← Beranda
Susah Tidur, Susah Fokus, dan Selalu Gelisah? Jangan-Jangan Ini Bukan Insomnia Biasa Simak Penjelasannya
Naila Putri SaragihRabu, 17 Juni 2026 | 20.44 WIB
Ilustrasi sulit tidur. (Freepik)

Jawapos.com - Sudah coba tidur lebih awal, sudah kurangi kopi, sudah matikan HP tapi tetap saja matamu susah terpejam, pikiranmu tidak bisa berhenti berputar, dan paginya bangun dengan rasa lelah yang sama. 

Banyak orang baru menyadari gejalanya setelah tekanan hidup meningkat dan bagi mereka yang WFH, tekanan itu bisa datang diam-diam dari rutinitas yang tidak terstruktur.

Pikiran melayang ke mana-mana padahal kamu sudah mencoba fokus. Menyalahkan diri sendiri malas, tidak disiplin, tidak produktif. Tapi bagaimana kalau ternyata semua itu bukan soal karakter, melainkan soal cara otakmu bekerja?

Banyak orang dewasa yang WFH tanpa rutinitas jelas justru tanpa sadar sedang hidup dengan gejala yang tidak pernah terdiagnosis.

Kombinasi pola tidur yang kacau, kesulitan fokus, dan kegelisahan yang terus-menerus bisa menjadi sinyal yang selama ini diabaikan.

Sebelum terus menyalahkan diri sendiri, ada baiknya kamu memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi di dalam tubuh dan pikiran.

Melansir Alodokter, rspp.co.id dan Halodoc inilah tanda-tanda yang perlu kamu waspadai : 

1. Tidur sudah cukup tapi tetap mengantuk dan kelelahan seharian

Jam tidur jadi kacau, terjaga semalaman, dan baru bisa tidur di pagi hari lalu siang harinya jadi sangat mengantuk. Kondisi seperti ini membuat penderita mudah kelelahan dan otomatis makin sulit konsentrasi.

2. Otak tidak bisa "off" meski tubuh sudah minta istirahat

Pengidap kondisi ini ingin dapat tidur dengan nyenyak, tetapi tidak bisa melakukannya. Selain itu, mereka juga tidak merasakan kantuk sama sekali meski sudah larut malam. Pikiran terus berlari bahkan saat berbaring di tempat tidur. 

3. Susah memulai pekerjaan, bukan karena malas tapi otak terasa "macet"

Banyak orang dewasa dengan kondisi ini tidak terdiagnosis karena gejalanya sering disalah artikan sebagai masalah manajemen stres, kecemasan, atau bahkan dianggap sebagai karakter "pemalas" padahal individu ini biasanya berusaha sangat keras, tetapi otaknya bekerja dengan cara yang berbeda. 

4. Mudah teralihkan oleh hal-hal kecil yang tidak penting

Kesulitan dalam mempertahankan fokus adalah salah satu ciri yang paling menonjol seseorang mudah terdistraksi, melamun, atau sulit mempertahankan perhatian, terutama pada tugas yang dianggap membosankan atau tidak menarik. 

5. Gelisah terus-menerus meski tidak ada yang perlu dikhawatirkan

Pada orang dewasa, hiperaktivitas tidak lagi muncul sebagai gerakan fisik yang tidak bisa diam, melainkan berubah menjadi kegelisahan internal merasa terus-menerus gelisah, tidak nyaman diam, atau sulit untuk tenang bahkan di situasi yang seharusnya menenangkan. 

6. Sering lupa jadwal, kehilangan barang, dan miskomunikasi

Tanda lain yang kerap muncul adalah sering "melayang" saat percakapan atau membaca, mudah terdistraksi oleh pikiran sendiri, serta sering lupa pada janji, tenggat waktu, atau tugas rutin. 

7. Emosi naik-turun cepat tanpa alasan yang jelas

Fluktuasi suasana hati dan masalah interpersonal juga merupakan ciri yang umum  mudah frustasi, cemas, atau mengalami perubahan suasana hati yang cepat, serta sering dianggap tidak perhatian atau tidak bertanggung jawab oleh orang lain. 

8. Langkah pertama: konsultasi, bukan self-diagnose

Diagnosis tidak boleh ditegakkan melalui self-diagnose karena gejalanya bisa mirip dengan gangguan lain. Psikiater akan melakukan wawancara terkait riwayat masa kecil, pencapaian akademik atau pekerjaan, hubungan sosial, hingga kondisi kesehatan secara menyeluruh. 

EDITOR: Hanny Suwindari