← Beranda
Strategi Merintis Usaha Bakery Dengan Modal Kecil, Cari Tahu Cara Mendapatkan Sumber Pendanaan Toko Roti
Shania Vivi Armylia PutriRabu, 1 Oktober 2025 | 06.12 WIB
Ilustrasi toko roti/freepik

JawaPos.com - Menjadi wirausahawan tentu bisa dimulai dari langkah yang paling sederhana contohnya dengan merintis usaha toko roti.

Meskipun awalnya hanya dijual dari rumah, produk UMKM tetap bisa berkembang pesat jika dikelola dengan baik dan diikuti strategi yang tepat.

Jualan toko roti dari rumah juga menguntungkan karena tidak perlu biaya sewa tempat, apalagi tren roti yang sedang populer dapat meningkatkan peluang keuntungan.

Bagi anda yang memiliki hobi membuat kue, jangan hanya simpan hobi untuk diri sendiri. Hobi tersebut bisa menjadi sumber penghasilan dengan membuka bisnis bakery.

Baca Juga: 5 Tempat Nongkrong Murah di Malang dengan View Sungai yang Instagramable dan Lagi Hits

Bagi  anda yang masih bingung bagaimana cara memulai bisnis toko roti, berikut adalah strategi efektif agar anda bisa membuka toko roti sendiri dengan modal kecil yang dirangkum dari laman  www.cimbniaga.co.id dan /ukmindonesia.id. 

  1. Merencanakan dengan jelas

Memulai bisnis toko roti, penting untuk menyusun perencanaan dengan matang. Mulai dari dari mana sumber modal, legalitas usaha, jenis produk roti, bahan baku, serta strategi pemasaran.

Modal awal juga perlu ditentukan pada tahap ini, apakah berasal dari tabungan, investor, pinjaman bank, atau jaminan sertifikat rumah.

Menggadaikan sertifikat rumah bisa memberikan anda dana yang besar tanpa perlu mengorbankan untuk menjual aset lain.

Mengutip informasi dari laman ukmindonesia.id, modal awal untuk membuka usaha toko roti, kira-kira berkisar Rp 5 juta rupiah sampai Rp 10 juta rupiah.

Baca Juga: 5 Tips Penting Menjalankan Bisnis Keluarga yang Sukses agar Tetap Harmonis dan Profesional

  1. Memilih target pasar yang tepat

Keberhasilan bisnis sangat dipengaruhi oleh kejelasan dari target konsumen. Dengan menentukan target pasar yang jelas, anda bisa dengan mudah membuat ide-ide bisnis dengan tepat, sehingga produk dan strategi pemasaran bisa lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan pasar.

  1. Belajar dari pesaing

Jadikan kompetitor sebagai tempat anda belajar untuk meningkatkan kualitas produk anda. Amati kompetitor untuk meningkatkan kualitas produk, layanan, dan memberikan inovasi baru yang lebih menarik.

  1. Mengutamakan mutu dan rasa

Cita rasa dan mutu sangat berpengaruh untuk mempertahankan konsumen. Pilihlah bahan baku yang berkualitas serta kembangkan variasi produk agar konsumen tidak bosan.

  1. Berinovasi

Ikuti tren yang sedang naik daun dengan melakukan modifikasi pada produk. Cari inspirasi dari media sosial atau mensurvei pelanggan lalu sesuaikan produk anda dengan gaya kekinian agar tampil berbeda dari kompetitor.

  1. Mendesain kemasan yang menarik

Sering diabaikan namun kemasan memiliki peranan yang sangat penting bagi produk. Kemasan yang menarik akan menjadi daya tarik utama bagi konsumen. Selain itu, anda bisa memperkuat identitas pada merek dan branding pada produk supaya lebih mudah dikenali dan memiliki ciri khas.

  1. Memaksimalkan strategi penjualan

Produk anda akan semakin laris,  anda bisa memanfaatkan metode jualan secara online dan offline. Memanfaatkan keberadaan media sosial untuk mempromosikan produk anda, serta gunakan layanan pengiriman supaya lebih praktis untuk pelanggan anda.

  1. Menyediakan opsi pembayaran praktis

Sediakan berbagai macam kemudahan transaksi.  Mulai dari tunai, transfer, e-money, dan juga QRIS. semakin praktis metode pembayaran yang anda gunakan, semakin besar juga peluang konsumen untuk membeli di toko roti anda.  

EDITOR: Hanny Suwindari
Tags:bakery