← Beranda
AI Kesehatan Melengkapi Layanan Medis Onsite pada Muktamar NU ke-35
Latu Ratri MubyarsahRabu, 2 September 2026 | 15.39 WIB
Tampilan RHE-NU yang memberikan akses awal informasi Kesehatan selama Muktamar NU ke-35. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 berakhir dengan meninggalkan salah satu pengalaman baru dalam dukungan pelayanan kesehatan pada kegiatan berskala besar.

Yakni pemanfaatan kecerdasan buatan sebagai pendamping kesehatan virtual yang bekerja berdampingan dengan tim medis di lapangan.

Selama rangkaian kegiatan, RHE-NU, bagian dari Rhemedi Medical Intelligence Assistant (RHE-INA) yang dikembangkan Rhemedi Medical Services, diintegrasikan sebagai bagian dari dukungan pelayanan kesehatan bersama jejaring medis di lokasi Muktamar.

Baca Juga: Hari ke-4 Muktamar NU Memanas, Massa Pendukung Calon Ketum Terlibat Adu Jotos

Layanan itu di bawah koordinasi Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama dan Tim Kesehatan Muktamar NU ke-35.

Sistem tersebut dirancang sebagai layanan awal dan personal bagi Muktamirin sebelum diperlukan pemeriksaan tenaga medis.

Melalui perangkat masing-masing, peserta dapat menyampaikan keluhan kesehatan, memperoleh informasi awal, mengakses lokasi pos kesehatan terdekat, serta mendapatkan jalur komunikasi dengan dokter yang bertugas apabila konsultasi lebih lanjut diperlukan.

Baca Juga: Pemilihan AHWA Muktamar NU Dinilai Berbelit, Rais Syuriah Garut Khawatir Potensi Kecurangan

Dalam penggunaan selama Muktamar, sejumlah keluhan kesehatan disampaikan melalui layanan virtual tersebut, antara lain pusing, batuk dan pilek, hingga luka lepuh.

Pada kondisi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, peserta diarahkan untuk melanjutkan pelayanan kepada tenaga kesehatan secara langsung.

Untuk situasi kegawatdaruratan, pelayanan melalui pos kesehatan dan tenaga medis tetap menjadi jalur utama.

Pendekatan tersebut memperlihatkan model hybrid healthcare support, di mana teknologi digital tidak menggantikan dokter, melainkan membantu memperluas akses awal dan navigasi pelayanan sebelum peserta berinteraksi dengan tim medis onsite.

Selain fungsi konsultasi awal, RHE-NU menyediakan fitur Bantuan Cepat yang memungkinkan peserta mengakses lokasi pos kesehatan melalui Google Maps serta menemukan kanal WhatsApp atau telepon dokter yang tersedia selama kegiatan.

Wakil Koordinator Tim Kesehatan Muktamar NU ke-35 Rheza Maulana berharap pemanfaatan AI seperti RHE-NU dapat membantu penyaringan awal keluhan yang memerlukan tindak lanjut medis, sekaligus menjadi sarana edukasi dan informasi kesehatan bagi Muktamirin.

Baca Juga: Prabowo Bakal Dapat Kartu Anggota NU, Diserahkan saat Tutup Muktamar NU

Menurut dia, penggunaan teknologi ini juga mencerminkan kemampuan NU untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Namun tetap menempatkan tenaga medis sebagai pengambil keputusan klinis dan teknologi sebagai sarana untuk memperluas kemaslahatan bagi umat.

Dia menjelaskan, model ini menunjukkan salah satu kemungkinan penggunaan kecerdasan buatan dalam kegiatan dengan jumlah peserta besar menjadi lapisan pendamping antara kebutuhan kesehatan peserta dan pelayanan medis di lapangan.

Baca Juga: Jika Terbukti Terjadi Politik Uang, Sekjen Himanu: Hasil Muktamar NU Bisa Dianulir

”Keputusan klinis, pemeriksaan fisik, terapi, dan rujukan tetap berada di bawah kewenangan tenaga kesehatan,” ujar Rheza Maulana.

Implementasi selama Muktamar NU ke-35 selanjutnya dapat menjadi bahan evaluasi mengenai bagaimana teknologi kesehatan digital dapat digunakan secara aman, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kebutuhan manusia dalam mendukung pelayanan kesehatan pada kegiatan berskala besar.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah