JawaPos.com - Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan 4 dari 10 anak Indonesia mengalami masalah gigi berlubang. Kemenkes Indonesia pun mendorong penguatan upaya promotif dan preventif untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut anak sejak dini dari sekolah melalui UKS.
Wakil Menteri Kesehatan Prof Dante Saksono Harbuwono mengatakan pemeriksaan gigi merupakan salah satu prioritas dalam program CKG dan perlu dimanfaatkan oleh seluruh anak sekolah.
"Sekolah menjadi salah satu kunci karena di sana ada UKS, dokter kecil, pramuka, dan berbagai kegiatan yang dapat digunakan untuk membangun kebiasaan sehat,” kata Dante, Jumat (18/9).
Menurut Dante, masalah gigi tidak seharusnya baru ditangani ketika sudah sakit. Pemeriksaan secara rutin setiap enam bulan diperlukan untuk mendeteksi masalah sejak dini, disertai kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut setiap hari.
Ia juga mendorong sekolah untuk mengajarkan hal-hal sederhana terkait perawatan gigi, mulai dari cara menyikat gigi yang benar, memilih makanan yang baik untuk kesehatan gigi, hingga mengenalkan penggunaan pasta gigi berfluoride.
Ia meminta para murid di sekolah juga dapat dilibatkan sebagai “detektif gigi berlubang” untuk membantu mengenali tanda-tanda masalah gigi pada teman-temannya.
Selain pemeriksaan rutin, Dante mengingatkan pentingnya waktu menyikat gigi yang tepat, yakni setelah sarapan dan sebelum tidur malam. Kebiasaan sederhana tersebut perlu dibangun sejak anak-anak agar menjadi bagian dari perilaku hidup sehat.