← Beranda
5 Rekomendasi Kuliner Tradisional Khas Kota Solo di Pasar Gede yang Melegenda dan Tak Ada Duanya
Zainab Umi KhultumSelasa, 2 September 2025 | 22.08 WIB
Dawet Telasih Bu Dermi, Pasar Gede, Surakarta (Instagram @dawet.budermi)

JawaPos.com - Kota Surakarta atau Solo merupakan salah satu kota kecil di Jawa Tengah. Kota ini menjadi incaran wisatawan karena memiliki budaya, sejarah, dan kuliner tradisional yang menarik.

Kuliner di Kota Solo memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan, apalagi di daerah ini terdapat beberapa pasar tradisional yang menawarkan jajanan tradisional yang melegenda. 

Salah satu pasar yang menyediakan beragam kuliner tradisional adalah Pasar Gede. Dibangun sejak zaman kolonial Belanda, beberapa tempat makan di pasar ini masih tetap eksis hingga sekarang.

Berikut adalah beberapa kuliner tradisional khas yang bisa ditemukan di Pasar Gede Solo.

1. Jadah Bakar 

Dilansir dari akun TikTok @soloterbaru, Jadah Bakar merupakan salah satu camilan tradisional khas Kota Solo yang biasanya menjadi hidangan di acara pernikahan atau acara-acara besar lainnya. Kuliner satu ini terbuat dari campuran ketan dan kelapa yang menghasilkan cita sara gurih yang khas. 

Di Pasar Gede Solo satu jadah bakar dibandrol seharga Rp 2.500. Kuliner ini dapat dinikmati dengan secangkir kopi atau teh, apalagi saat jadah ini masih hangat. Untuk menemukan kuliner tradisional ini pengunjung dapat menelusuri tempat parkir di bagian utara pasar. 

2. Dawet Bu Dermi 

Dilansir dari akun TikTok @solofoodie, dawet satu ini menjadi incaran masyarakat sekitar dan juga wisatawan luar kota. Lokasi dawet ini berada di dalam gedung pasar sebelah timur. Kuliner ini dapat dinikmati setiap hari mulai pukul 08.00-14.30 WIB. 

Satu porsi Dawet Bu Dermi dibandrol seharga Rp 13.000 untuk makan di tempat dan Rp 15.000 untuk take away. Isian dawet ini cukup beragam, mulai dari cendol, telasih, ketan hitam, hingga jenang. 

3. Lenjongan Bu Sum 

Tempat makan ini menjual aneka jajanan tradisional seperti kue lupis, klepon, tiwul, ketan hitam, ketan putih, cenil, dan masih ada jajanan tradisional lainnya. Pengunjung dapat memesan satu porsi dengan beragam kue tradisional yang disediakan atau hanya memesan kue lupis saja.

Dilansir dari akun TikTok @bossmilo2, kue lupis terbuat dari ketan yang dibalut dengan daun bambu dan pisang. Satu porsi kue lopis dibandrol dengan harga Rp 7.000. Penyajiannya berupa lupis yang sudah dikupas kemudian di taburi kelapa muda dan disiram gula aren. 

Bagi wisatawan yang ingin menikmati kenikmatan legitnya kue tradisional khas Kota Solo ini dapat mengunjungi gedung Pasar Gede bagian timur. Kuliner ini buka mulai pukul 07.00 WIB. 

4. Cambuk Rambak

Dilansir dari akun TikTok @cekha.id, Cabuk Rambak berasal dari kata Cabuk dan Rambak, Cabuk mengacu pada wijen yang merupakan bahan utama sausnya. Sementara Rambak merupakan kerupuk yang berarti pada kulit sapi dan kerbau. Dahulu, Cabuk ini dihidangkan dengan rambak yang terbuat dari kulit sapi atau kerbau, namun karena harga rambak ini semakin mahal maka kerupuk kulit ini diganti dengan kerupuk yang terbuat dari nasi. 

Kuliner satu ini tergolong makanan langka di Kota Solo. Satu porsi Cabuk Rambak berisi ketupat yang diletakkan di pincuk daun pisang, kemudian disiram dengan saus wijen yang khas dari Kota Solo. Kuliner ini dapat dinikmati dengan karak atau rambak. Kuliner ini dibanderol seharga Rp 5.000 per porsinya. 

5. Semar Mendem 

Dilansir dari akun TikTok @solofoodie, salah satu tempat penjual jajanan tradisional semar mendem yang paling rame adalah Mbah Pat. Menu yang ditawarkan di tempat ini hanya Semar Mendem yang disiram dengan kuah fla. Satu porsi Semar Mendem dibandrol dengan harga Rp 7.000. 

Ciri khas kuliner Semar Mendem di sini adalah rasanya yang enak serta ketan dan abonnya memiliki cita rasa yang gurih. Untuk menemukan kuliner ini pengunjung dapat menyusuri emperan Pasar Gede. 

EDITOR: Candra Mega Sari