← Beranda
7 Manfaat Medis Menjalani Diet Intermittent Fasting bagi Tubuh, Bisa Jaga Kesehatan Fisik!
Naila Putri SaragihSelasa, 16 Juni 2026 | 03.37 WIB
intermittent fasting.

Jawapos.com - Metode intermittent fasting atau diet puasa kini semakin populer sebagai salah satu opsi gaya hidup modern untuk meraih kebugaran fisik yang optimal. 

Berbeda dengan program diet tradisional yang berfokus pada pembatasan jenis menu, metode ini lebih menekankan pada pengaturan jendela waktu makan dan berpuasa. 

Melansir dari Halodoc,  dan kemenkes.go.id berikut adalah tujuh manfaat utama dari penerapan diet puasa bagi kesehatan tubuh :

1. Membakar Cadangan Lemak Tubuh

Ketika tubuh berada dalam jendela waktu berpuasa selama beberapa jam, pasokan glukosa dari makanan akan habis secara bertahap.

Kondisi kekurangan glukosa tersebut memaksa sistem metabolisme tubuh untuk segera memecah cadangan lemak dan mengubahnya menjadi sumber energi alternatif.

2. Mencegah Risiko Inflamasi Kronis

Peradangan atau inflamasi di dalam jaringan tubuh merupakan pemicu utama munculnya berbagai macam penyakit degeneratif yang berbahaya.

Pembatasan waktu makan melalui diet puasa terbukti efektif menekan respons inflamasi karena tubuh menerima asupan nutrisi secara teratur.

3. Menurunkan Risiko Diabetes Tipe-2

Kebiasaan mengonsumsi makanan ringan secara terus-menerus dapat memicu kelelahan pada organ pankreas dalam memproduksi hormon pengatur gula darah.

Penerapan jeda puasa secara konsisten mampu menurunkan kadar gula darah sekaligus memperbaiki tingkat sensitivitas hormon insulin terhadap makanan.

4. Melindungi Kesehatan Organ Jantung

Kadar kolesterol jahat dan trigliserida yang tinggi merupakan faktor risiko utama penyumbatan pembuluh darah. Metode intermittent fasting secara medis membantu mengontrol profil lipid darah, sehingga dapat menjaga kelancaran aliran darah dan mencegah penyakit jantung.

5. Mempercepat Proses Detoksifikasi Sel

Saat tubuh tidak disibukkan oleh proses pencernaan makanan, jaringan sel akan mengaktifkan mekanisme pembersihan mandiri yang disebut autophagy.

Proses alami ini bekerja dengan cara menghancurkan sel-sel rusak yang mengandung racun untuk diregenerasi menjadi komponen sel baru.

6. Meningkatkan Kinerja Fungsi Otak

Pembakaran lemak selama fase puasa akan menghasilkan senyawa keton yang mampu menembus pelindung saraf pusat.

Pasokan senyawa keton tersebut terbukti klinis mendukung pembentukan sel saraf baru di otak sekaligus meningkatkan kejernihan mental secara signifikan.

7. Memperbaiki Kualitas Tidur Malam

Jadwal makan yang teratur dan selesai lebih awal di malam hari memberikan waktu yang cukup bagi lambung untuk beristirahat.

Kondisi pencernaan yang tenang menjelang waktu tidur terbukti efektif menyelaraskan ritme sirkadian tubuh, sehingga siklus istirahat menjadi lebih berkualitas.

EDITOR: Hanny Suwindari