← Beranda
Anak Alergi Susu Sapi Tetap Bisa Tumbuh Optimal? Ini Penjelasan dan Pentingnya Dukungan Nutrisi Sejak Dini
Rian AlfiantoSabtu, 18 Juli 2026 | 01.18 WIB
Ilustrasi aktivitas yang merangsang kognitif dan motorik pada anak. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Anak yang mengalami alergi atau tidak cocok terhadap protein susu sapi bukan berarti akan tertinggal dalam tumbuh kembangnya. Dengan diagnosis yang tepat, pemenuhan nutrisi sesuai rekomendasi tenaga kesehatan, serta stimulasi yang memadai, anak tetap memiliki peluang berkembang optimal, baik dari sisi fisik, kognitif, maupun sosial.

Isu alergi susu sapi masih menjadi salah satu kekhawatiran terbesar bagi banyak orang tua. Tidak sedikit yang khawatir kondisi tersebut akan menghambat kemampuan belajar, aktivitas fisik, hingga prestasi anak di masa depan.

Padahal, para ahli kesehatan menekankan bahwa alergi protein susu sapi tidak identik dengan gangguan tumbuh kembang permanen. Yang terpenting adalah mengenali gejalanya sejak dini, memastikan kebutuhan nutrisi anak tetap terpenuhi melalui sumber yang sesuai, serta memberikan stimulasi belajar dan aktivitas fisik yang seimbang.

Baca Juga: Garudayaksa FC Pastikan Kebugaran Pemain Jelang Super League, Pemain Jalani Medical Check-Up

Kesadaran tersebut juga mendorong berbagai kegiatan edukasi kepada masyarakat bertepatan dengan World Allergy Week 2026 dan menjelang Hari Anak Nasional. Salah satunya diwujudkan melalui kompetisi yang mengajak anak-anak mengasah kemampuan fisik sekaligus kognitif sebagai bentuk pembuktian bahwa keterbatasan akibat alergi tidak harus menjadi penghalang untuk berprestasi.

Aktivitas Fisik dan Kognitif Sama Pentingnya bagi Tumbuh Kembang Anak

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak mengikuti konsep Brain Gym, yaitu kompetisi yang menggabungkan tantangan aktivitas fisik dengan kemampuan berpikir. Peserta tidak hanya diminta berlari melewati berbagai rintangan, tetapi juga harus tetap fokus menyelesaikan tantangan numerik dan linguistik dalam waktu bersamaan.

Konsep ini dirancang untuk melatih koordinasi tubuh, konsentrasi, kemampuan memecahkan masalah, hingga kepercayaan diri anak. Rangkaian penyisihan telah berlangsung di Jakarta dan Bandung sejak 27 Juni hingga 12 Juli 2026.

Baca Juga: PSIM Yogyakarta Jalani Medical Check-Up Jelang Super League Musim 2026/27

Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 3.000 peserta, yang kemudian diseleksi menjadi 12 finalis untuk bertanding pada babak puncak di Jakarta pada 26 Juli 2026 dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional. Selain kompetisi tatap muka, masyarakat dari berbagai daerah juga dapat mengikuti tantangan secara daring.

Edukasi Orang Tua Dinilai Sama Pentingnya dengan Nutrisi

Di balik kompetisi tersebut, penyelenggara juga menekankan pentingnya meningkatkan pemahaman orang tua mengenai penanganan anak yang memiliki sensitivitas terhadap susu sapi.

Senior Brand Manager Morinaga IFFO & Specialties Fitria Dewi Astari mengatakan, momentum World Allergy Week dimanfaatkan untuk memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai anak yang tidak cocok mengonsumsi susu sapi.

"Momen Allergy Week kami manfaatkan untuk mengedukasi masyarakat, sekaligus menggaungkan pesan 'SOYAKINBISA'. Lewat kompetisi Brain Gym di Soyalympic, kami ingin memperlihatkan secara langsung bahwa anak yang tidak cocok susu sapi pun bisa tumbuh optimal, memiliki koordinasi tubuh yang baik, cerdas, dan tangkas jika diberikan dukungan nutrisi yang tepat," ujar Fitria.

Menurut dia, proses belajar anak tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga ketika mereka aktif bergerak, berpikir cepat, dan berani mencoba berbagai tantangan.

"Melalui Soyalympic, kami ingin menunjukkan bahwa proses belajar tidak hanya terjadi saat anak duduk di kelas, tetapi juga ketika mereka bergerak aktif, berpikir cepat, dan berani mencoba. Kami berharap pengalaman ini dapat membantu anak mengembangkan potensi terbaiknya sejak dini," tambah dia.

Baca Juga: PERKI Minta Jaminan Teknologi hingga Keamanan Nakes Sebelum Pemerataan Dokter Spesialis

Setelah penyelenggaraan di Jakarta dan Bandung, kompetisi tersebut dijadwalkan berlanjut ke sejumlah kota lain, yakni Denpasar, Malang, Surabaya, Palembang, Lampung, Medan, Semarang, Yogyakarta-Solo, dan Makassar selama Agustus hingga September 2026.

Pada babak final, penyelenggara juga menyiapkan hadiah berupa tabungan pendidikan bagi para pemenang sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan anak. Melalui kegiatan ini, Kalbe Nutritionals melalui Morinaga Soya berharap semakin banyak orang tua memahami bahwa anak dengan alergi atau sensitivitas terhadap protein susu sapi tetap memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih prestasi apabila memperoleh dukungan nutrisi yang sesuai serta stimulasi yang tepat.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah