JawaPos.com - Rasa kantuk yang muncul setelah makan sering membuat seseorang ingin segera berbaring atau tidur. Namun, kebiasaan ini sebaiknya dihindari karena dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan tubuh.
Pasalnya, berbaring dapat memperlambat kerja sistem pencernaan sehingga makanan tertahan lebih lama di lambung. Akibatnya, perut bisa terasa kembung, mual, dan begah. Kebiasaan tidur setelah makan juga dapat menimbulkan sejumlah efek lain yang perlu diperhatikan.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui dampaknya bagi tubuh agar kebiasaan ini tidak dilakukan secara terus-menerus. Melansir dari Alodokter dan Hellosehat, Senin (12/10), berikut beberapa dampak lain yang terjadi jika anda berbaring atau tidur setelah makan.
Baca Juga: Jadwal Kapal PELNI Makassar–Sorong Oktober 2026 Masih Ada, Tiket Mulai Rp 708 Ribu
1. Menyebabkan Asam Lambung Naik
Salah satu dampak yang terjadi jika langsung tidur setelah makan dapat menyebabkan naiknya asam lambung, terutama jika seseorang mengonsumsi makanan dalam porsi besar. Saat seseorang langsung berbaring, isi lambung lebih mudah naik kembali ke kerongkongan. Jika terjadi berulang kali hingga menimbulkan gejala yang mengganggu, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan penyakit asam lambung atau GERD.
2. Memicu Heartburn
Tidur setelah makan dapat memicu heartburn, yaitu sensasi panas atau terbakar di dada akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan. Selain rasa terbakar di dada, heartburn juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di ulu hati. Keluhan ini dapat lebih sering muncul pada orang yang memiliki gangguan asam lambung.
3. Kenaikan Berat Badan
Baca Juga: Evaluasi Besar Madura United! Ujian Berat di Pamekasan, Ancaman Bhayangkara FC dan Persib Bandung
Ketika seseorang langsung tidur setelah makan, metabolisme tubuh melambat dan tubuh memiliki lebih sedikit waktu untuk membakar kalori dari makanan yang dikonsumsi. Kalori yang tidak terbakar dapat tersimpan sebagai lemak. Jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus, penumpukan lemak dapat meningkatkan berat badan dan berisiko menyebabkan obesitas.
Melansir dari Verrywell Health, kenaikan berat badan berlebih ini juga dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan, seperti penyakit jantung, diabetes, dan kolesterol tinggi.
4. Menurunkan Kualitas Tidur
Langsung tidur setelah makan dapat membuat istirahat malam menjadi kurang nyaman. Makanan dalam porsi besar atau tinggi lemak bisa menyebabkan perut terasa penuh, kembung, hingga sakit perut yang membuat seseorang sulit tidur dengan nyenyak.
Selain itu, makan makanan pedas menjelang tidur dapat memicu heartburn atau sensasi panas di dada akibat naiknya asam lambung. Rasa tidak nyaman ini bisa membuat seseorang terbangun atau sulit mempertahankan tidur.
Makan berlebihan sebelum tidur juga dapat meningkatkan risiko sleep apnea, yaitu gangguan tidur yang ditandai dengan napas terhenti sementara secara berulang. Kondisi ini dapat mengganggu pernapasan selama seseorang terlelap.
Baca Juga: Prediksi Newcastle Jets vs Gamba Osaka di AFC Champions League Elite: Tim Tamu Diunggulkan Menang
5. Meningkatkan Risiko Stroke
Menurut penelitian, semakin lama jeda waktu antara makan dan tidur, semakin rendah risiko stroke. Perubahan kadar gula darah, kolesterol, dan aliran darah setelah makan diduga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi risiko tersebut. Meski demikian, hubungan antara kebiasaan tidur setelah makan dan risiko stroke masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Tips Mencegah Tidur Setelah Makan
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi kebiasaan tidur setelah makan, di antaranya:
- Konsumsi makanan bergizi seimbang. Pilih makanan yang mengandung nutrisi lengkap, seperti sayur, buah, protein, dan karbohidrat. Batasi makanan tinggi gula dan lemak agar asupan kalori tetap terjaga.
- Atur porsi makan. Hindari makan dalam jumlah berlebihan sekaligus. Makan dengan porsi secukupnya dapat membantu mencegah perut terasa terlalu penuh setelah makan.
- Perbanyak minum air putih. Penuhi kebutuhan cairan tubuh setiap hari agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
- Hindari berbaring setelah makan. Berikan jeda sekitar 2–3 jam setelah makan malam sebelum tidur. Cara ini juga dapat membantu mengurangi risiko naiknya asam lambung ke kerongkongan.
- Lakukan aktivitas ringan. Cobalah berjalan kaki selama 10–15 menit setelah makan. Aktivitas ini dapat membantu tubuh tetap aktif dan mengurangi keinginan untuk langsung berbaring.
- Cukupi waktu tidur. Usahakan tidur selama 7–9 jam setiap malam agar tubuh mendapatkan istirahat yang cukup dan tidak mudah mengantuk pada siang hari.
- Hindari alkohol dan rokok. Konsumsi alkohol dapat mengganggu kualitas tidur, sedangkan merokok dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Menghindari keduanya membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Berbagai dampak tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan tidur setelah makan tidak boleh dianggap sepele. Oleh karena itu, hindari langsung berbaring setelah makan dan beri jeda sekitar 2–3 jam sebelum tidur. Selain itu, biasakan pola makan teratur dan lakukan aktivitas ringan setelah makan untuk membantu menjaga kesehatan tubuh.