JawaPos.com - Serangan jantung seringkali membuat nyawa seseorang melayang dalam sesaat. Oleh karena itu, langkah pertama saat seseorang mengalami nyeri dada atau sesak napas yang diduga berkaitan dengan gangguan jantung perlu segera dilakukan.
Langkah pertama yang perlu dilakukan bukanlah panik, melainkan membuat pasien tetap tenang sambil segera mempersiapkan rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr. Febtusia Puspitasari, Sp.JP, FIHA, FASCC, mengatakan kepanikan justru dapat memperburuk kondisi pasien karena meningkatkan beban kerja jantung.
"Kalau misalnya ada teman kita mengeluh nyeri dada atau sesak napas, yang pasti awal yang bisa kita lakukan adalah membuat orang itu tenang. Kalau orang itu cemas atau grasak-grusuk, malah bisa memperberat kondisinya," ujarnya kepada wartawan, Selasa (9/6).
Menurutnya, setelah pasien dibuat tenang, orang di sekitar dapat membantu membuat posisi pasien senyaman mungkin. Misalnya dengan melonggarkan dasi, kerah baju, atau pakaian yang terasa ketat agar pasien lebih mudah bernapas.
"Yang pasti adalah membuat orang itu nyaman dulu. Misalnya dia memakai dasi atau pakaian yang ketat, kita longgarkan supaya dia lebih nyaman," katanya.
Berikan Oksigen Jika Tersedia
Selain itu, dr. Pita menjelaskan bahwa apabila tersedia tabung oksigen, hal itu dapat diberikan sambil menunggu pasien mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
"Kalau kita punya oksigen, bisa diberikan. Oksigen merupakan salah satu cara yang dapat membantu secara cepat sambil menunggu penanganan lebih lanjut," tuturnya.
Selain itu, apabila tersedia alat pengukur tekanan darah, keluarga atau orang terdekat juga dapat memeriksa tekanan darah pasien sebagai informasi awal yang nantinya berguna bagi tenaga medis.
"Kemudian kalau punya alat tensi, langsung diukur tekanan darahnya sambil persiapan dibawa ke IGD," kata dr. Pita.
Jangan Tunda ke Fasilitas Kesehatan
Meski sejumlah langkah pertolongan awal dapat dilakukan di rumah atau lokasi kejadian, dr. Pita menegaskan bahwa pasien tetap harus segera dibawa ke rumah sakit atau instalasi gawat darurat (IGD).
Menurutnya, fasilitas kesehatan memiliki peralatan dan tenaga medis yang diperlukan untuk memantau kondisi pasien serta memastikan apakah nyeri dada yang dialami berkaitan dengan serangan jantung atau gangguan lainnya.
"Yang paling penting dan paling cepat adalah membawa pasien ke fasilitas kesehatan terdekat untuk dilakukan monitoring dan penanganan lebih lanjut," tegasnya.
Baca Juga: Dokter Ungkap Bahaya Biarkan Angin Duduk, Bisa Sebabkan Serangan Jantung
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan apabila muncul gejala seperti nyeri dada, sesak napas, keringat dingin, atau rasa tidak nyaman yang menjalar ke lengan dan rahan. Sebab, kondisi tersebut dapat menjadi tanda gangguan jantung yang membutuhkan penanganan segera. (*)