JawaPos.com – Upaya meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Selain persoalan akses terhadap pangan bergizi, rendahnya literasi nutrisi di kalangan anak-anak dan keluarga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pola konsumsi sehari-hari.
Berbagai studi menunjukkan bahwa pembentukan kebiasaan makan sehat perlu dilakukan sejak usia dini. Sekolah pun semakin dipandang sebagai ruang strategis untuk mengenalkan pemahaman tentang gizi seimbang, termasuk pentingnya mengonsumsi sumber protein, kalsium, dan vitamin yang mendukung tumbuh kembang anak.
Salah satu indikatornya terlihat dari pola konsumsi produk olahan susu. Berdasarkan data Nielsen 2024, mayoritas konsumen Indonesia masih mengonsumsi keju hanya satu hingga dua kali dalam sepekan. Kondisi ini menunjukkan masih perlunya peningkatan literasi masyarakat mengenai manfaat keju sebagai bagian dari pola makan sehat dan seimbang.
Baca Juga: Studi Terbaru: Konsumsi Keju Tingkatkan Risiko Kanker Payudara
Berbagai penelitian internasional menunjukkan keju bukan sekadar pelengkap makanan, tetapi juga sumber nutrisi penting bagi tumbuh kembang anak. Keju mengandung protein, kalsium, fosfor, vitamin B12, serta sejumlah vitamin dan mineral lain yang dibutuhkan tubuh.
Setidaknya terdapat lima manfaat utama keju yang kerap dikaitkan dengan kesehatan anak.
Pertama, dilansir dari Medical News Today, keju diyakini bisa membantu pembentukan dan pemeliharaan tulang yang kuat berkat kandungan kalsium, fosfor, protein, dan vitamin D yang berperan penting dalam kesehatan tulang.
Kedua, Cleveland Clinic menulis bahwa keju bisa mendukung pertumbuhan otot dan jaringan tubuh melalui kandungan protein berkualitas tinggi yang mengandung asam amino esensial.
Ketiga, membantu memenuhi kebutuhan vitamin B12. Menurut Nutrition Source, vitamin ini berperan dalam pembentukan sel darah merah, metabolisme energi, serta fungsi sistem saraf.
Keempat, membantu menjaga kesehatan gigi karena kandungan mineral di dalamnya dapat membantu melindungi gigi dari risiko kerusakan.
Kelima, menurut Healthline, sejumlah jenis keju hasil fermentasi juga mengandung bakteri baik yang berpotensi mendukung kesehatan saluran pencernaan dan sistem imun.
Baca Juga: Potato Omelette Keju ala Cafe, Sarapan Simpel yang Bikin Nagih
Di tengah kondisi tersebut, berbagai pihak mulai mengembangkan pendekatan edukasi yang lebih dekat dengan anak-anak. Bukan sekadar melalui materi pembelajaran formal, tetapi juga lewat aktivitas interaktif yang melibatkan pengalaman langsung.
Pendekatan itu terlihat dalam peringatan Hari Keju Sedunia atau World Chiz Day 2026 yang digelar PT Mulia Boga Raya. Kegiatan tersebut menjangkau lebih dari 1.000 siswa dan guru sekolah dasar di Depok, Bandung, dan Surabaya melalui berbagai aktivitas edukatif mengenai pangan dan nutrisi.
Direktur Utama PT Mulia Boga Raya Tbk, Dede Patmawidjaja, mengatakan edukasi pangan sejak usia sekolah menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang sehat dan produktif.
“Melalui momentum World Chiz Day 2026, kami ingin memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan akses terhadap edukasi pangan yang berkualitas, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan produktif,” ujarnya.
Baca Juga: Resep Bola Ayam Keju Crispy, Camilan Gurih Lumer yang Praktis Dibuat
Dalam kegiatan tersebut, siswa mengikuti sesi storytelling interaktif mengenai nutrisi dan kebiasaan makan sehat. Selain itu, peserta juga mendapatkan sarapan bergizi sebagai bagian dari pengenalan pola makan seimbang dan pentingnya konsumsi produk olahan susu.
“Kami percaya bahwa kebiasaan makan sehat dibentuk sejak dini. Melalui berbagai kegiatan edukasi ini, kami berharap anak-anak semakin memahami pentingnya nutrisi sekaligus menyadari bahwa pilihan makanan bergizi dapat hadir dalam bentuk yang praktis, terjangkau, dan mudah dinikmati setiap hari,” tutupnya.