← Beranda
Perbedaan Masuk Angin Biasa dengan Angin Duduk yang Bisa Sebabkan Masalah Jantung
Tazkia Royyan Hikmatiar• Selasa, 9 Juni 2026 | 22.27 WIB
Ilustrasi penderita angin duduk bisa sebabkan penyakit jantung. (freepik /orion_production)

JawaPos.com - Banyak yang masih mengira bahwa angin duduk hanya masalah kesehatan biasa seperti masuk angin yang bisa ditangani di rumah. Padahal, masalah angin duduk alias angina pektoris dapat mengindikasikan penyakit jantung serius.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr. Febtusia Puspitasari, Sp.JP, FIHA, FASCC, mengingatkan bahwa salah satu tanda penting yang perlu diwaspadai adalah nyeri dada yang semakin sering muncul dan semakin berat dari waktu ke waktu.

Ia menjelaskan bahwa nyeri dada akibat gangguan jantung umumnya memiliki karakteristik yang berbeda dengan keluhan masuk angin biasa.

Baca Juga: Siap jadi Destinasi Malam Hari, Pemkot Kebut Penataan Ulang Kebun Binatang Surabaya

"Yang perlu diperhatikan adalah intensitasnya. Kalau nyeri dada yang berubah dengan perubahan posisi tubuh, biasanya bukan berasal dari jantung," ujar dr. Pita kepada wartawan, Selasa (9/6).

Menurutnya, keluhan yang membaik atau memburuk saat seseorang mengubah posisi duduk, berdiri, atau berbaring umumnya lebih sering berkaitan dengan masalah otot atau kondisi lain di luar jantung.

Nyeri Semakin Sering dan Intens Harus Diwaspadai

Baca Juga: DPR Sahkan RUU Polri jadi UU, Batas Usia Pensiun Kapolri Bertambah jadi 61 Tahun

Sebaliknya, masyarakat perlu lebih waspada apabila nyeri dada muncul berulang dengan frekuensi yang semakin sering dan intensitas yang semakin berat.

"Kalau makin lama intensitasnya semakin sering, semakin berat, dan disertai keluhan lain, itu yang harus kita waspadai," jelas dr. Pita.

Keluhan tambahan yang dapat menyertai antara lain sesak napas, keringat dingin, tubuh terasa lemas, hingga rasa tidak nyaman yang menjalar ke lengan, bahu, leher, atau rahang.

Menurutnya, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan aliran darah ke jantung yang memerlukan pemeriksaan medis segera.

Jangan Panik, Segera Cari Pertolongan Medis

Apabila seseorang mengalami nyeri dada yang dicurigai berkaitan dengan masalah jantung, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menjaga pasien tetap tenang.

"Kalau ada teman atau keluarga mengeluh nyeri dada atau sesak napas, yang pasti awal yang bisa kita lakukan adalah membuat orang itu tenang. Kalau dia cemas atau panik, justru bisa memperberat kondisinya," jelas dr. Febtusia.

Ia menyarankan agar pakaian yang ketat dilonggarkan dan pasien dibuat senyaman mungkin. Jika tersedia oksigen dan alat pengukur tekanan darah, keduanya dapat digunakan sambil menunggu bantuan medis.

Baca Juga: 4 Zodiak yang Akhirnya Menemukan Pintu Kelimpahan pada 9 Juni 2026, Peluang Baik Datang Bertubi-Tubi

Meski demikian, dr. Febtusia menegaskan bahwa pertolongan pertama tersebut tidak menggantikan penanganan medis di rumah sakit.

"Yang paling penting adalah segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan terdekat atau IGD untuk dilakukan monitoring dan penanganan lebih lanjut," katanya.

Menurutnya, semakin cepat pasien dengan gejala yang mengarah pada gangguan jantung mendapatkan pertolongan medis, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi serius seperti serangan jantung.

EDITOR: Bintang Pradewo