← Beranda
Pabrik Botoks Pertama di Indonesia Resmi Beroperasi, Produksi Botulinum Toxin Type A
Nanda PrayogaSelasa, 21 Juli 2026 | 13.44 WIB
Indonesia kini memiliki pabrik Botulinum Toxin (Botoks) yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

JawaPos.com - Untuk kali pertama, Indonesia kini memiliki pabrik Botulinum Toxin (Botoks) yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat.

Fasilitas manufaktur tersebut resmi beroperasi setelah mengantongi sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Pabrik Botoks tersebut disiapkan untuk mengembangkan dan memproduksi produk biofarmasi estetika berbasis Botulinum Toxin Type A di dalam negeri.

Kehadirannya juga diharapkan dapat memperkuat kapasitas industri farmasi nasional sekaligus mendukung pengembangan biofarmasi estetika di Indonesia.

Baca Juga: Tak Perlu Kocek Uang Banyak, 4 Perawatan Wajah Sederhana yang Harus Dirutinkan Menurut Dermatologis

Sertifikasi CPOB yang diterbitkan BPOM menandakan fasilitas manufaktur beserta sistem manajemen mutu perusahaan telah memenuhi standar yang ditetapkan regulator.

Pengakuan tersebut menjadi dasar bagi operasional produksi biofarmasi estetika yang mengedepankan aspek mutu, keamanan, dan konsistensi proses.

Perusahaan pengelola pabrik tersebut bergerak di bidang penelitian, pengembangan, dan manufaktur biofarmasi estetika.

Saat ini, perusahaan tengah mengembangkan berbagai produk berbasis Botulinum Toxin Type A.

Dengan sertifikasi CPOB, fasilitas produksi dan sistem manajemen mutu yang dimiliki dinyatakan telah memenuhi persyaratan BPOM. Sehingga dapat mendukung pengembangan produk sesuai standar yang berlaku.

Baca Juga: Lawan Gerah saat Cuaca Terik dengan 3 Masker Wajah Alami yang Menyegarkan

Fasilitas manufaktur tersebut dilengkapi dengan teknologi produksi modern, area produksi steril, serta sistem manajemen mutu yang mencakup seluruh tahapan produksi.

Mulai dari penerimaan bahan baku, proses manufaktur, pengujian, hingga distribusi dirancang agar kualitas dan keamanan produk tetap terjaga secara konsisten sesuai persyaratan Good Manufacturing Practices (GMP).

Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Transformasi Sistem Kesehatan, Agus Tjahajana Wirakusumah mengatakan, keberadaan fasilitas manufaktur biofarmasi dinilai sejalan dengan agenda transformasi sistem kesehatan.

Khususnya dalam meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri, penguasaan teknologi, serta kolaborasi antara pemerintah, industri, dan institusi pendidikan.

Ia mengatakan, pemerintah terus mendorong terwujudnya ketahanan kesehatan nasional melalui penguatan kapasitas produksi dalam negeri, penguasaan teknologi, serta peningkatan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan institusi pendidikan.

Baca Juga: Rahasia Kulit Tampak Bersinar, Begini Cara Bikin Masker Wajah Alami dari Kulit Jeruk

“Kehadiran fasilitas manufaktur ini diharapkan dapat mendukung kemandirian farmasi Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing industri kesehatan nasional,” kata Agus di Cikarang, Senin (20/7).

Sementara itu, Kepala BPOM Taruna Ikrar menilai peresmian fasilitas manufaktur dan pencapaian sertifikasi CPOB menjadi salah satu langkah memperkuat industri farmasi dan biofarmasi nasional, melalui penerapan standar internasional terkait keamanan, mutu, dan khasiat produk.

“Mencerminkan komitmen perusahaan dalam memenuhi standar internasional terkait keamanan, mutu, dan khasiat, sekaligus menjadi langkah penting dalam memperkuat industri farmasi dan biofarmasi di Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, Joh Young Hoon, Chief Executive Officer of Selatox, menyampaikan, perolehan sertifikasi CPOB dari BPOM merupakan pencapaian penting bagi pihaknya.

“Sertifikasi ini menegaskan bahwa fasilitas manufaktur dan sistem manajemen mutu kami telah memenuhi standar yang ditetapkan. Melalui proses produksi yang presisi dan standar pengendalian mutu yang ketat, kami berkomitmen menghadirkan produk berkualitas tinggi yang dapat dipercaya oleh tenaga kesehatan dan para mitra kami,” ungkapnya.

Baca Juga: Tak Hanya Skincare, 10 Makanan Ini Dapat Mendukung Kulit Sehat dan Bercahaya

Seiring beroperasinya pabrik botoks pertama di Indonesia dan diperolehnya sertifikasi CPOB, pihaknya menargetkan pengembangan ekosistem biofarmasi estetika yang mengintegrasikan riset, manufaktur, dan operasional bisnis.

Selain itu, perusahaan juga menyatakan akan terus memperkuat investasi pada pengembangan sumber daya manusia serta penerapan teknologi manufaktur berstandar internasional.

EDITOR: Bayu Putra