← Beranda
Uruguay Tetapkan Status Darurat Kesehatan akibat Flu Burung
AntaraMinggu, 6 September 2026 | 18.46 WIB
Ilustrasi flu burung atau H5N1. (Sutterstock/Antara)
 

 

JawaPos.com - Pemerintah Uruguay, Jumat (4/9), menetapkan status darurat kesehatan nasional setelah virus flu burung H5 ditemukan  pada unggas peliharaan skala rumah tangga.

Kementerian Peternakan Pertanian dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Layanan Peternakan Uruguay mengonfirmasi adanya wabah tersebut di Colonia, departemento barat daya negara itu.

Penetapan itu dilakukan menyusul kekhawatiran kesehatan akibat kematian sejumlah unggas.

Baca Juga: Penuhi Kebutuhan DHA pada Anak Usia Sekolah agar Fungsi Otak Optimal

Meskipun tes cepat awal menunjukkan hasil negatif, analisis laboratorium resmi berikutnya mengonfirmasi keberadaan virus tersebut.

Pihak berwenang memerintahkan penutupan lokasi terdampak secara nasional serta memberlakukan pembatasan ketat terhadap pergerakan unggas nonkomersial.

Arahan darurat tersebut membatasi segala pergerakan unggas peliharaan rumah tangga dan unggas yang tidak terdata di dalam negeri, namun memberikan pengecualian bagi unggas yang terdaftar dalam Sistem Pemantauan Unggas resmi.

Baca Juga: Wujudkan Nol Kematian pada 2030, Kenali Tanda Bahaya DBD, Jangan Lengah saat Demam Turun

Keputusan tersebut juga menangguhkan penyelenggaraan pameran, lelang, dan pertunjukan publik yang melibatkan spesies unggas.

Pihak berwenang mewajibkan unggas yang dipelihara secara bebas atau di halaman rumah untuk ditempatkan di dalam fasilitas tertutup dan beratap guna mencegah kontak dengan burung liar.

Petugas sanitasi telah memulai proses pemusnahan dan pembuangan yang aman terhadap semua unggas yang terpapar di lokasi terdampak, serta melakukan pembersihan dan disinfeksi menyeluruh terhadap material yang berpotensi terkontaminasi.

Bagi para peternak unggas, pihak kementerian merekomendasikan penerapan langkah-langkah biosekuriti yang sangat ketat, seperti membatasi akses masuk bagi orang atau kendaraan yang tidak berkepentingan, melindungi sumber air dan pakan dari burung liar, serta memperkuat protokol disinfeksi.

Para pejabat menegaskan bahwa konsumsi daging unggas atau telur tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan manusia, meskipun tim pertanian terus berkoordinasi dengan otoritas kesehatan untuk memantau individu yang terpapar.

Flu burung A(H5NI), subtipe sangat patogen yang terutama menginfeksi unggas namun jarang menular ke manusia melalui kontak erat, memiliki tingkat kematian yang tinggi pada manusia, meskipun penularan berkelanjutan antarmanusia belum pernah tercatat.

Baca Juga: Cara Ajarkan Anak Hidup Bersih dan Sehat dari Sekolah, Bukan Cuma Cuci Tangan

Masyarakat diimbau untuk tidak menyentuh atau menangani unggas yang mati atau sakit.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah