JawaPos.com-Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) Prof. drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengatakan, penularan hantavirus antar-manusia tidak akan terjadi secara masif seperti Covid-19 yang membuat pandemi global. Diketahui hantavirus strain Andes yang teridentifikasi di Kapal MV Hondius memiliki kemampuan menular antarmanusia.
“Penularan tidak akan semasif seperti Covid,” kata Prof. Wiku kepada JawaPos.com, Kamis (7/5).
Ia menjelaskan, hantavirus strain Andes memang memiliki catatan penularan antar-manusia, namun kasusnya sangat rendah dan membutuhkan kontak erat secara intensif.
“Penularan antarmanusia bisa terjadi apabila benar-benar terjadi kontak erat misalnya berbagi tempat tidur dan makanan serta betul-betul kontak fisik,” tuturnya.
Kasus hantavirus terbaru dilaporkan terjadi di kapal pesiar MV Hondius. Berdasarkan informasi yang diterima, tiga orang meninggal dunia terdiri atas dua warga negara Belanda dan satu warga negara Jerman.
Semua Jenis Tikus Bisa Jadi Sumber Penularan
Prof. Wiku mengatakan, semua jenis tikus berpotensi menjadi penyebab penyebaran hantavirus. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan tikus maupun bekas aktivitasnya.
“Semua jenis tikus bisa menjadi penyebab penyebaran,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat menghindari kontak langsung maupun tidak langsung dengan tikus, termasuk urin, kotoran, dan makanan yang sudah terkontaminasi.
“Hindari kontak langsung atau tidak langsung dengan tikus. Bersihkan lingkungan dari urin, kotoran tikus dan bekas makanan yang bersentuhan dengan tikus,” tutur Wiku.
Menurutnya, menjaga kebersihan rumah dan tempat kerja serta memastikan makanan dan minuman tetap higienis menjadi langkah penting mencegah penularan.
Masa Inkubasi Disebut capai 45 Hari
Di sisi lain, Prof. Wiku menyebut hantavirus memiliki masa inkubasi cukup panjang hingga 45 hari. Karena itu, observasi terhadap penumpang lain di kapal pesiar HV Hondius masih diperlukan untuk memastikan tidak ada penularan lanjutan.
“Masa inkubasinya 45 hari. Perlu waktu cukup lama untuk observasi apakah penumpang lainnya yang sehat dan tidak menunjukkan gejala sakit benar-benar dapat dipastikan tidak tertular,” ujarnya.
Respons Kemenkes
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan Kementerian Kesehatan telah berkoordinasi dengan WHO guna memperkuat skrining hantavirus menyusul viralnya kasus di kapal pesiar tersebut.
“Memang itu masih terkonsentrasi di kapal itu. Jadi belum menyebar ke mana-mana. Yang kita lakukan kita mempersiapkan agar screeningnya kita punya,” kata Budi kepada wartawan.
Baca Juga: Hantavirus sudah Sampai Singapura, Dua Warga Diisolasi usai Naik Kapal Pesiar MV Hondius
Baca Juga: Swiss Konfirmasi Kasus Hantavirus, Dibawa Penumpang Kapal Pesiar Mewah MV Hondius
Ia menjelaskan, pemerintah tengah mempersiapkan alat skrining dalam bentuk rapid test maupun reagen untuk pemeriksaan PCR. Namun untuk saat ini, fokus utama pemerintah masih pada penguatan surveilans. (*)