← Beranda
Waspada dan Kenali Aritmia, Gangguan Jantung yang Bisa Bikin Meninggal Mendadak
Antara• Selasa, 29 September 2026 | 23.50 WIB
Ilustrasi jantung. (magnific)

JawaPos.com - Gangguan irama jantung atau aritmia kerap disepelekan dan tidak terdeteksi sejak dini. Padahal aritmia dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti stroke, gagal jantung hingga kematian jantung mendadak.

 

"Masalahnya, aritmia ini sering tidak terdeteksi secara dini, padahal kita tahu dampaknya akan menjadikan penyakit lain seperti stroke, gagal jantung, hingga kematian jantung mendadak," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid. dikutip dari Antara Selasa (29/9).

 

Nadia mengatakan masyarakat perlu mengenali sejumlah sinyal yang dapat mengindikasikan adanya gangguan irama jantung. Seperti jantung gampang berdebar, denyut jantung tidak teratur, serta pusing seperti hendak pingsan.

 

Menurut dia, deteksi dapat dilakukan secara bertahap. Mulai dari memeriksa denyut nadi secara mandiri dan mengukur tekanan darah hingga melakukan pemeriksaan elektrokardiogram (EKG).

 

Ia mengatakan pemeriksaan EKG juga dapat menemukan adanya gambaran irama jantung yang tidak normal pada seseorang yang belum menunjukkan gejala klinis. "Jadi kita bisa mendeteksi orang-orang yang memiliki gambaran EKG yang tidak normal tetapi tidak ada gejala klinisnya," ujarnya.

 

Nadia menambahkan deteksi dini gangguan jantung merupakan bagian dari upaya Kemenkes menekan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit tidak menular. Khususnya kanker, jantung, stroke, dan penyakit ginjal.

 

Ia mengajak masyarakat tidak menunggu munculnya keluhan atau penyakit untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, tetapi mulai mengenali kondisi tubuh dan memeriksakannya secara berkala. "Jangan menunggu sakit untuk memeriksakan diri, kenali irama jantung kita mulai hari ini," kata Nadia.

 

EDITOR: Diar Candra