← Beranda
Startup Bernilai Rp 249 Triliun Kembangkan Teknologi Penghancur Tumor Tanpa Bedah
Dhimas GinanjarRabu, 27 Mei 2026 | 17.41 WIB
Zhen Xu, biomedical engineer saat di Li Ka Shing Center, Kalifornia, Mei 2026. (Kyodo)

 
JawaPos.com – Pengobatan kanker tanpa operasi mulai bergerak dari laboratorium ke ruang praktik medis. Teknologi berbasis ultrasound bernama histotripsy kini dipakai untuk menghancurkan tumor tanpa sayatan.

Teknik ini dikembangkan ilmuwan biomedis Zhen Xu selama sekitar 25 tahun. Metodenya bekerja dengan menargetkan sel tumor lalu meluruhkannya, tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.

Berbeda dari prosedur kanker konvensional yang invasif, pasien tidak perlu menjalani pembedahan. Risiko efek samping dari metode agresif seperti radiasi atau panas juga diharapkan bisa ditekan.

Seperti dilansir Kyodo, Rabu (27/5), teknologi ini dikembangkan lewat startup HistoSonics yang didirikan Xu pada 2009. Tahun ini, majalah Time memasukkan perusahaan tersebut ke daftar 10 perusahaan paling berpengaruh di sektor kesehatan dan ilmu hayati.

Pada Agustus lalu, konsorsium investor memberi valuasi USD 2,25 miliar untuk perusahaan itu. Nilainya setara sekitar Rp 36,6 triliun.

Xu, ilmuwan kelahiran Tiongkok yang kini berbasis di Amerika Serikat, mengatakan motivasinya berangkat dari pengalaman nyata. Saat menempuh doktor di University of Michigan pada 2001, dia melihat bayi dengan kelainan jantung bawaan meninggal di meja operasi.

"Itu anak-anak yang sangat sakit, meninggal di meja operasi," kata Xu. Dari situ, dia mulai membayangkan prosedur medis tanpa pembedahan.

Dorongan lain datang dari pengalaman pribadi. Kedua mertuanya meninggal karena kanker, sementara suaminya merasa dirinya juga berisiko terkena penyakit yang sama.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2024 memperkirakan sekitar seperlima populasi dunia akan mengalami kanker dalam hidupnya. Beban kasus diproyeksikan terus naik seiring penuaan populasi global.

Histotripsy untuk kanker hati sudah mendapat persetujuan regulator obat Amerika Serikat (FDA) pada Oktober 2023. Setelah itu, izin juga diberikan di Inggris, Uni Emirat Arab, dan Hong Kong.

Awal Mei ini, HistoSonics mengajukan perluasan penggunaan teknologi itu untuk tumor ginjal ke otoritas kesehatan AS. Pengajuan itu didasarkan pada uji klinis terhadap 67 pasien.

Secara global, sekitar 4.000 pasien sudah menjalani terapi ini. Sekitar tiga perempatnya berasal dari Amerika Serikat.

Uji klinis untuk tumor prostat, pankreas, jaringan lemak, dan otot juga sedang berjalan. Di Hong Kong, rumah sakit Gleneagles bahkan sudah menggunakan histotripsy pada dua pasien kanker pankreas pada April lalu.

Jepang sendiri belum memberikan izin penggunaan klinis teknologi ini. Namun, Xu berharap dukungan dari otoritas kesehatan setempat bisa datang dalam waktu dekat.

Sony Group ikut bekerja sama dengan HistoSonics untuk meningkatkan kemampuan pencitraan teknologi tersebut. Targetnya membuat penghancuran tumor menjadi lebih presisi.

Xu percaya dunia medis sedang menuju era baru. "Masa depan pengobatan, termasuk kanker, pada akhirnya akan menjadi non-invasif dan semoga tidak beracun," ujarnya.

EDITOR: Dhimas Ginanjar