← Beranda
Kenali Gejala Malaria Knowlesi, Bisa Sebabkan Demam hingga Gagal Ginjal
Tazkia Royyan HikmatiarKamis, 14 Mei 2026 | 22.25 WIB
Ilustrasi Demam (Dok. freepik.com)

JawaPos.com – Gejala malaria knowlesi disebut sulit dibedakan dengan jenis malaria lainnya. Namun, penyakit zoonosis yang ditularkan dari monyet melalui nyamuk ke manusia ini dapat berkembang cepat menjadi kondisi berat seperti gagal ginjal apabila tidak segera ditangani.

Dokter dari Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, dr. Inke Nadia Diniyanti Lubis mengatakan, gejala awal malaria knowlesi umumnya berupa demam dengan pola naik turun setiap 24 jam.

“Gejalanya tidak bisa dibedakan dengan jenis malaria yang lain. Jadi sama, bisa demam, biasanya siklus harian. Setiap 24 jam dia naik, lalu paginya turun, malam meningkat lagi,” ujar dr. Inke dalam pemaparannya kepada wartawan, Kamis (14/5).

Baca Juga: Di Sidang PBB, Menhut Raja Juli Singgung Pembentukan Satgas Pembiayaan Inovatif 

Hingga sejauh ini, ia mengatakan bahwa tak ada perbedaan gejala yang mencolok antara anak dan dewasa. Hanya saja, gejala bisa lebih parah bila terjadi pada ibu hamil.

Demam, Menggigil hingga Nyeri Otot Jadi Gejala Awal

Selain demam, penderita malaria knowlesi juga dapat mengalami menggigil, berkeringat, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, tubuh lemas, hingga mual dan muntah.

Dalam beberapa kasus, dr. Inke menyebut bahwa penderita malaria knowlesi juga bisa mengalami batuk maupun nyeri perut sehingga gejalanya kerap menyerupai infeksi lain.

Menurut dr Inke, masyarakat perlu waspada apabila mengalami gejala tersebut setelah beraktivitas di kawasan hutan, perkebunan, atau daerah yang berisiko menjadi habitat nyamuk penular malaria knowlesi.

Malaria Knowlesi Bisa Cepat Menjadi Berat

dr. Inke menjelaskan, parasit Plasmodium knowlesi memiliki siklus hidup yang cepat sehingga jumlah parasit di dalam tubuh dapat meningkat dalam waktu singkat.

Kondisi ini menyebabkan infeksi malaria knowlesi berisiko berkembang menjadi malaria berat apabila terlambat dikenali dan ditangani.

“Nah, karena siklus hidupnya sangat cepat, maka dia dengan cepat dapat menambah jumlah parasit di dalam tubuh sehingga infeksi bisa dengan cepat menjadi berat,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, tanda malaria knowlesi yang sudah berkembang menjadi berat antara lain trombosit turun drastis, sesak napas, hingga gangguan organ.

Pasien juga dapat mengalami gagal ginjal, tubuh menjadi kuning, penurunan kesadaran, bahkan syok.

Karena itu, dr. Inke mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala malaria, terutama setelah bepergian atau bekerja di wilayah yang dekat dengan kawasan hutan.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah