JawaPos.com - Suplemen biotin atau vitamin B7 sangat populer dikonsumsi untuk menjaga kesehatan rambut, kulit, dan kuku.
Konsumsi biotin secara mandiri sering kali dianggap aman karena tergolong vitamin yang larut dalam air.
Namun, di balik popularitasnya sebagai suplemen kecantikan, konsumsi biotin ber dosis tinggi menyimpan risiko medis serius yang jarang diketahui, terutama bagi penderita dan penyintas kanker.
Melansir dari laman The Ohio State University pada Rabu (23/09), mengonsumsi suplemen biotin dapat menginterferensi hasil uji laboratorium mendasar.
Masalah utama dari suplemen ini bukanlah racun langsung pada tubuh, melainkan potensi bias pada tes darah yang sangat vital bagi pemantauan medis pasien kanker.
Secara ilmiah, banyak tes laboratorium klinis, termasuk pemeriksaan kadar hormon tiroid, biomarker jantung dan penanda tumor yang menggunakan teknologi immunoassay berbasis ikatan biotin streptavidin.
Studi patologi klinis menunjukkan bahwa kadar biotin yang tinggi dalam darah dapat mengganggu ikatan tes laboratorium tersebut.
Kondisi ini terbukti secara klinis menghasilkan laporan false positive atau false negative yang fatal, mengacaukan pemantauan perkembangan tumor, serta mengganggu evaluasi efikasi diri dan respons terapi pasien kanker.
Berikut adalah beberapa efek samping dan risiko bahaya suplemen biotin yang jarang diketahui oleh penyintas kanker:
- Mengacaukan hasil tes penanda tumor (tumor markers)
Interferensi biotin pada sampel darah dapat membuat kadar penanda tumor tampak lebih rendah atau lebih tinggi dari kondisi sebenarnya, sehingga menyulitkan dokter menilai keberhasilan terapi.
- Risiko keterlambatan deteksi kekambuhan kanker
Hasil uji laboratorium yang terdistorsi akibat biotin berpotensi menyembunyikan tanda-tanda awal kekambuhan kanker (relapse), sehingga penanganan medis yang krusial menjadi tertunda.
- Bias pada pemeriksaan fungsi tiroid
Biotin dosis tinggi sering kali menyebabkan tes laboratorium menunjukkan kadar hormon tiroid yang abnormal, menyerupai kondisi penyakit Graves, padahal fungsi tiroid pasien sebenarnya normal.
- Menyamarkan tanda-tanda serangan jantung
Selain pasien kanker, biotin juga dapat menurunkan secara semu hasil tes troponin, biomarker serangan jantung sehingga kondisi darurat medis berisiko tidak terdiagnosis tepat waktu.
- Tidak adanya regulasi dosis ketat pada suplemen bebas
Banyak produk suplemen kecantikan bebas di pasaran mengandung biotin hingga 500 kali lipat dari kebutuhan harian yang direkomendasikan, tanpa peringatan interferensi laboratorium yang jelas pada kemasannya.
Secara keseluruhan, penggunaan suplemen biotin oleh penyintas maupun pasien yang sedang menjalani pengobatan kanker memerlukan kewaspadaan ekstra agar tidak mengganggu proses pemantauan medis.
Jika Anda sedang menjalani pengobatan kanker atau perawatan medis rutin dan ingin mengonsumsi suplemen vitamin, berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan keamanan serta penghentian suplemen sebelum jadwal tes darah.