← Beranda
Jangan Tunggu Mata Minus Parah, Ini 7 Cara Menjaga Kesehatan Mata Anak dan Dewasa sejak Dini
Rian AlfiantoJumat, 5 Juni 2026 | 04.43 WIB
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan mata sejak dini. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Gangguan penglihatan sering kali berkembang tanpa disadari. Banyak orang baru memeriksakan kesehatan mata ketika penglihatan sudah kabur, sulit membaca tulisan di papan, atau mengalami sakit kepala saat belajar dan bekerja.

Padahal, pemeriksaan mata secara rutin menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah gangguan penglihatan semakin parah. Kasus rabun jauh atau mata minus yang terus bertambah masih menjadi masalah yang banyak ditemukan, terutama pada anak usia sekolah.

Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kenyamanan melihat, tetapi juga dapat berdampak pada proses belajar, produktivitas, hingga kualitas hidup seseorang dalam jangka panjang.

Baca Juga: Jarang Diketahui, Ini 5 Manfaat Keju bagi Tumbuh Kembang Anak

Lalu, bagaimana cara menjaga kesehatan mata agar tetap optimal? Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan sejak dini.

1. Periksakan kesehatan mata secara rutin

Pemeriksaan mata berkala membantu mendeteksi gangguan penglihatan lebih awal. Banyak kasus mata minus yang tidak terdeteksi karena anak maupun orang dewasa merasa masih dapat beraktivitas normal. Padahal, ukuran kacamata yang sudah tidak sesuai dapat memperburuk kenyamanan dan kemampuan melihat.

2. Batasi penggunaan gadget secara berlebihan

Paparan layar dalam waktu lama dapat menyebabkan mata lelah, kering, dan sulit fokus. Terapkan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit melihat layar, alihkan pandangan ke objek sejauh sekitar 20 kaki selama 20 detik untuk membantu mengurangi ketegangan mata.

Baca Juga: Pentingnya Pemenuhan Lemak saat MPASI, Ada Hubungannya dengan Otak

3. Pastikan pencahayaan cukup saat belajar dan bekerja

Membaca atau menatap layar di ruangan yang terlalu gelap membuat mata bekerja lebih keras. Gunakan pencahayaan yang cukup dan posisikan sumber cahaya agar tidak memantulkan silau ke layar atau buku yang sedang dibaca.

4. Konsumsi makanan yang baik untuk kesehatan mata

Asupan nutrisi seperti vitamin A, vitamin C, vitamin E, lutein, dan omega-3 berperan dalam menjaga fungsi penglihatan. Nutrisi tersebut dapat diperoleh dari sayuran hijau, wortel, ikan, telur, dan buah-buahan.

5. Perbanyak aktivitas di luar ruangan

Sejumlah penelitian menunjukkan aktivitas luar ruangan dapat membantu mengurangi risiko perkembangan rabun jauh pada anak. Paparan cahaya alami dan aktivitas fisik juga baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

6. Gunakan kacamata sesuai ukuran yang direkomendasikan

Masih banyak orang yang tetap menggunakan kacamata lama meski kondisi matanya telah berubah. Padahal, ukuran lensa yang tidak sesuai dapat membuat mata cepat lelah dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

7. Kenali tanda-tanda gangguan penglihatan sejak dini

Sering menyipitkan mata, duduk terlalu dekat dengan televisi, kesulitan membaca tulisan dari jauh, hingga mengeluhkan sakit kepala berulang bisa menjadi tanda adanya gangguan penglihatan yang perlu segera diperiksakan.

Pentingnya pemeriksaan mata rutin kembali terlihat dari kegiatan pemeriksaan kesehatan mata yang digelar PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) bertajuk CAKRA (Cek Kesehatan untuk Rakyat) di Jakarta, Kamis (4/6). Program tersebut memberikan layanan pemeriksaan kesehatan mata dan pembagian kacamata gratis kepada 300 penerima manfaat yang berasal dari sejumlah sekolah dan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Baca Juga: Segudang Manfaat Acai Bowl, Kuliner Sehat dari Berry Asli Hutan Amazon yang Ampuh Menjaga Kesehatan Jantung

Dari hasil pemeriksaan ditemukan sejumlah kasus yang cukup memprihatinkan. Salah satu siswa diketahui memiliki tingkat rabun jauh hingga minus 17. Selain itu, terdapat peserta yang mengalami gangguan penglihatan pada salah satu mata, serta siswa yang selama ini masih menggunakan kacamata minus 1 padahal setelah diperiksa kondisi matanya telah berkembang menjadi minus.

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan, temuan tersebut menunjukkan masih banyak anak yang mengalami gangguan penglihatan namun belum memperoleh penanganan yang memadai.

“Dari hasil pemeriksaan hari ini, kami melihat masih banyak anak yang mengalami gangguan penglihatan cukup serius namun belum mendapatkan penanganan yang memadai karena keterbatasan biaya. Kondisi ini tentu dapat memengaruhi proses belajar dan kualitas hidup mereka. Karena itu, kami berharap bantuan kacamata yang diberikan dapat membantu mereka belajar dengan lebih nyaman dan percaya diri,” ujar Fajriyah.

Menurut Fajriyah, akses terhadap layanan kesehatan yang memadai, termasuk kesehatan mata, memiliki peran penting dalam mendukung proses belajar, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga: Kenali Perbedaan Nyeri Payudara Biasa karena Menyusui dengan Mastitis: Gejala dan Penanganannya

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah