← Beranda
Mengenal Soto Betawi: Sejarah, Cita Rasa, dan Cara Penyajian Kuliner Ikonik Jakarta
Jelita Indriana Putri• Jumat, 3 Oktober 2025 | 06.55 WIB
Ilustrasi Soto Betawi, hidangan ikonik Jakarta berupa sup daging sapi berkuah santan dan susu. (Cookido)

JawaPos.com – Soto Betawi dikenal sebagai salah satu kuliner khas Jakarta yang begitu lekat dengan identitas masyarakat Betawi.

Dilansir dari Taste Atlas, sajian ini merupakan sup daging sapi berkuah santan kental yang dimasak perlahan bersama potongan daging dan jeroan.

Cita rasanya semakin kaya berkat perpaduan rempah seperti serai, kunyit, lengkuas, daun jeruk, hingga ketumbar. 

Saat dihidangkan, Soto Betawi biasanya dilengkapi dengan aneka pelengkap seperti tomat, daun bawang, kecap manis, serta kerupuk emping yang gurih.

Hidangan ini kerap disantap bersama nasi putih hangat dan acar segar, menjadikannya salah satu menu populer yang mudah dijumpai di warung kaki lima, hingga restoran di Jakarta.

Sejarah Soto Betawi

Soto Betawi diyakini mulai dikenal pada awal abad ke-20, tepatnya saat Jakarta masih bernama Batavia. Sebutan “Soto khas Betawi” berasal dari masyarakat lokal asli Jakarta, yaitu orang Betawi.

Menurut laman Richs, kehadiran kuliner ini merupakan hasil akulturasi budaya, dipengaruhi oleh masakan Arab dan India yang sarat dengan bumbu dan santan. 

Tidak heran jika rasa Soto Betawi sangat khas, dengan kuah creamy yang memadukan gurih santan dan susu.

Pada masa kolonial, santan dan susu murni memang menjadi bahan umum dalam berbagai hidangan, termasuk dalam soto ini.

Seiring berkembangnya zaman, Soto Betawi pun mengalami berbagai inovasi. Awalnya, sajian ini dominan menggunakan santan atau susu murni sebagai bahan utama kuah.

Namun kini, muncul juga varian Soto Betawi tanpa santan yang menawarkan sensasi rasa baru bagi pecinta kuliner. 

Proses dan Cara Penyajian

Dikutip dari Sejarah Lengkap, Soto Betawi memiliki keunikan dari ragam isian yang ditawarkan.

Tidak hanya daging sapi, tetapi organ dalam seperti torpedo, hati, hingga mata sapi juga kerap dijadikan bahan utama.

Proses memasaknya pun cukup khas. Daging dan jeroan direbus terlebih dahulu dalam wadah terpisah, menghasilkan kaldu sapi yang gurih. Setelah itu, bahan-bahan tersebut dipotong kecil untuk memudahkan saat disantap.

Untuk menghasilkan kuah yang harum dan kaya rasa, aneka bumbu seperti bawang merah, bawang putih, jahe, cabai, cengkeh, jinten, merica, dan garam dihaluskan lalu ditumis bersama daun salam serta batang serai.

Bumbu yang sudah matang kemudian dicampurkan ke dalam kaldu sapi, disusul dengan isian daging serta jeroan. Terakhir, santan dan susu ditambahkan untuk menciptakan kuah soto yang gurih dan creamy.

Dalam penyajiannya, Soto Betawi tidak lepas dari pelengkap segar seperti tomat, daun bawang, seledri, dan taburan bawang goreng.

Cita rasa gurih semakin sempurna dengan tambahan jeruk nipis, sambal, acar, dan tentu saja emping yang renyah.

Jika anda bukan penggemar jeroan, jangan khawatir. Banyak penjual yang menawarkan Soto Betawi dengan pilihan isian daging sapi saja.

Tekstur kuah yang kental dengan perpaduan rasa gurih dan creamy menjadikan sajian ini pilihan tepat untuk makan siang atau santapan hangat di berbagai kesempatan. 

EDITOR: Bayu Putra