JawaPos.com - Kasus vape mengandung obat keras etomidate menyeret Selebgram Julia Prastini alias Jule ke ranah hukum. Zat yang ditemukan dalam cairan rokok elektrik tersebut bukan bahan tambahan biasa, melainkan obat keras yang seharusnya hanya digunakan dalam pengawasan medis.
Dikutip dari laman resmi Badan Pengawas Makanan dan Obat Etomidate dikenal sebagai obat anestesi jangka pendek yang diberikan melalui injeksi intravena. Obat ini bekerja cepat dan relatif minim memengaruhi tekanan darah sehingga digunakan dalam kondisi medis tertentu, termasuk pada pasien dengan risiko kardiovaskular tinggi. Namun, ketika disalahgunakan dengan cara dicampurkan ke dalam cairan vape dan dihirup, etomidate justru dapat memicu berbagai gangguan serius.
Kasus tersebut menjadi perhatian karena vape yang selama ini identik dengan nikotin kini juga berpotensi menjadi media penyalahgunaan zat farmasi. Lantas, apa sebenarnya etomidate dan seberapa berbahaya jika digunakan melalui rokok elektrik?
Baca Juga: Ramalan Zodiak Leo Besok Minggu, 20 September 2026: Jaga Kesabaran dan Sambut Peluang
Etomidate Sebenarnya Obat Apa?
Etomidate merupakan obat anestesi yang penggunaannya dilakukan dalam konteks medis dan di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Obat ini diberikan secara intravena dan digunakan terutama sebagai agen anestesi jangka pendek.
Salah satu keunggulan etomidate adalah onset-nya yang cepat serta efek yang relatif minimal terhadap tekanan darah. Karakteristik tersebut membuatnya digunakan pada kondisi tertentu, termasuk pasien dengan risiko kardiovaskular tinggi.
Namun, manfaat tersebut tidak berarti etomidate aman digunakan sembarangan. Cara pemberian, dosis, kondisi pasien, hingga pengawasan medis menjadi bagian penting dalam penggunaannya.
Dicampur ke Vape, Efeknya Bisa Berbahaya
Persoalan muncul ketika etomidate digunakan di luar peruntukannya, termasuk dengan cara dihirup melalui rokok elektrik.
Penggunaan tersebut dapat menimbulkan sejumlah efek samping, seperti mual dan muntah, iritasi saluran napas, gangguan koordinasi tubuh, kehilangan kesadaran hingga kejang otot.
Health Sciences Authority (HSA) Singapura sebelumnya melaporkan kasus remaja yang kehilangan kesadaran setelah menghirup vape mengandung etomidate. Kasus tersebut juga disertai gejala neurologis serius.
Penelitian Wu dan kolega pada 2024 turut mencatat kasus penggunaan etomidate yang menyebabkan kelemahan otot ekstrem dan gangguan pernapasan.
Sudah Jadi Perhatian di Sejumlah Negara
Penyalahgunaan etomidate dalam vape bukan hanya persoalan di Indonesia. Sejumlah negara telah memperketat pengawasan terhadap zat tersebut.
Di Singapura, etomidate dikategorikan sebagai racun berdasarkan Poisons Act. Sementara di Hong Kong, zat tersebut masuk dalam kategori obat terkendali berdasarkan Dangerous Drugs Ordinance.
Menurut United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), jejak peredaran etomidate dalam vape mulai terdeteksi di Tiongkok dan Hong Kong sejak 2023. Pada 2024, fasilitas produksi ilegal juga ditemukan di Bangkok, Thailand.
Peredaran serupa kemudian terdeteksi di sejumlah wilayah lain, termasuk Indonesia, Singapura, Kamboja, Makau hingga Selandia Baru.