JawaPos.com - Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental (Mental Health) kini semakin meningkat, termasuk dalam masa kehamilan. Jika selama ini perhatian lebih banyak tertuju pada pemenuhan nutrisi dan kesehatan fisik ibu hamil, kondisi emosional dan mental kini mulai dipahami memiliki pengaruh besar terhadap kualitas kehamilan hingga perkembangan bayi dalam kandungan.
Meditasi mulai dipandang sebagai salah satu pendekatan yang membantu ibu hamil menemukan ketenangan, mengurangi kecemasan, meningkatkan rasa percaya diri menjelang persalinan, serta membangun koneksi batin yang lebih dalam dengan bayi yang dikandung.
Hal itu terlihat dalam kegiatan TATA HATI, Meditasi Khusus Ibu Hamil, yang digelar Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali dan tercatat di Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai aksi meditasi kesehatan mental (Mental Health) ibu hamil dengan peserta terbanyak di Indonesia.
Baca Juga: Tips Penting Melatih Kekuatan Lansia Agar Tetap Sehat
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid dari Harris Hotel & Conventions Denpasar, Bali, Sabtu (16/5), diikuti 1.305 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Sebanyak 111 peserta hadir langsung di lokasi, sementara ratusan lainnya mengikuti kegiatan melalui 303 titik Zoom dan nonton bersama di berbagai fasilitas kesehatan serta jaringan SOUL Center.
Dalam sesi meditasi, Bunda Arsaningsih membahas pentingnya menjaga kesehatan mental ibu hamil. Sebab, kondisi emosional seorang ibu dinilai sangat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam kandungan.
Menurut dia, proses pertumbuhan manusia dimulai sejak berada di dalam kandungan dan seorang ibu menjadi sosok yang paling besar menopang proses tersebut, baik secara fisik maupun mental. Perubahan hormonal selama kehamilan juga dinilai dapat memengaruhi kondisi emosional ibu, mulai dari rasa takut, cemas, sedih, hingga tekanan menjelang persalinan.
Baca Juga: Waspada Hantavirus, Pakar UNAIR Ungkap Cara Penularan dari Tikus yang Jarang Disadari
Dalam sesi meditasi tersebut, para peserta diajak untuk mengenali emosinya, melepaskan rasa takut dan kecemasan, membangun komunikasi batin dengan bayi dalam kandungan, serta menghadirkan afirmasi positif dan rasa cinta kepada janin.
Arsaningsih meyakini bahwa kualitas karakter anak mulai dibentuk sejak dalam kandungan. Masa kehamilan selama sembilan bulan menjadi fase penting dalam membentuk rasa aman, kasih sayang, dan kualitas emosi anak di masa depan.
”Dari seorang ibu yang bahagia akan terlahir jiwa-jiwa yang bercahaya,” ujar Bunda Arsaningsih.
Pendekatan holistik dalam Tata Hati dikembangkan dari metode Senam dan Meditasi Yophytta Maternal karya Bunda Arsaningsih yang telah diteliti secara ilmiah oleh Prof. Dr. Budi Santoso, dr., SpOG(K).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah mengikuti program secara rutin selama satu bulan: 75 persen responden mencapai tingkat kecemasan normal. Sebabyak 91,67 persen responden memiliki kadar kortisol normal.
Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa metode Yophytta efektif membantu menurunkan kecemasan ibu menjelang persalinan. Secara medis, hormon stres atau kortisol yang tinggi pada ibu hamil diketahui dapat memengaruhi perkembangan janin, termasuk perkembangan saraf dan daya tahan tubuh anak setelah lahir.
Baca Juga: Vinski Tower & Celltech Stem Cell Centre Masuk Top 10 One Stop Stem Cell Center Dunia
Meditasi dipandang sebagai pendekatan pelengkap yang membantu menciptakan kondisi emosional dan spiritual yang lebih sehat bagi ibu dan bayi. Ketua Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) Adek Dharana menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental ibu hamil sebagai gerbang pertama pembentukan generasi masa depan.
”Saya menyambut kehadiran jiwa-jiwa mulia yang hari ini tengah mengemban amanah suci kehidupan. Kehadiran ibu-ibu di sini, baik secara fisik maupun melalui Zoom, adalah bukti kesadaran akan pentingnya menjaga gerbang pertama peradaban,” ujar Adek Dharana.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Ikatan Bidan Indonesia (IBI) atas kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan tersebut.
Baca Juga: Dokter Spesialis Kardiovaskular Kembangkan Terapi Sel Punca untuk Pemulihan Pasien Penyakit Jantung
”Kolaborasi Yayasan Cahaya Cinta Kasih bersama IBI dalam rangka HUT IBI ke-75 dan Hari Bidan Internasional merupakan sinergi antara sains medis dan pemulihan batin. Bidan menjaga raga, dan kita di sini bersama-sama menjaga jiwa,” kata Adek Dharana.
Senior Manager MURI, Triyono, mengatakan kegiatan ini menjadi gerakan unik dan luar biasa dalam mendukung kesehatan mental ibu hamil di Indonesia.
”MURI berharap kegiatan ini terus berlanjut dari tahun ke tahun dan membantu menjaga kesehatan mental ibu-ibu hamil di Indonesia agar terlahir anak-anak dengan jiwa yang bercahaya, baik secara jasmani maupun mental,” ujar Triyono.
Baca Juga: 10 Manfaat Tertawa bagi Kesehatan Anda, dari Kurangi Stres hingga Perbaiki Suasana Hati