JawaPos.com-Musim kemarau yang melanda saat ini memberikan dampak secara langsung terhadap kehidupan manusia.
Bisa jadi keluhan yang anda alami saat ini berkaitan dengan kondisi musim kemarau yang berlangsung cukup panjang.
Seperti rasa gatal di tenggorokan, hidung berair, batuk, pilek merupakan salah satu gejala dari ISPA.
Beberapa penyakit lain mungkin juga mengintai saat musim kemarau ini. Oleh karena itu, menjaga kebersihan juga menjadi hal penting untuk membantu menghindari risiko terkena penyakit selama musim kemarau.
Mengutip informasi dari laman datascripmall dan medizen.co pada (28/08), berikut adalah penyakit yang rentan muncul selama musim kemarau panjang.
-
ISPA
Musim kemarau dapat meningkatkan kasus ISPA. hal ini terjadi karena suhu meningkat secara drastis, sementara polusi udara serta debu-debu bertebaran, sampai asap kering yang mempengaruhi saluran pernapasan. Gejala ISPA yang muncul seperti demam, tenggorokan gatal, pilek, batuk, serta hidung tersumbat. Kondisi ini dapat anda antisipasi dengan menggunakan masker, mengepel lantai yang berdebu, menyiram jalanan yang kering, serta rutin membersihkan lingkungan rumah.
-
Diare
Kondisi kelangkaan air di musim kemarau dapat meningkatkan kasus diare, sebab beberapa orang akan kesulitan menjaga kebersihan, terutama pada makanan. Suhu yang terlalu panas juga dapat membuat makanan lebih cepat basi, sehingga meningkatkan kemungkinan diare jika makanan yang sudah basi tetap dikonsumsi.
-
DBD
Genangan air pada bak mandi dapat menjadi sarang nyamuk,. Musim kemarau membuat cuaca menjadi lebih panas, sehingga aktivitas serangga dalam mencari mangsa, termasuk nyamuk DBD dapat meningkat. Penyakit DBD lebih cepat menular terutama di lingkungan padat penduduk yang tidak bersih.
-
Penyakit kulit
Cuaca panas dapat membuat kulit kering dan kehilangan kelembaban. Anda bahkan bisa teriritasi saat beraktivitas di luar ruangan tanpa pakaian yang melindungi tubuh anda. Oleh karena itu, penting untuk memakai pelembab kulit serta moisturizer agar kulit anda tidak pecah-pecah dan tetap terjaga kelembabannya.
-
Mata iritasi
Musim kemarau rentan membuat mata anda teriritasi. Terutama bagi anda yang berkendara, menatap layar lebih lama, serta bekerja di ruangan non AC. gejala yang paling sering muncul adalah mata berair dan berwarna merah. Istirahatkan mata anda sejenak sehingga dapat membantu mengatasi kondisi iritasi mata ini.
-
Heatstroke
Heatstroke bisa lebih mudah terjadi terutama disaat musim kemarau. Cuaca yang sangat panas berpotensi membuat tubuh rentan tumbang menghadapi teriknya matahari, terutama bagi anda yang beraktivitas outdoor. Gejala heatstroke yang muncul seperti pusing, mual, muntah, sampai pingsan.
***