanya punya ciri khas yang membuat pelanggan kembali lagi.
Jakarta memang surganya nasi goreng. Tinggal soal selera: mau yang smokey, pedas rempah, atau topping brutal. Tinggal pilih sesuai mood dan jam makanmu.