JawaPos.com - Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu faktor risiko utama yang kerap luput dari perhatian masyarakat adalah tingginya kadar kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) atau yang dikenal sebagai kolesterol jahat.
Pada dasarnya, kolesterol dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel-sel sehat, memproduksi hormon, serta membantu pembentukan vitamin D. Namun, kadar kolesterol yang berlebihan, khususnya LDL, dapat memicu penumpukan plak pada pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Masalahnya, kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala. Akibatnya, banyak penderita baru mengetahui kondisinya setelah mengalami komplikasi serius. Karena itu, kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kolesterol secara rutin perlu terus ditingkatkan.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Mitra Keluarga Kemayoran, dr. Nancy Virginia, Sp.JP(K), menegaskan bahwa kolesterol memang memiliki fungsi penting bagi tubuh, tetapi kadar yang berlebihan dapat menjadi pemicu utama penyakit jantung dan stroke. Ia juga mengingatkan bahwa kolesterol tinggi sering tidak menunjukkan tanda-tanda khusus sehingga kerap terlambat terdeteksi.
Menurut dr. Nancy, pengendalian kadar LDL secara optimal dapat membantu menekan risiko terjadinya komplikasi kardiovaskular di masa mendatang. Dia menyarankan bahwa pemeriksaan kolesterol dianjurkan mulai usia 20 tahun meliputi kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida, serta dilakukan berkala sesuai faktor risiko.
“Selain itu, lakukan pola makan sehat untuk jantung, olahraga rutin minimal 150 menit per minggu, menjaga berat badan ideal, dan membatasi alkohol maupun rokok. Pada beberapa kondisi, terapi obat seperti statin dan terapi non-statin diperlukan untuk membantu mencapai target LDL dan mencegah komplikasi penyakit kardiovaskular,” kata Nancy dalam edukasi kesehatan Love The Beat kolaborasi PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) dan Mitra Keluarga Kemayoran di Jakarta, Sabtu (13/6).
Pandangan serupa disampaikan Product Manager Optima Degenerative PT Kalbe Farma Tbk, Sona Karisnata Inriano. Ia menilai pengelolaan kolesterol memerlukan komitmen jangka panjang dari pasien.
Selain menerapkan gaya hidup sehat, pasien juga harus disiplin menjalani kontrol kesehatan, memahami penggunaan obat yang diresepkan, serta tidak menghentikan terapi tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter maupun apoteker.
Menurut Sona, kepatuhan terhadap terapi dan pemilihan pengobatan yang tepat berperan penting dalam menurunkan risiko komplikasi. Untuk mendukung upaya tersebut, Kalbe menghadirkan berbagai solusi, mulai dari edukasi kesehatan, dukungan pemeriksaan, hingga penyediaan terapi kardiovaskular yang sesuai kebutuhan pasien.
“Untuk pasien tertentu yang membutuhkan pengendalian LDL lebih intensif sesuai evaluasi dokter, Kalbe memiliki opsi terapi kombinasi rosuvastatin-ezetimibe. Tentunya, penggunaan terapi kombinasi juga harus mengikuti resep dan pemantauan tenaga medis,” ungkap Sona.
Sementara itu, Group Marketing Head PT Kalbe Farma Tbk, Maria Stefani, menyoroti masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap risiko kolesterol tinggi karena kondisi tersebut umumnya tidak menimbulkan keluhan yang jelas.
“Karena itu, edukasi kesehatan, deteksi dini, pemeriksaan kolesterol secara rutin, dan pengobatan yang tepat menjadi penting untuk mencegah komplikasi,” ujarnya.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang dirilis Kementerian Kesehatan, sebanyak 39,5 persen penduduk Indonesia memiliki kadar kolesterol di atas batas normal atau berada pada kategori tidak aman. Temuan ini menunjukkan tingginya kerentanan masyarakat terhadap penyakit kardiovaskular.
Karena itu, masyarakat didorong untuk lebih aktif melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, termasuk mengecek kadar kolesterol melalui medical check up guna mencegah gangguan jantung di kemudian hari.
Pemeriksaan rutin yang dianjurkan mencakup profil lipid, kadar gula darah, tekanan darah, serta evaluasi kesehatan jantung. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Mitra Keluarga Kemayoran menyediakan berbagai layanan pemeriksaan yang komprehensif.
Pemeriksaan berkala menjadi langkah penting dalam mendeteksi faktor risiko penyakit jantung sejak dini. Pasalnya, tidak sedikit pasien yang baru datang ke fasilitas kesehatan setelah mengalami komplikasi akibat faktor risiko yang tidak terkontrol.
Selain itu, masyarakat juga perlu menghindari kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, seperti konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, kurang beraktivitas fisik, serta tingginya tingkat stres.