← Beranda
Wajib Coba! 10 Kuliner Halal Legendaris di Medan, Jadi Favorit Wisatawan Hingga Warga Lokal
Nethania Simanjuntak• Jumat, 29 Agustus 2025 | 20.26 WIB
Ilustrasi 10 rekomendasi kuliner halal legendaris di Kota Medan (Dok. Freepik)

JawaPos.com – Medan dikenal sebagai salah satu surga kuliner di Indonesia. Tak hanya kaya dengan cita rasa, kota ini juga menyimpan banyak kuliner halal yang sudah melegenda sejak puluhan tahun lalu.

Mulai dari sajian khas Nusantara, makanan peranakan, hingga camilan manis yang unik, semua bisa kamu temukan di kota ini.

Kalau kamu berencana kulineran di Medan, berikut 10 rekomendasi tempat makan halal legendaris yang sayang untuk dilewatkan dilansir dari 10 Best ID yang dibagikan di  kanal YouTube miliknya.

Baca Juga: 4 Kuliner Legendaris di Tebet, Jakarta Selatan yang Masih Menjaga Resep Sejak Awal Berdiri

  1. Bakso Methodist

Kuliner legendaris pertama di Medan adalah Bakso Methodist atau kerap disebut Soto Methodist.

Warung makan ini mempunyai ciri khas berbeda dari bakso pada umumnya.

Dalam satu mangkuk, kamu akan menemukan potongan ayam, mie kuning, bihun, tauge, jeroan, dan bakso yang berpadu menyerupai soto.

Satu porsinya dibanderol sekitar 30 ribu saja. Untuk lokasinya berada di Jl. Hang Tuah, Madras Hulu, Kec. Medan Polonia, Kota Medan dan buka 10.00 – 17.00

Baca Juga: 5 Rekomendasi Spot Kuliner Bakso Bakar Favorit Wisatawan di Malang yang Bikin Ketagihan, Hanya 1,5 Jam dari Surabaya!

  1. Lontong Kak Linn

Kuliner legendaris kedua adalah Lontong Kak Lin. Warung makan ini sudah eksis sejak tahun 1994.

Lontong sayur khas Kak Linn dilengkapi telur balado, kerupuk, dan siraman bumbu pecel yang menghasilkan rasa pedas manis menggugah selera. Seporsinya hanya sekitar 15 ribu saja.

Lokasinya berada di Jl. Teuku Cik Ditro No 8m, Madras Hulu, Kec. Medan, Polonia, Kota Medan dan buka jam 07.00 – 16.00

  1. Bihun Bebek Asie Kumango  

Kuliner legendaris yang ketiga adalah Bihun bebek Asie Kumango. Warung makan ini sudah berdiri sejak 1930.

Menu yang terkenal di tempat ini adalah bihun bebeknya. Makanan ini disajikan dengan irisan daging bebek, sawi, ati ampela, kaldu gurih, serta taburan bawang putih goreng.

Untuk porsinya sekitar 60 ribu dan lokasinya berada di Jl. Kumango No 15, Kesawan, Kec. Medan Barat, Kota Medan serta buka jam 06.00 – 16.00.

  1. Mie Balap Mil

Kuliner legendaris keempat di Medan adalah Mie Balap Mil atau biasa dikenal dengan Mie Balap Krakatau.

Warung makan ini menyajikan mie goreng dengan telur, seafood, atau daging yang menjadi salah satu favorit pengunjung baik itu warga lokal maupun wisatawan.

Harganya juga sangat ramah di kantong, hanya 15 ribu per porsi. Untuk lokasinya ada di Jl. Gunung Krakatau No 105, Glugur Darat I, Kec. Medan Timur, Kota Medan dan buka di jam 07.00 – 13.00.

  1. Sate Memeng

Kuliner kelima adalah Sate Memeng. Sate legendaris ini sudah ada sejak 1980-an dan sudah turun hingga tiga generasi.

Di warung makan ini, menyajikan menu yang beragam, mulai dari sate sapi, kambing, ayam, hingga sate usus.

