JawaPos.com – Veneer gigi masih menjadi tren dikalangan masyarakat seiring tingkat kesadaran akan kesehatan dan estetika. Pasalnya, veneer gigi bisa membuat gigi lebih rapi dan putih natural.
Diungkapkan drg. Deviana Maria Anastasia, Co-Founder dan Chief Marketing Officer VINIR, tren veneer gigi tidak lepas dari kebutuhan pasien terhadap perawatan estetika. Terlebih veneer bisa menjadi solusi instan yang tetap aman bagi kesehatan gigi asli.
“Untuk veneer gigi, sekarang trennya natural looking smile. Jadi, pasien mau bentuk gigi yang proporsional dengan wajah pasien dan warna yang cerah, hasilnya senyuman terlihat sehat dan natural,” ujar drg. Deviana.
Baca Juga: Asus ExpertBook P5 G2 Bidik Profesional Hybrid, Andalkan AI hingga Keamanan Kelas Enterprise
Tentunya Veneer bisa menjadi solusi cepat untuk perawatan estetika gigi karena didukung dengan teknologi canggih dan disupervisi dokter gigi berpengalaman.
Salah satunya menggunakan Smile Design Technology. Yakni proses veneer gigi dirancang secara personal mengikuti bentuk wajah dan warna kulit masing-masing pasien, hingga menghasilkan tampilan putih yang natural dan tidak terkesan berlebihan.
“Di VINIR, kami menggunakan analisis Smile Design sesuai dengan bentuk wajah dan warna putih di bola mata. Banyak sekali aspek-aspek yang perlu diperhatikan, misalnya kesimetrisan wajah, smile curve, rasio panjang dan lebar gigi, dan beberapa hal lainnya,” lanjut drg. Deviana.
Atasi Bercak Putih Gigi
Masalah bercak putih pada gigi memang bisa diatasidengan veneer. Dikatakan Drg. Deviana, kondisi gigi dengan banyak bercak putih memiliki kesan bahwa warna tidak merata. Padahal, bercak putih terjadi akibat gigi terlalu banyak mengandung mineral.
Kenapa veneer bisa jadi pilihan untuk atasi bercak putih pada gigi? Biasanya masalah bercak putih ini diatasi dengan perawaran bleaching biasa. Tapi metode bleaching dianggap punya batasan sendiri.
“Bercak putih cukup umum terjadi, tapi Bleaching punya batasannya sendiri, terutama jika warna gigi tidak merata karena faktor mineral. Di sinilah veneer bisa menjadi solusi, apalagi dengan teknologi. pemasangan veneer bisa dilakukan dengan tanpa kikis, sehingga minim risiko terhadap struktur gigi asli," jelas dokter gigi lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti ini.
Pakai Veneer Gigi Semudah Perawatan Gigi Asli
Drg. Deviana menjelaskan, cara merawat veneer gigi juga tidak jauh berbeda dengan perawatan gigi biasa. Yakni melakukan kontrol berkala enam bulan sekali dan menyikat gigi dua kali sehari serta rutin menggunakan floss pada sela-sela gigi.
Selain itu, hindari juga menggigit benda atau makanan keras dan mengonsumsi makanan yang sifatnya lengket atau menempel di gigi. Dengan perawatan ini, veneer gigi dapat bertahan lebih lama, bahkan lebih dari 10 tahun. Selain itu, hal ini juga dapat meminimalisir bau mulut.
"Sebenarnya bau mulut dapat terjadi kalau pasien kurang menjaga kebersihan veneer, akibatnya plak pada gusi dan sela-sela gigi bisa menumpuk. Di VINIR, pemasangan veneer gigi dilakukan oleh dokter gigi profesional yang paham dengan tekniknya serta pasti terjaga hygiene-nya,” tutup dokter gigi yang tersertifikasi 3Shape Digital Dentist dan CEREC Asia Dentist ini.