JawaPos.com – Pertamedika Indonesia Healthcare Corporation (IHC) menjajaki kolaborasi dengan Jawa Pos Media untuk memperluas edukasi dan informasi kesehatan kepada masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjembatani informasi mengenai layanan kesehatan, gaya hidup, hingga isu kesehatan yang tengah berkembang di masyarakat.
Direktur Hubungan Kelembagaan Pertamedika IHC, dr. Kamelia Faisal, M.A.R.S., mengatakan kunjungan ke Jawa Pos Media merupakan bagian dari penjajakan kolaborasi antara IHC dengan media.
"Tujuannya memang pertama kita memang menjajaki adanya kolaborasi antara kami Pertamedika IHC dengan JawaPos.com ya. Kolaborasi ini kita harapkan adalah untuk saling memperkaya (informasi)," kata Kamelia saat media visit ke Kantor Jawa Pos Media, Graha Pena, Jakarta Selatan, Kamis (25/9).
Menurut dia, IHC perlu memperluas informasi kepada masyarakat mengenai keberadaan dan layanan yang dimiliki perusahaan. Saat ini, IHC menaungi jaringan rumah sakit milik BUMN yang sebelumnya berjalan di bawah masing-masing perusahaan.
"Intinya kita ingin menginformasikan ke masyarakat kan bahwa ini loh ada 38 rumah sakit tersebar di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke siap melayani Anda," ujarnya.
Baca Juga: Jutaan Warga RI Berobat ke Luar Negeri, Layanan Kesehatan Dalam Negeri Digenjot
Kamelia mengatakan informasi yang disampaikan kepada masyarakat tidak hanya terkait layanan kesehatan. IHC juga ingin mengedukasi publik mengenai isu kesehatan yang sedang berkembang.
Dia mencontohkan isu kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat memicu persoalan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) maupun gangguan pernapasan. Menurut Kamelia, isu tersebut dapat menjadi salah satu ruang kolaborasi untuk memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat.
IHC, lanjut Kamelia, memiliki jaringan rumah sakit di berbagai daerah yang dapat mendukung penanganan maupun edukasi kesehatan di wilayah tersebut.
"IHC misalnya, oke karena kita menjangkau tempat-tempat di Kalimantan, Balikpapan dan lain-lain, kita bisa turunkan tim kita ke sana," katanya.
Perkuat Informasi Kesehatan
Kamelia menilai kerja sama dengan media diperlukan agar informasi kesehatan dapat dikemas dalam bahasa yang lebih mudah dicerna masyarakat. Hal tersebut juga dinilai penting ketika muncul isu kesehatan yang berkembang cepat di ruang publik.
"Karena kita sama-sama memiliki jaringan di seluruh Indonesia, tapi untuk efektivitas kita berkomunikasi, terutama kami sebagai pelayan kesehatan yang kadang-kadang udah nggak ada waktu lagi untuk berpikir berbicara apa, kepantasan dan lain-lain, kita berpikir keselamatan pasien," jelasnya.
Karena itu, IHC berharap jejaring jurnalis dapat membantu mengemas informasi kesehatan agar dapat diterima publik secara utuh.
"Jadi ini kita bisa dibantu oleh para teman-teman jurnalis-jurnalis di sini untuk mem-package sebuah berita, sebuah isu, disampaikan dengan bahasa yang bisa dicerna dengan baik oleh masyarakat," pungkasnya.