JawaPos.com - Bunyi "krek-krek" disertai nyeri pada sendi kerap dianggap keluhan biasa, padahal bisa berbahaya terutama jika muncul berulang dan mulai mengganggu aktivitas.
Kondisi tersebut bisa menjadi salah satu tanda tubuh mengalami osteoartritis atau radang sendi.
Dokter Spesialis Bedah Ortopedi dan Traumatologi, Subspesialis Kaki dan Pergelangan Kaki, Dr. dr. Ihsan Oesman, Sp.OT (K), mengungkapkan terdapat sejumlah gejala khas yang perlu diperhatikan untuk mengenali osteoartritis sejak awal.
Osteoartritis merupakan kondisi patologis pada persendian yang terjadi akibat kerusakan tulang rawan maupun membran sinovial, yakni jaringan lunak yang berfungsi memberikan pelumas pada sendi.
Baca Juga: Nyeri Sendi Tangan Berulang Terutama Saat Bangun Tidur, Bisa Jadi Rheumatoid Arthritis
"Kalau ditanya osteoartritis secara definisi kita sebut sebagai radang sendi. Kalau ditanya radang sendi, artinya bisa mengenai semua sendi di dalam tubuh kita," ujar dr. Ihsan kepada wartawan, Jumat (28/8).
Ia menerangkan, radang sendi dapat menyerang berbagai bagian tubuh, mulai dari pergelangan tangan, siku, dan bahu hingga panggul, lutut, dan pergelangan kaki.
Namun, lutut menjadi salah satu sendi yang rentan bermasalah karena menopang sebagian besar beban tubuh ketika berdiri dan bergerak.
Menurut dr. Ihsan, osteoartritis secara umum terbagi menjadi primary osteoarthritis dan secondary osteoarthritis.
Osteoartritis primer dapat berkaitan dengan proses penuaan dan perubahan hormon, khususnya pada perempuan berusia di atas 50 tahun yang memasuki masa menopause.
Baca Juga: Jangan Panik, Ini 5 Tips Mengatasi Radang Tenggorokan dengan Mudah
Sementara osteoartritis sekunder biasanya memiliki faktor pencetus, seperti trauma, penyakit lain termasuk rematik, maupun bentuk atau struktur lutut yang berbeda pada seseorang.
5 Gejala Khas Osteoartritis
dr. Ihsan menyebut sejumlah gejala yang dapat menjadi tanda osteoartritis. Berikut lima di antaranya:
1. Nyeri pada sendi
Nyeri merupakan salah satu gejala paling umum osteoartritis. Rasa sakit muncul pada bagian sendi yang mengalami masalah dan dapat terasa ketika sendi digunakan untuk beraktivitas.
2. Sendi terasa kaku
Gejala berikutnya adalah kekakuan pada sendi. Keluhan ini sering muncul pada pagi hari atau setelah seseorang terlalu lama berada dalam kondisi diam.
3. Kemampuan beraktivitas menurun
Kerusakan pada sendi juga dapat menyebabkan fungsi dan kemampuan bergerak menurun.
Baca Juga: Jangan Diabaikan, Ini 5 Langkah Efektif Meredakan Radang Tenggorokan
Seseorang bisa mulai kesulitan berdiri dalam waktu lama atau melakukan aktivitas sehari-hari maupun olahraga.
4. Muncul bunyi "krek-krek"
Bunyi atau sensasi "krek-krek" saat sendi digerakkan juga dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan.
Menurut Ihsan, keluhan ini terkadang muncul ketika osteoartritis sudah memasuki tahap lebih lanjut.
5. Gesekan antartulang semakin terasa
Pada kondisi yang lebih lanjut, kerusakan tulang rawan dan berkurangnya pelumas pada sendi dapat membuat perlindungan antartulang berkurang. Akibatnya, gesekan antartulang menjadi lebih nyata ketika sendi digerakkan.
"Kalau kita lihat kekakuannya, paling sering timbul di pagi hari atau proses ketika kita banyak diam," ungkapnya.
Baca Juga: Penyakit Radang Usus Banyak Menyerang Usia Produktif, Kesadaran Masyarakat Dinilai Masih Rendah
dr. Ihsan menjelaskan, bunyi pada sendi juga dapat berkaitan dengan kondisi ketika perlindungan antartulang mulai berkurang.
"Pelumasnya sudah enggak ada, sehingga perlindungan antara kedua tulang menjadi hilang, sehingga gesekan tulangnya menjadi lebih nyata. Jadi itu merupakan gambaran yang seringkali khas untuk osteoartritis," pungkasnya.