← Beranda
Cegah Pikun Sebelum Terlambat! 8 Kebiasaan Sepele yang Ampuh Turunkan Risiko Demensia
Cicilia Margarettha• Jumat, 25 September 2026 | 04.41 WIB
ilustrasi aktivitas mencegah demensia./ pexels.com

JawaPos.com - Demensia dan penurunan fungsi daya ingat sering kali dianggap sebagai bagian tak terhindarkan dari proses penuaan.

Padahal, penurunan fungsi kognitif yang parah bukan merupakan kondisi normal saat seseorang bertambah tua.

Langkah pencegahan sejak dini memainkan peran yang sangat krusial untuk menjaga ketajaman pikiran dan kesehatan otak hingga usia lanjut.

Melansir dari laman The Ohio State University pada Rabu (23/09), menyebutkan risiko berkembangnya demensia dapat ditekan secara signifikan melalui perubahan gaya hidup harian.

Kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten terbukti memberikan perlindungan jangka panjang bagi jaringan saraf otak.

Menjaga kesehatan otak berkaitan erat dengan konsep cadangan kognitif (cognitive reserve) serta kelancaran aliran darah ke otak (cerebral blood flow).

Studi neurosains klinis menunjukkan bahwa kontrol faktor risiko vaskular serta stimulasi mental teratur mampu memperlambat akumulasi plak beta amiloid dan mencegah kematian sel saraf.

Efek perlindungan ini terbukti mampu menekan risiko pikun, menjaga efikasi diri, serta mempertahankan kemandirian fungsi otak di masa tua.

Berikut adalah 8 kebiasaan sederhana yang efektif menurunkan risiko demensia:

  1. Rutin berolahraga dan aktif bergerak

Aktivitas fisik teratur seperti jalan cepat atau berenang membantu melancarkan sirkulasi darah beroksigen ke otak serta merangsang pertumbuhan sel-sel saraf baru.

  1. Mengonsumsi pola makan sehat untuk otak

Terapkan pola makan bergaya mediterania yang kaya akan sayuran hijau, buah beri, kacang-kacangan, ikan, dan minyak zaitun untuk meredakan peradangan saraf.

  1. Menjaga tekanan darah dan kadar gula darah

Hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah kecil di otak, yang menjadi pemicu utama demensia vaskular.

  1. Menjaga interaksi sosial secara aktif

Tetap terhubung dengan keluarga, teman, atau komunitas membantu menjaga otak tetap aktif dan terhindar dari risiko depresi yang mempercepat penurunan kognitif.

  1. Melatih otak dengan tantangan baru

Rutin membaca, bermain catur, mempelajari bahasa baru, atau mengisi teka-teki silang membantu membangun jalur saraf baru (neuroplasticity).

  1. Mengatasi gangguan pendengaran

Penurunan pendengaran yang tidak ditangani dapat mengurangi masukan stimulasi ke otak dan mempercepat penyusutan volume otak.

  1. Memastikan waktu dan kualitas tidur cukup

Tidur berkualitas selama 7 hingga 8 jam setiap malam memberi kesempatan bagi sistem glimfatik otak untuk membersihkan racun metabolik penyebab alzheimer.

  1. Menghentikan kebiasaan merokok dan alkohol berlebih

Merokok dan paparan alkohol berlebih memicu stres oksidatif serta merusak struktur pembuluh darah yang menyuplai nutrisi ke jaringan otak.

Secara keseluruhan, mencegah demensia merupakan investasi jangka panjang yang dapat dimulai dari pilihan kebiasaan kecil setiap hari.

Jika Anda atau anggota keluarga mulai mengeluhkan gangguan daya ingat yang sering berulang atau kendala konsentrasi, berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan medis sejak dini.

EDITOR: Hanny Suwindari