Tak lupa, disajikan dengan lontong dan bumbu kacang ala Padang. Harga satu porsinya 28 ribu dengan isian 5 tusuk sate dan lontong.

Untuk lokasinya berada di Jl. Irian Barat No 2. Gang Buntu, Kec. Medan Timur, Kota Medan dan buka jam 17.00 – 23.00.

  1. Rumah Makan Sipirok  

Kuliner legendaris keenam adalah Rumah Makan Sipirok. Warung makan ini menyajikan sup daging dengan berbagai pilihan, yakni daging sapi dan sop sumsum iga kerbau, dengan kuah rempah yang gurih dan daging empuk.

Harga per porsinya mulai 25 ribu dan berada di Jl. Sunggal No.14, Sei Sikambing B, Kec. Medan Sunggal, Kota Medan. Buka jam 11.00 – 16.00.

  1. Mie Aceh Titi Bobrok

Kuliner legendaris ketujuh adalah Mie Aceh Titi Bobrok. Warung makan ini sudah ada sejak tahun 1996 sehingga termasuk dalam warung makan Aceh yang paling terkenal di Kota Medan.

Di sini mereka menyediakan mie aceh yang khas dan kaya rempah. Dalam satu piring menyediakan mie aceh dengan potongan daging kepiting dan berbagai sayuran.

Makanan ini cocok sekali disantap ketika sore hari maupun malam hari. Untuk satu porsinya mulai dari 15.000.

  1. Rujak Kolam Takana Jua Medan  

Kuliner legendaris kedelapan adalah Rujak Kolam Takana Jua Medan. Terletak di samping Kolam Deli, rujak ini menyajikan potongan buah segar dengan bumbu kacang, gula merah, terasi, dan cabai rawit.

Untuk satu porsinya seharga 20 ribu dan sudah menghasilkan cita rasa yang segar dari potongan buah serta pedas gurih dari bumbu rujaknya.

Lokasinya berada di Jl. Mahkamah No 98-96, Kec. Medan Kota, Kota Medan. Buka jam 10.00 – 23.00

  1. Martabak Piring Murni  

Kuliner legendaris kesembilan di Kota Medan adalah Martabak Piring Murni. Kuliner ini berbeda dengan martabak biasa, martabak ini dimasak di atas piring besi.

Adonan martabaknya juga bisa pilih tipis atau tebal dengan berbagai topping seperti coklat, keju, atau kacang.

Harganya juga super murah, mulai dari Rp2.000 saja. Untuk lokasinya berada di Kampung Baru Medan Maimun, Kota Medan.

  1. Kedai Durian Ucok  

Bagi kamu pencinta durian, wajib banget mampir ke kuliner legendaris kesepuluh di Kota Medan.

Kedai Durian Ucok ini terkenal dengan dagingnya yang tebal, manis, dan legit. Dalam sehari, kedai ini bisa menjual 6.000–7.000 buah durian.

Untuk lokasinya berada di Jl. K.H. Wahid Hasyim No.68, Babura, Kec. Medan Baru, Kota Medan dan buka dari sore hari ke malam hari.

Medan bukan hanya dikenal sebagai kota dengan budaya yang beragam, tetapi juga sebagai destinasi wisata kuliner yang selalu berhasil memikat hati para pelancong.

Deretan kuliner halal legendaris di atas membuktikan bahwa cita rasa autentik bisa bertahan lintas generasi dan tetap diminati hingga kini.

Setiap sajian punya cerita dan ciri khasnya masing-masing, mulai dari bihun bebek berkuah gurih, lontong sayur dengan bumbu pecel khas, hingga manis legitnya durian yang selalu jadi primadona.

Menjelajahi kuliner Medan berarti ikut merasakan kehangatan masyarakatnya, kesederhanaan dalam penyajian, sekaligus kekayaan rasa yang lahir dari perpaduan budaya.

Jadi, kalau kamu berkunjung ke Medan, jangan hanya sekadar mampir. Nikmati setiap gigitan, hirupan kuah, atau segarnya buah rujak yang tersaji, karena kuliner-kuliner inilah yang menjadikan Medan begitu istimewa.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho