JawaPos.com – Alas berbaring menjadi salah satu hal yang menentukan tidur seseorang berkualitas atau tidak. Tidur yang tidak lelap akan mempengaruhi banyak hal. Baik secara fisik maupun psikis.
Pengembangan teknologi alas tidur atau kasur menjadi sangat penting di era kiwari. Peneliti berusaha berinovasi demi menciptakan Kasur.
Salah satunya adalah pengembangan material yang selama ini digunakan untuk membantu menopang dan menstabilkan tubuh pasien selama prosedur medis. Teknologi atau material tersebut adalah Technogel, material berbasis gel yang dikembangkan di Italia dan digunakan dalam pengembangan kasur DrRest.
Penggunaan Technogel menjadi salah satu pendekatan yang diterapkan empat dokter spesialis Australia dalam merancang DrRest. Keempatnya memiliki latar belakang di bidang bedah tulang belakang, pernapasan dan tidur, osteopati, serta urologi.
Technogel dipilih karena memiliki karakteristik yang dapat membantu mendistribusikan tekanan pada permukaan tubuh. Dalam desainnya, material tersebut juga digunakan untuk membantu mengelola panas serta mendukung posisi tubuh ketika tidur.
Dokter Gerald Quan, FRACS, ahli bedah ortopedi tulang belakang sekaligus salah satu pengembang DrRest mengatakan penggunaan Technogel dalam kasur berawal dari pengalamannya di ruang operasi.
"Sebagai ahli bedah yang telah bekerja selama lebih dari 20 tahun, saya terbiasa menggunakan Technogel di ruang operasi untuk menopang dan menstabilkan pasien selama prosedur bedah yang berlangsung selama beberapa jam. Saya kemudian berpikir bahwa material ini dapat digunakan pada kasur untuk membantu menjaga keselarasan dan kestabilan tubuh, sekaligus mendukung distribusi tekanan.," kata dr. Gerald di Jakarta, dikutip Jumat (25/9).
Technogel memiliki karakteristik yang menyerupai cairan, tetapi dapat berfungsi layaknya benda padat. Karakteristik tersebut kemudian dimanfaatkan dalam permukaan kasur agar tekanan tubuh dapat tersebar, bukan hanya bertumpu pada titik tertentu.
Sementara itu, dr. George Michael, sekaligus pemimpin uji riset DrRest, menjelaskan kasur yang terlalu keras maupun terlalu empuk memiliki karakteristik berbeda ketika menopang tubuh.
“Kasur yang terlalu keras mungkin menjaga keselarasan tulang belakang, tetapi meningkatkan tekanan pada titik tertentu. Sementara itu, kasur yang lebih empuk dapat mengurangi tekanan, tetapi tidak selalu menjaga keselarasan tulang belakang,” jelas dia.
Karena itu, kasur dikembangkan dalam satu konfigurasi tanpa pilihan tingkat kekerasan seperti soft, medium, atau firm. Konsep tersebut dibuat agar permukaan kasur dapat menyesuaikan diri dengan berat, ukuran, bentuk, dan tinggi tubuh yang berbeda.