JawaPos.com – Bicara soal Ponorogo, maka tak bisa dilepaskan dari keseniannya yang melegenda, Reog Ponorogo. Namun tahukah anda kalau di sini juga ada jajanan khas yang unik dan susah ditemui di tempat lain?
Ponorogo menyimpan banyak destinasi wisata kesenian dan juga alam yang banyak. Di antaranya adalah Festival Reog Ponorogo, Telaga Ngebel, dan yang masih dibangun yakni Monumen Reog dan Museum Peradaban.
Mengunjungi seluruh destinasi wisata ini tak akan lengkap tanpa mencicipi jajanan dan makanan khas yang ada di Ponorogo.
Apabila kebetulan anda berjalan-jalan ke Ponorogo, jangan lupa untuk mampir menikmati kuliner dan jajanannya.
Artikel ini akan membahas lima spot jajanan khas kota reog yang bisa menjadi opsi anda ketika berkunjung ke sini.
- Z’mere Sate
Daerah ini memang mempunyai makanan khas, yakni sate ayam. Saking banyaknya penggemar sate ayam Ponorogo, maka muncul suatu brand oleh-oleh yang bernama Z’mere Sate.
Dikutip dari di akun Instagram @smirsateponorogo, Kamis (21/08), jajanan ini adalah sejenis roti bolu yang dikombinasikan dengan isian berupa bumbu sate.
Namun sambal sate yang ada di dalamnya begitu menyatu dengan roti bolu sehingga cukup membuat penasaran.
Bagi Anda yang sedang jalan-jalan ke kota Ponorogo, jangan ketinggalan untuk datang ke outlet-nya langsung agar lebih banyak pilihan rasa.
- Jenang Mirah
Jajanan satu ini cukup melegenda baik oleh warga Ponorogo maupun para wisatawan yang datang. Jenang Mirah adalah sejenis dodol khas Jawa yang terbuat dari ketan dan ada pula yang dari beras.
Menurut penuturan dari warga Ponorogo yang berada di sekitar lokasi pabriknya, jenang Mirah sudah ada sejak tahun 1955.
Dari waktu ke waktu, pabrik jenang ini terus menjaga resep leluhurnya sehingga tidak pernah ditinggalkan oleh pelanggan.
Setiap akhir pekan, outlet-nya yang berada di desa Josari, Kecamatan Jetis selalu ramai oleh pembeli yang datang tidak hanya dari Karesidenan Madiun tetapi juga dari berbagai kota di Jawa Timur.
- Dawet Jabung
Tidak jauh dari pabrik jenang Mirah, kita bisa menemukan sepotong jalan yang penuh dengan kedai dawet. Lokasinya berada di sekitaran perempatan Jabung Kecamatan Mlarak.
Dawet Jabung begitu khas dan unik karena menggunakan gula jawa dan kuah santan yang kental. Satu hal yang membuat unik juga pemakaian gempol (sejenis bola-bola tepung) dan irisan Nangka sebagai topping dawetnya.
Kedai dawet Jabung cukup banyak jumlahnya di sekitaran perempatan tersebut. Tiap hari, kedai-kedai tersebut buka dari jam 09.00 hingga pukul 20.00.
- Gethuk Golan
Olahan ketela juga menjadi salah satu daya tarik tersendiri untuk kuliner khas Ponorogo. Salah satunya yang cukup menyita perhatian wisatawan adalah Getuk Golan.
Mungkin kita sudah familiar dengan jajanan getuk. Namun getuk yang satu ini cukup beda dan unik. Keunikan dari makanan khas desa Golan Ponorogo itu adalah filosofi mendalam di setiap potong getuknya.
Jajanan ini mempunyai rasa yang tidak begitu manis, namun juga ada sedikit rasa asin walaupun tidak dominan.
Menurut artikel berjudul Gethuk Golan: Budaya Jawa dan Daya Tarik Pariwisata Ponorogo yang ditulis oleh Ahmad Karim Maulana, dkk dalam jurnal Toba (Journal of Tourism, Hospitality, and Destination) getuk Golan melambangkan prinsip keseimbangan dalam budaya Jawa. Dalam arti tidak berlebih-lebihan di setiap hal dalam hidup termasuk soal rasa.
Jika anda berminat dengan jajan ini dengan segala filosofinya maka kunjungi desa Golan di Ponorogo.
Sedikit informasi, di desa tersebut juga ada legenda yang tetap dipercaya masyarakat hingga Sekarang.
- Kampung Sate Ayam Ponorogo
Terakhir adalah sate ayam Ponorogo. Walaupun tidak berkategori jajanan, tetapi bagi mereka yang datang ke Ponorogo pasti tidak melewatkan yang satu ini.
Jika anda ingin mencari sate ayam Ponorogo dengan rasa yang masih original dan banyak pilihan, maka datanglah ke kampung Sate Ponorogo. Lokasinya berada di Kelurahan Nologaten Kecamatan Ponorogo.
Cita rasa sate ayam yang kenyal dengan kombinasi lontong dan sambal kacang khasnya bisa bikin anda gagal move on dari Ponorogo.
Itulah lima jajan khas Ponorogo yang unik dan sulit ditemukan di kota lain. Jangan lewatkan untuk mencicipi satu atau kelima-limanya ketika sedang pelesir ke sini.