← Beranda
Gigi Berlubang Meski Rajin Sikat Gigi? 3 Kesalahan Ini Bisa Jadi Biang Keroknya
Tazkia Royyan HikmatiarSelasa, 22 September 2026 | 05.05 WIB
Ilustrasi Gigi berlubang.

 

JawaPos.com - Ada tiga kesalahan umum yang masih sering dilakukan saat menyikat gigi dan membuat gigi tetap berlubang meski rutin melakukannya.

Jika masih dilakukan dengan cara yang keliru, kebiasaan menyikat gigi setiap hari bisa saja belum cukup untuk mencegah gigi berlubang.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap tiga kebiasaan yang kerap dianggap sepele saat menyikat gigi. Mulai dari menggunakan pasta gigi terlalu banyak, melewatkan sikat gigi malam, hingga menyikat gigi terlalu cepat.

Budi bahkan mengingatkan, durasi menyikat gigi bukan 15 detik seperti yang sering dilakukan sebagian orang. Menurutnya, menyikat gigi perlu dilakukan selama sekitar dua menit agar pembersihan gigi lebih optimal.

Baca Juga: Panggilan Anak-anak Andre Taulany terhadap Amanda Rigby

Berikut tiga kesalahan umum menyikat gigi yang bikin gigi tetap berlubang.

1. Odol jangan terlalu banyak

Banyaknya pasta gigi yang digunakan ternyata bukan jaminan gigi semakin bersih. Budi menyebut orang dewasa cukup menggunakan pasta gigi berfluoride sebanyak ukuran biji polong.

"Siapa yang sikat gigi odolnya sebanyak ini seperti saya? No, no ya. Yang bener cukup segini, seukuran biji polong untuk dewasa," kata Budi dikutip di Instagramnya, Senin (21/9].

Ia mengatakan, kebiasaan menggunakan pasta gigi terlalu banyak biasanya muncul karena anggapan bahwa busa yang melimpah menandakan gigi sudah dibersihkan dengan maksimal.

Padahal, yang lebih penting adalah pasta gigi mengandung fluoride dan teknik menyikat gigi dilakukan dengan benar.

2. Jangan cuma sikat gigi pagi

Kesalahan berikutnya adalah melewatkan sikat gigi sebelum tidur. Rasa lelah setelah beraktivitas seharian kerap membuat orang langsung terlelap tanpa membersihkan gigi.

Budi mengingatkan, sikat gigi seharusnya dilakukan dua kali sehari.

"Sikat gigi itu dalam sehari harus 2 kali. Jangan pagi doang. Biasanya malam-malam tuh kita capek, langsung ketiduran, lupa nih sikat gigi. Akibatnya apa? Bakteri yang ada di dalam mulut kita pesta pora dia semalaman," ujarnya.

Baca Juga: Rujak Buah Makin Nikmat, Ini Resep Bumbu Sederhana yang Wajib Dicoba

Karena itu, sikat gigi malam tidak boleh dianggap sebagai rutinitas yang bisa dilewatkan. Sisa makanan dan plak yang menempel di gigi perlu dibersihkan sebelum tidur.

3. Baru 15 detik sudah merasa bersih

Kebiasaan terburu-buru juga menjadi masalah. Budi menyebut ada orang yang merasa sudah cukup menyikat gigi hanya dalam waktu sekitar 15 detik.

Padahal, waktu yang dianjurkan untuk menyikat gigi adalah sekitar dua menit.

"Yang paling sering salah, biasanya sikat gigi gini kan? Wah, semuanya mau cepat-cepat. 15 detik aja udah dianggap udah bersih. Padahal harusnya 2 menit," tutur Budi.

Tak hanya itu, Budi mengingatkan agar pasta gigi tidak langsung dibilas dengan berkumur setelah menyikat gigi. Pasta gigi cukup diludahkan sehingga fluoride tetap berada di permukaan gigi.

"Habis sikat gigi, langsung diludahkan. Jangan kumur dulu," katanya.

Budi juga meminta masyarakat tidak menunggu sampai gigi terasa sakit untuk memeriksakan kondisi gigi. Dia menyebut gigi berlubang atau karies menjadi salah satu temuan yang banyak ditemukan dalam program Cek Kesehatan Gratis.

"Bantu saya please, paling banyak di Cek Kesehatan Gratis tuh giginya bolong atau karies nih," ujar Budi.

Ia pun mengajak masyarakat memanfaatkan program tersebut untuk memeriksakan kesehatan gigi secara berkala.

"Jangan lupa ya, periksakan gigimu setiap tahun di program Cek Kesehatan Gratisnya Bapak Presiden," tandasnya.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan