← Beranda
Cara Optometris Bantu Anak Kooperatif saat Periksa Mata
Tazkia Royyan HikmatiarSenin, 18 Mei 2026 | 19.26 WIB
ILUSTRASI: Seorang anak sedang mengikuti proses pemeriksaan mata di optik. (AI/Gemini)

 

JawaPos.com - Pemeriksaan mata pada anak membutuhkan pendekatan berbeda dibandingkan orang dewasa. Optometris harus mampu menghadirkan rasa aman agar anak kooperatif dengan prosedur pemeriksaan.

Pediatric Optometrist dan Expert Advisor dari Centro Escolar University Manila, Philippines, Dr. Scarlet Cacayuran Salva, O.D menjelaskan bahwa anak menunjukkan respons berbeda saat pemeriksaan mata. Maka, komunikasi dan observasi jadi kunci akurasi dan ketenangan pemeriksaan berlangsung.

“Anak-anak memiliki respons yang berbeda saat menjalani pemeriksaan mata. Karena itu, optometris membutuhkan kesabaran, kemampuan observasi, serta pendekatan komunikasi yang dapat membuat anak merasa aman dan terlibat selama proses pemeriksaan," ujar Scarlet pada Senin (18/5).

"Pengalaman pemeriksaan yang positif juga dapat membantu meningkatkan akurasi evaluasi penglihatan pada anak,” sambung Dr. Scarlet.

Baca Juga: Curhat Soal Pemeriksaan Mata, Paula Verhoeven: Kalau Tahu Sejak Awal Mungkin Penglihatan Saya Lebih Terjaga

Dr. Scarlet melanjutkan, kebutuhan pemeriksaan visual anak makin berkembang dengan paparan layar digital sejak dini. Aktivitas visual harian juga makin tinggi, sehingga pemeriksaan mata anak perlu pendekatan spesifik dan menyeluruh.

Menurut dia, pemeriksaan mata anak tidak cukup hanya mengandalkan alat, tetapi harus memerhatikan psychological safety agar anak nyaman selama pemeriksaan. Pendekatan ramah anak membantu tenaga profesional pahami perkembangan visual anak secara optimal.

Senada dengan itu, Direktur Operasional Retail Optik Tunggal Doli Rosmiaty mengatakan, pemeriksaan mata anak tidak bisa memakai metode sama dengan orang dewasa. Anak butuh pendekatan komunikasi, observasi, dan metode pemeriksaan adaptif sesuai tahap perkembangan.

“Anak memiliki kebutuhan pemeriksaan visual berbeda dengan orang dewasa, sehingga pendekatan juga harus lebih spesifik. Kami ingin pastikan tim optometris paham dan mampu memberikan pengalaman pemeriksaan nyaman sekaligus tepat bagi anak,” kata Doli Rosmiaty.

Baca Juga: Jangan Sampai Lupa, Waktu Yang Tepat Pemeriksaan Mata Untuk Anak

Ia menambahkan, penguatan kompetensi SDM penting untuk jawab kebutuhan layanan mata anak yang terus berkembang. Kualitas layanan harus sejalan dengan peningkatan kemampuan tenaga profesional di bidang vision care.

“Kami melihat pembelajaran berkelanjutan bagian penting membangun standar pelayanan konsisten. Oleh karena itu, pengembangan kompetensi tim terus menjadi fokus agar kualitas layanan berkembang sesuai kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Sebagai bagian penguatan layanan pediatric vision care, Optik Tunggal Mei 2026 menggelar pelatihan melibatkan sekitar 40 optometris dari berbagai store di Indonesia. Pelatihan mencakup pediatric handling, komunikasi dengan anak, pendekatan pemeriksaan visual anak, dan awareness perkembangan visual anak di era digital dibimbing Dr. Scarlet.

EDITOR: Ilham Safutra