JawaPos.com – Penggunaan kacamata dengan perlindungan sinar ultraviolet (UV) disarankan tetap dilakukan meski cuaca sedang mendung. Hal itu lantaran paparan sinar UV di Indonesia dinilai tetap dapat berdampak pada kesehatan mata dan meningkatkan risiko percepatan katarak.
Dokter Spesialis Mata JEC Eye Hospital, dr. Nina Asrini Noor, SpM mengatakan, masyarakat Indonesia yang tinggal di wilayah khatulistiwa memiliki paparan indeks UV yang tinggi hampir sepanjang waktu.
“Walaupun ada kondisi di mana nanti pada saat UV ekstrem, pasti akan lebih berisiko. Jadi, tetap tadi, UV protection tetap harus pakai. Tapi bukan berarti kalau lagi mendung, itu enggak pakai, tetap,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (20/5).
Menurutnya, penggunaan pelindung mata perlu dilakukan secara rutin, terutama saat beraktivitas di luar ruangan maupun ketika berkendara.
Paparan UV Tetap Tinggi meski Mendung
dr. Nina menjelaskan, kondisi mendung di Indonesia khususnya, bukan berarti seseorang terbebas dari paparan sinar UV. Sebab, indeks UV di negara tropis seperti Indonesia tetap tergolong tinggi.
“Jadi, kita di sini itu mau dalam keadaan seolah-olah kayaknya enggak terlalu banyak paparan matahari pun kita memang secara indeks UV-nya itu tuh tinggi,” katanya.
Oleh karena itu, ia menyarankan masyarakat menggunakan perlindungan tambahan ketika indeks UV berada pada kategori ekstrem.
“Apalagi nanti ketika memang UV indeksnya mencapai ekstrem. Itu mungkin harus double protection, artinya pakai sunglasses, terus pakai topi lagi,” jelas dr. Nina.
Paparan Matahari Bisa Mempercepat Katarak
dr. Nina menjelaskan, sinar matahari dapat membuat lensa mata mengalami perubahan lebih cepat sehingga memicu percepatan terbentuknya katarak.
“Jadi, paparan matahari itu akan membuat eh lensa mata kita menjadi mengalami perubahan lebih cepat,” katanya.
Ia menilai, kesadaran masyarakat Indonesia untuk melindungi mata saat beraktivitas di bawah sinar matahari masih tergolong rendah.
“Kalau saya perhatikan memang kecenderungan pada masyarakat kita belum terbiasa untuk menggunakan proteksi mata ketika mereka sedang beraktivitas di luar yang paparan matahari tinggi,” ujar Nina.
Tetap Gunakan Kacamata saat Berkendara
Menurut dr. Nina, paparan UV tidak hanya terjadi ketika seseorang berada langsung di bawah sinar matahari, tetapi juga saat berkendara di dalam mobil maupun motor.
Baca Juga: Kemhan Gembleng Ratusan Pegawai BUMN Hasil Rekrutmen 2025-2026 di Kodiklat TNI Selama 3 Bulan
“Karena paparan matahari itu bukan berarti kita hanya bener-bener lagi di luar kena matahari. Tapi kita sedang menyetir di dalam mobil pun itu kita terpapar sama UV,” katanya.
Karena itu, ia menyarankan penggunaan kacamata dengan filter UV atau sunglasses ketika berkendara maupun melakukan aktivitas luar ruangan.
“Gunakanlah kacamata yang memang ada UV filternya. Lagi berkendara, bawa kendaraan mobil atau kendaraan seperti motor, artinya memang kita terpapar, itu tetap gunakan sunglasses,” ujarnya.
Ia menambahkan, penggunaan perlindungan mata dapat membantu mengurangi risiko percepatan katarak.