Jawapos.com - Pernahkah memarahi anak karena dianggap tidak fokus, terlalu ribut, atau susah diatur padahal ternyata otaknya sedang berjuang keras hanya untuk duduk diam?
ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder adalah gangguan perkembangan pada otak yang menyebabkan penderitanya sulit berkonsentrasi, hiperaktif, serta munculnya perilaku impulsif bukan sekadar kenakalan yang bisa dimarahi begitu saja.
Yang lebih mengejutkan, gejala ADHD kerap disalahartikan sebagai perilaku anak yang sekadar aktif atau sulit diatur, sehingga kondisi ini sering kali terlambat untuk dikenali dan ditangani.
Melansir dari Alodokter dan Halodoc berikut 4 karakteristik utama ADHD yang wajib dikenali sebelum terlambat :
-
Karakteristik Inatensi atau Kesulitan Menjaga Fokus.
Pengidap ADHD dengan dominasi inatensi seringkali tampak seperti orang yang suka melamun atau tidak mendengarkan saat diajak berbicara langsung.
Mereka sangat mudah teralih oleh stimulasi kecil di sekitarnya, sering melakukan kesalahan akibat kurang teliti, serta kesulitan mengatur tugas yang terstruktur.
Hal ini juga membuat mereka kerap kehilangan barang pribadi, sering lupa dengan jadwal kegiatan harian, dan cenderung menghindari aktivitas yang membutuhkan konsentrasi mental dalam waktu lama.
-
Karakteristik Hiperaktivitas atau Energi Berlebih.
Berbeda dengan anak aktif pada umumnya, hiperaktivitas pada ADHD ditandai dengan gerakan fisik yang konstan dan seolah-olah digerakkan oleh mesin tanpa kenal lelah.
Mereka sering kali gelisah di kursi, menggerak-gerakkan tangan atau kaki secara konstan, serta kesulitan untuk tetap duduk tenang di situasi yang mengharuskannya diam.
Pada orang dewasa, hiperaktivitas ini sering kali tidak lagi muncul dalam bentuk fisik yang melompat-lompat, melainkan berubah menjadi perasaan gelisah yang konstan di dalam pikiran.
-
Karakteristik Impulsivitas atau Sulit Menahan Diri.
Perilaku impulsif ini terjadi karena otak pengidap ADHD mengalami hambatan dalam mengerem tindakan sebelum berpikir panjang mengenai konsekuensinya.
Gejala yang sering terlihat adalah kebiasaan memotong pembicaraan orang lain, menjawab pertanyaan sebelum selesai diajukan, serta ketidakmampuan untuk mengantri dengan sabar.
Sifat impulsif yang tinggi ini seringkali memicu konflik sosial karena tindakan mereka kerap dianggap tidak sopan atau ceroboh oleh lingkungan sekitar.
-
Kombinasi dari Seluruh Gejala dan Dampak Penyertanya.
Banyak kasus ADHD yang menunjukkan tipe kombinasi, dimana penderita mengalami masalah fokus sekaligus hiperaktif-impulsif secara bersamaan.
Menariknya, gangguan neurologis ini juga kerap berkaitan dengan masalah kesehatan lain, termasuk gangguan tidur seperti Restless Leg Syndrome (RLS) serta gangguan kecemasan.
Oleh karena itu, pengobatan ADHD biasanya melibatkan pendekatan menyeluruh, mulai dari terapi perilaku kognitif bersama psikolog, perubahan gaya hidup yang teratur, hingga pemberian obat-obatan khusus dari psikiater untuk menyeimbangkan neurotransmitter di otak.