← Beranda
Kuliner Bandung Wajib Coba! Dari Sarapan Legendaris Hingga Kedai Jadul yang Membuat Rindu Untuk Kembali
Zulfa Putri Hardiyati• Kamis, 20 November 2025 | 16.01 WIB
Perjalanan Kuliner Bandung: Dari Sarapan Legendaris Hingga Kedai Jadul yang Membuat Rindu Untuk Kembali (YouTube RUMAH CANDA MELKI)

JawaPos.com - Bandung selalu memiliki cara unik untuk menyapa setiap perantau maupun wisatawan yang datang mencicipinya.

Udara pagi yang sejuk, deretan kuliner yang terus hidup dari masa ke masa, serta sentuhan keramahan warganya menjadikan kota ini bukan hanya destinasi wisata, tetapi ruang penuh memori yang tersusun dari rasa.

Setiap sudutnya menyimpan cerita, dan setiap hidangannya membawa nostalgia tersendiri — entah itu tentang masa kecil, perjalanan pertama, atau rasa rindu yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.

Dalam liputan yang dibagikan oleh kanal YouTube RUMAH CANDA MELKI, rangkaian petualangan kuliner ini membuka lembaran demi lembaran cita rasa Bandung yang berlapis: dari yang sederhana, pedas, gurih, klasik, hingga manis penuh kesan.

Setiap lokasi menyuguhkan pengalaman berbeda, menunjukkan bahwa Bandung bukan hanya kota, melainkan perjamuan panjang yang menghubungkan manusia dengan selera terbaiknya.

Menurut kanal YouTube RUMAH CANDA MELKI, berikut rangkaian kuliner yang dikunjungi:

1. Sarapan Padat Pengunjung di Sinar Pagi

Petualangan dimulai dari sebuah kedai sarapan yang dipenuhi antrean sejak pagi.

Teh tarik hangat menjadi pilihan pertama untuk membuka hari, disusul bakwan Pontianak dengan bumbu unik yang langsung memikat.

Hidangan sederhana seperti nasi telur dengan ubi goreng terasa istimewa di tengah suasana kedai yang ramai, penuh tawa, dan aroma masakan yang menggugah selera.

2. Kunjungan Ikonik ke Gedung Sate dan Sate Jando Fenomenal

Dari suasana pagi, perjalanan berlanjut ke area Gedung Sate — ikon Bandung yang tak terpisahkan dari sejarah kota.

Di sampingnya, terdapat kuliner legendaris: Sate Jando, sate yang terbuat dari kelenjar susu sapi.

 Teksturnya lembut luar biasa, rasa gurihnya menyebar halus, dan bumbu kacangnya disajikan kental penuh karakter.

 Meski penuh antrean, hampir setiap pembeli sepakat bahwa kelezatan sate ini layak ditunggu.

3. Masakan Sunda Legendaris di Warung Nasi Bu Imas

Masakan Sunda tak pernah absen dari daftar wajib para pencinta kuliner. Di Warung Nasi Bu Imas, pilihan lauk melimpah — mulai dari ayam goreng, cumi, belut, hingga kikil dan rendang.

Sambal goang pedas menjadi bintang utama yang membuat banyak orang berkeringat, namun tak mampu berhenti menyendok nasi. Lalapan dan selada air goreng menjadi pelengkap yang menghidupkan cita rasa khas masakan rumah Sunda.

4. Menikmati Bakmi Apin dengan Citarasa Klasik

Baca Juga: Orang yang Lebih Banyak Mengamati daripada Berbicara Sering Kali Memiliki Tanda-Tanda Kecerdasan Emosional Ini

Bakmi Apin menghadirkan mie kecil bertekstur unik dengan saos klasik yang sulit ditemukan di tempat lain.

Yamin asin yang sederhana ini justru menawarkan kesan kuat lewat kelembutan mie dan racikan bumbu yang pas. Meski kini tinggal satu cabang, rasa khas Bakmi Apin masih menjadi alasan banyak orang datang kembali.

5. Nostalgia di Toko Roti Jadul Sumber Hidangan – Braga

Kawasan Braga selalu menghadirkan nuansa masa lalu, dan Toko Sumber Hidangan adalah buktinya.

Dengan sajian roti manis, roti kismis, hingga cinnamon roll, tempat ini memelihara keaslian rasa sejak puluhan tahun lalu.

Baca Juga: Miliki Aura Kesuksesan! Lima Weton Istimewa yang Diprediksi Akan Berjaya dan Menjadi Sosok Bermartabat dalam Kehidupan

 Kopi hitam, es krim maraskino, dan suasana klasiknya membuat setiap kunjungan terasa seperti perjalanan melintasi waktu.

6. Oleh-Oleh Bolu Pisang sebagai Penutup Perjalanan

Sebelum meninggalkan Bandung, Melki menyempatkan diri membeli bolu pisang sebagai oleh-oleh — sebuah tradisi kecil yang menandai manisnya akhir perjalanan. Aroma bolu yang harum membungkus cerita kuliner Bandung dengan sempurna.

Perjalanan kuliner di Bandung bukan sekadar mencicipi makanan, melainkan merayakan keragaman rasa yang tumbuh dari sejarah, budaya, dan kreativitas kota ini.

Dari sarapan sederhana hingga kedai klasik yang berdiri puluhan tahun, setiap tempat menawarkan pengalaman yang tidak hanya mengenyangkan perut, tetapi juga menyentuh kenangan.

Bandung selalu tahu bagaimana meninggalkan jejak, dan setiap jejak itu membuat siapa pun ingin kembali — lagi dan lagi — untuk menyelami rasa yang tak pernah habis.

EDITOR: Hanny Suwindari