JawaPos.com – Metabolisme yang lambat adalah salah satu penyebab utama kenaikan berat badan dan kelelahan kronis yang sering tidak disadari oleh banyak orang.
Berbagai kebiasaan yang tampak sepele ternyata memiliki dampak nyata pada kemampuan tubuh membakar kalori dan menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Studi tahun 2022 mengonfirmasi bahwa kebiasaan sehari-hari yang salah bisa secara signifikan memperlambat metabolisme dan memperburuk kondisi fisik seseorang.
Dilansir dari laman YourTango pada Rabu (10/6), berikut sepuluh kesalahan umum yang tanpa disadari terus-menerus memperlambat metabolisme dan cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.
1. Tidak makan cukup kalori
Ketika asupan kalori terlalu rendah, tubuh masuk ke mode kelaparan dan memperlambat metabolisme untuk menyimpan energi dari sedikit makanan yang masuk.
Pastikan kamu mengonsumsi minimal 1.400 kalori per hari agar tubuh memiliki cukup bahan bakar untuk berfungsi secara optimal sepanjang hari.
Makan dalam porsi kecil namun lebih sering sepanjang hari adalah strategi efektif untuk menjaga metabolisme tetap aktif dan bekerja secara konsisten.
2. Kurang tidur
Kurang tidur menyebabkan tubuh menggunakan lebih sedikit energi dan bergerak lebih lambat, yang secara langsung berdampak pada jumlah kalori yang dibakar.
Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur mengubah kadar hormon yang mengatur nafsu makan sehingga memengaruhi cara tubuh memproses makanan dan membakar energi.
Tidur enam hingga delapan jam setiap malam adalah langkah paling dasar namun paling efektif untuk memulihkan dan mengaktifkan kembali metabolisme tubuh.
3. Sedang dalam siklus menstruasi
Selama menstruasi, tubuh kehilangan zat besi yang berperan penting dalam mengangkut oksigen ke otot dan jaringan tubuh yang aktif bekerja.
Otot yang kekurangan oksigen akan bekerja kurang efisien dan menyebabkan kelelahan yang pada akhirnya memperlambat metabolisme secara signifikan.
Mengonsumsi makanan tinggi zat besi atau suplemen zat besi selama periode menstruasi bisa membantu menjaga metabolisme tetap berjalan dengan baik.
4. Makanan mengandung pestisida
Pestisida yang umum ditemukan pada buah dan sayuran konvensional dapat mengganggu proses metabolisme dan menghambat kemampuan tubuh membakar kalori secara efisien.
Satu studi menunjukkan bahwa paparan pestisida berpotensi berkontribusi pada gangguan metabolisme termasuk obesitas dan diabetes dalam jangka panjang.
Memilih buah dan sayuran organik adalah langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi paparan pestisida dan mendukung metabolisme yang lebih sehat.
5. Memilih jenis makanan yang salah
Karbohidrat olahan berwarna putih menghambat kemampuan tubuh membakar lemak secara efisien, sehingga sebaiknya diganti dengan karbohidrat berserat tinggi.
Serat terbukti dapat meningkatkan metabolisme hingga tiga puluh persen, sementara protein juga memberikan dorongan metabolisme yang sama segera setelah dikonsumsi.
Menambahkan yogurt, kacang-kacangan, dan biji-bijian ke dalam setiap makan adalah cara mudah untuk mendorong metabolisme lebih aktif sepanjang hari.
6. Terlalu banyak duduk dan tidak bergerak
Penelitian menunjukkan bahwa duduk hanya selama dua puluh menit sudah cukup untuk mulai memperlambat metabolisme secara nyata pada tubuh seseorang.
Studi tahun 2015 menemukan bahwa gaya hidup sedentari mengurangi pengeluaran energi total termasuk pembakaran kalori melalui aktivitas non-olahraga sehari-hari.
Bangkit setiap beberapa menit untuk bergerak atau melakukan peregangan singkat sudah cukup membantu mempertahankan laju metabolisme yang lebih optimal.
7. Makan di waktu yang tidak teratur
Tubuh memiliki jam biologis internal, dan makan pada waktu yang tidak konsisten setiap hari membuat tubuh kebingungan tentang kapan harus membakar kalori.
Metabolisme bekerja paling aktif di pagi hari dan awal sore, sehingga makan malam terlalu larut berarti membiarkan kalori lebih banyak tersimpan sebagai lemak.
Menetapkan jadwal makan yang konsisten setiap hari dan mengonsumsi porsi terbesar di pagi hari adalah cara cerdas untuk mengoptimalkan pembakaran kalori.
8. Kekurangan vitamin D
Vitamin D berperan penting dalam menjaga massa otot, dan otot adalah mesin utama yang menggerakkan metabolisme tubuh setiap harinya.
Kekurangan vitamin D terbukti berkontribusi pada perlambatan metabolisme dan menyulitkan pengelolaan berat badan terutama pada orang dewasa yang lebih tua.
Mengonsumsi makanan kaya vitamin D seperti ikan tuna, salmon, telur, dan susu setiap hari adalah cara efektif menjaga metabolisme tetap berjalan optimal.
9. Terlalu banyak mengonsumsi alkohol
Dua minuman beralkohol atau lebih membuat tubuh memprioritaskan alkohol sebagai bahan bakar utama, sehingga pembakaran lemak yang tersimpan menjadi terhenti.
Ketika metabolisme lemak terhenti, kalori yang masuk lebih mudah disimpan sebagai lemak tubuh yang berkontribusi pada kenaikan berat badan dari waktu ke waktu.
Menikmati minuman beralkohol sesekali dalam jumlah sangat terbatas adalah cara paling bijak untuk tidak mengorbankan metabolisme demi kesenangan sementara.
10. Kekurangan kalsium
Kalsium adalah nutrisi yang secara langsung menentukan bagaimana tubuh memetabolisme lemak, apakah digunakan sebagai bahan bakar atau disimpan sebagai lemak.
Jumlah kalsium yang dikonsumsi setiap hari akan menentukan apakah kalori yang masuk dibakar untuk energi atau justru tersimpan dan menyebabkan penambahan berat badan.
Mengonsumsi susu rendah lemak, yogurt, dan keju yang diperkaya kalsium setiap hari adalah langkah praktis untuk memastikan metabolisme lemak berjalan secara optimal.