JawaPos.com – Ketersediaan fasilitas kesehatan seperti layanan USG di daerah masih menjadi kebutuhan penting bagi ibu hamil, terutama di wilayah pedesaan yang jauh dari rumah sakit atau pusat layanan medis di perkotaan.
Keterbatasan akses membuat banyak ibu hamil harus menempuh perjalanan cukup jauh dengan biaya tambahan hanya untuk memeriksa kondisi kandungan dan memastikan perkembangan janin berjalan normal. Karena itu, keberadaan layanan USG yang lebih dekat dengan masyarakat dinilai sangat membantu pemeriksaan kehamilan dapat dilakukan secara rutin dan terjangkau.
Kebutuhan tersebut terlihat di Desa Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, saat layanan pemeriksaan kehamilan dan USG dihadirkan melalui program Klinik Medis Bergerak yang digelar Muslim World League bersama mitra.
Dalam layanan tersebut, sebanyak 55 ibu hamil memanfaatkan pemeriksaan Antenatal Care (ANC) dan USG. Kehadiran fasilitas ini menjadi solusi sementara bagi warga yang selama ini harus pergi ke kota atau rumah sakit kabupaten untuk mendapatkan layanan serupa.
Camat Nyalindung menilai akses pemeriksaan kandungan menjadi salah satu kebutuhan mendesak bagi masyarakat di wilayahnya.
"Kehadiran layanan kesehatan gratis ini sangat membantu warga kami, terutama bagi ibu hamil yang kini bisa mendapatkan akses USG tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit kabupaten," ujarnya, Senin (25/5).
Menurutnya, persoalan akses kesehatan di daerah bukan hanya soal jarak, tetapi juga biaya yang harus ditanggung masyarakat. Hal itu dirasakan Maryam, salah satu ibu hamil yang mengikuti pemeriksaan kandungan di Nyalindung.
Ia mengaku, biasanya harus mengeluarkan biaya lebih untuk transportasi dan pemeriksaan ketika ingin melakukan USG di kota.
"Senang sekali bisa periksa kandungan dan lihat bayi saya lewat USG secara gratis. Biasanya kalau mau USG harus ke kota dan biayanya lumayan besar bagi kami," katanya.
Selain layanan untuk ibu hamil, kegiatan kesehatan tersebut juga melayani ratusan warga melalui pengobatan umum dan pemeriksaan gigi. Tingginya jumlah warga yang datang menunjukkan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan masih sangat dibutuhkan.
Baca Juga: Di Tengah Tren Mental Health, Ibu Hamil Mulai Belajar Berdamai dengan Kecemasan
Kondisi ini memperlihatkan bahwa pemerataan fasilitas kesehatan, termasuk layanan USG dan pemeriksaan kandungan, masih menjadi tantangan di sejumlah daerah sehingga masyarakat berharap layanan kesehatan yang lebih dekat dapat semakin tersedia tanpa harus bergantung pada fasilitas di perkotaan. (*)