Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Rizka Andalusia mengatakan, saat ini pihaknya telah membangun rumah sakit darurat di Ruteng NTT yang sudah melayani operasi patah tulang.
"Kementerian Kesehatan full team dari tenaga medisnya, kemudian perlengkapan perbekalan kesehatannya, sampai kepada alat kesehatannya terutama untuk penanganan fraktur (patah tulang) ya, karena kalau bencana itu kan kebanyakan patah tulang gitu," ujarnya kepada wartawan, Rabu (26/8).
Baca Juga: Rekening Mas Botok AMPB Diblokir, Rhenald Kasali Ingatkan Krisis Kanada hingga Hongkong
Setelah ruang operasi darurat dibuka, Rizka menyebut bahwa sudah ada lebih dari 10 operasi patah tulang yang dilakukan terhadap korban bencana di NTT.
"Termasuk juga ibu-ibu melahirkan. Karena itu enggak bisa ditunda kan," ucapnya.
Di sisi lain, penanganan penyakit hemodialisis yang mengharuskan cuci darah juga dipastikan tetap dilakukan dengan alat-alat yang sudah di-supply Kemenkes.
"Hemodialisis juga enggak boleh berhenti, kalau berhenti nanti pasiennya, mohon maaf ya, akan jadi parah dan kematian nanti ya. Jadi kita enggak berhenti, semua kita udah jalankan di sana," pungkas Rizka.