JawaPos.com - Bakteri yang menempel pada kulit terutama pada daerah lembap bisa menyebabkan bau badan jika bercampur dengan keringat. Tapi ada faktor lain yang menyebabkan bau badan bisa lebih menyengat.
Keringat pada dasarnya tidak berbau. Bau muncul ketika bakteri di kulit bertemu keringat, garam, dan lemak, lalu menguraikannya. Dilansir dari Healthline, bakteri menjadi salah satu sebab utama sumber bau.
Pada umumnya, keringat dari kelenjar apokrin bermuara di folikel rambut, terutama di ketiak dan area selangkangan. Kelenjar inilah yang membuat bau ketika bertemu bakteri, dan baru aktif saat pubertas. Karena itu, bau badan umumnya mulai terasa pada masa remaja.
Tapi selain bakteri, ada beberapa faktor yang menyebabkan bau badan lebih menyengat dari biasanya. Biasanya kegiatan yang bisa mengeluarkan keringat banyak seperti berolahraga dan cuaca panas. Pada kondisi ini keringat akan lebih banyak keluar sehingga bau akan lebih menyengat.
Lalu, kelebihan berat badan juga bisa memperparah kondisi lipatan tubuh untuk berkeringat lebih banyak. Kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes, penyakit hati atau ginjal, serta keracunan makanan bisa menyebabkan bau pada keringat.
Makanan Ikut Menentukan
Anda mengeluarkan apa yang Anda makan. Healthline menyebut makanan berbelerang seperti brokoli, kembang kol, dan kubis bisa memengaruhi aroma tubuh. Bawang merah, bawang putih, kari, dan rempah kuat juga sering jadi biang. Dettol menambahkan cabai dan kafein ke dalam daftar makanan yang memicu keringat berlebih.
Salah Kostum Juga Bisa Bikin Bau
Pilihan bahan pakaian ternyata berpengaruh. Healthline merujuk studi 2014 yang menemukan bahan sintetis seperti poliester dan spandeks lebih disukai bakteri penyebab bau dibanding katun. Jadi, baju olahraga yang tampak keren belum tentu bersahabat. Serat alami seperti katun, linen, dan wol lebih disarankan.