JawaPos.com - Luka ringan seperti lecet, goresan, atau luka akibat terjatuh sebaiknya tidak langsung ditutup tanpa dibersihkan.
Pertolongan pertama dapat dilakukan dengan membersihkan luka, melindunginya dari kotoran, kemudian merawatnya agar proses penyembuhan berjalan baik.
Bagi orang yang memiliki aktivitas tinggi di luar rumah, terutama mereka yang banyak menghabiskan waktu di jalan, risiko mengalami luka ringan tentu lebih besar.
Baca Juga: 55,4 Persen Pasien GERD Alami Esofagitis Erosif, Dokter Soroti Kebutuhan Terapi Baru
Karena itu, pengetahuan dasar mengenai cara menangani luka menjadi penting agar luka tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
1. Bersihkan luka terlebih dahulu
Langkah pertama adalah membersihkan luka dari kotoran atau benda asing yang menempel. Luka yang dibiarkan kotor dapat meningkatkan risiko infeksi.
Pembersihan perlu dilakukan secara hati-hati menggunakan bahan yang memang ditujukan untuk membersihkan luka.
Baca Juga: 4 dari 10 Anak Indonesia Alami Gigi Berlubang, Kemenkes Dorong Langkah Preventif Lewat UKS
Hindari menyentuh bagian luka dengan tangan yang kotor karena justru dapat membawa bakteri ke area yang terluka.
Jika terdapat benda asing yang tertanam cukup dalam, perdarahan sulit dihentikan, atau luka terlihat dalam dan lebar, penanganan mandiri sebaiknya tidak dipaksakan dan perlu mendapat pertolongan tenaga medis.
2. Lindungi luka setelah dibersihkan
Setelah luka dibersihkan, bagian yang terluka perlu dilindungi agar tidak mudah terkena debu, kotoran, maupun gesekan.
Untuk luka ringan, perlindungan dapat dilakukan menggunakan penutup luka seperti plester.
Penutup juga perlu diganti apabila sudah kotor, basah, atau tidak lagi mampu melindungi luka dengan baik.
3. Rawat luka selama proses penyembuhan
Penanganan luka tidak berhenti setelah luka ditutup. Kondisinya tetap perlu diperhatikan selama proses penyembuhan.
Baca Juga: MCU Rutin Meningkat Sejak Pandemi, Harga Layanan Masih Jadi Masalah
Perawatan dapat dilakukan sesuai kondisi luka dan petunjuk penggunaan produk perawatan luka yang digunakan.
Jika muncul tanda-tanda infeksi seperti kemerahan yang semakin meluas, bengkak, nyeri yang bertambah, keluar nanah, atau demam, pemeriksaan medis diperlukan.
Tiga langkah sederhana tersebut dirangkum dalam prinsip Bersihkan, Lindungi, dan Sembuhkan yang diperkenalkan dalam sebuah program edukasi pertolongan pertama dan perawatan luka bagi pengemudi transportasi daring.
Baca Juga: Mengenal SkinSignal: Teknologi Analisis Mikrobioma Kulit DNA
Mengapa pertolongan pertama penting bagi orang yang banyak beraktivitas di jalan?
Mobilitas tinggi membuat pengemudi transportasi daring berhadapan dengan berbagai kondisi di jalan.
Selain berpotensi mengalami luka ringan, mereka juga dapat berada di lokasi ketika pengguna jalan lain membutuhkan bantuan pertama.
Roy Nugroho, Director of Commercial Grab Indonesia, mengatakan, keselamatan mitra pengemudi menjadi salah satu perhatian dalam aktivitas mereka.
Baca Juga: Kenapa Pasien Kanker Indonesia Berobat ke Singapura? Bukan Cuma Soal Dokter
“Keselamatan Mitra Pengemudi selalu menjadi fokus utama Grab, terlebih karena aktivitas mereka yang memiliki mobilitas tinggi dan banyak dilakukan di jalan. Dalam kesehariannya, Mitra Pengemudi juga kerap menjadi orang pertama yang membantu pengguna jalan lain saat menghadapi berbagai situasi di jalan,” kata Roy.
Menurut dia, pengetahuan mengenai perawatan luka dapat digunakan tidak hanya untuk menangani cedera sendiri, tetapi juga ketika membantu orang lain.
“Karena itu, kami mengapresiasi Hansaplast yang tidak hanya menghadirkan produk, tetapi juga membekali Mitra Pengemudi dengan pengetahuan perawatan luka yang bisa langsung dipraktikkan, baik untuk diri sendiri maupun untuk menolong orang lain,” ujarnya.
Diikuti ribuan pengemudi di 10 kota
Edukasi tersebut menjadi bagian dari kolaborasi First Aid On The Go yang dimulai pada Juni 2026.
Baca Juga: BPOM Dapat Anggaran Rp 1,9 Triliun, Sekitar Rp 509 M Khusus untuk Awasi MBG
Program pelatihan perawatan luka digelar secara seri dan diikuti 2.238 mitra pengemudi di 10 kota, yakni Jakarta, Depok, Balikpapan, Makassar, Manado, Medan, Palembang, Solo, Surabaya, dan Yogyakarta.
Vivilya Lukman, Business Unit Health Care Director PT Beiersdorf Indonesia, mengatakan, edukasi pertolongan pertama perlu berjalan beriringan dengan ketersediaan perlengkapan perawatan luka.
“Sebagai brand perawatan luka nomor satu di Indonesia, Hansaplast percaya bahwa edukasi tentang pertolongan pertama sama pentingnya dengan menghadirkan produk yang dapat diandalkan ketika dibutuhkan,” kata Vivilya.
Baca Juga: Pahit Tapi Enak, Berikut 6 Manfaat Matcha untuk Tubuh dan Mental
Dia mengatakan program tersebut juga diarahkan untuk menjangkau kelompok dengan mobilitas tinggi, termasuk mitra pengemudi.
“Melalui kolaborasi dengan Grab, kami dapat membawa edukasi tersebut lebih dekat dengan kelompok yang relevan, termasuk Mitra Pengemudi, sekaligus menjangkau konsumen secara lebih luas melalui berbagai touchpoint di ekosistem Grab,” ujar Vivilya.
Selain itu, pada 12 September 2026, program edukasi tersebut mendapat penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori pelatihan perawatan luka secara seri dengan jumlah peserta terbanyak.
Baca Juga: TBC dan Stroke Telan Banyak Korban, 100 Juta Orang Ditarget Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Penghargaan itu diberikan setelah program melibatkan 2.238 mitra pengemudi di 10 kota.
Kalau ingin, saya juga bisa membuat 3 alternatif judul yang lebih kuat untuk Google Discover dengan angle kesehatan yang sama.