JawaPos.com - Raksasa farmasi global, Bayer AG, memasang target ambisius hingga 2030 dengan mengandalkan kecerdasan buatan (AI) dan pengembangan obat presisi.
Lewat strategi terbaru yang dipaparkan di Bayer Pharma Media Day 2026, perusahaan optimistis kembali mencetak pertumbuhan signifikan dan mendorong margin bisnis hingga 30 persen.
Stefan Oelrich, Anggota Dewan Manajemen Bayer AG sekaligus Presiden Divisi Farmasi, menegaskan bahwa hasil strategi transformasi ini sudah mulai terlihat nyata.
"Dengan fokus yang tak terjoyahkan pada prioritas strategis dan ketelitian ilmiah, kami mulai melihat hasil dari strategi transformasi yang kami jalankan untuk mendorong pertumbuhan," kata Stefan dikutip Sabtu (11/4).
Inovasi Obat Kanker dan Terapi Genetik
Salah satu pilar utama Bayer adalah pengembangan obat presisi, khususnya di bidang onkologi (kanker). Bayer tengah mengembangkan terapi oral yang mampu menyerang pemicu penyakit yang sebelumnya dianggap sulit diobati (undruggable).
Selain itu, melalui platform AskBio, Bayer fokus pada terapi sel dan gen. Pendekatan pengobatan regeneratif ini diharapkan mampu menggantikan sel yang rusak secara permanen, memberikan harapan baru bagi pasien penyakit langka maupun penyakit umum.
Christine Roth, Executive Vice President Bayer, menekankan pentingnya kualitas inovasi bagi pasien.
"Keputusan-keputusan berani yang kami ambil dalam beberapa tahun terakhir, didukung oleh tim yang mumpuni, dan telah terbukti mempercepat inovasi dan menghadirkan dampak nyata bagi pasien maupun bagi Bayer," ujar Christine.
Revolusi AI: Percepat Penemuan Obat hingga 40 Persen
Bayer tidak main-main dalam mengadopsi teknologi. Ambisi besarnya adalah meningkatkan produktivitas riset dan pengembangan (R&D) hingga 40 persen pada tahun 2030 dengan bantuan AI.
Integrasi AI ini digunakan untuk memaksimalkan portofolio biologis internal, memvalidasi model data pasien yang telah dianonimkan dan mempercepat penemuan obat melalui kemitraan strategis global (Vanderbilt, FinnGen, PRECISE, dan Cradle).
Dengan dukungan AI, Bayer dapat mempersingkat lini masa pengembangan molekul berkualitas tinggi sehingga obat-obatan baru bisa sampai ke tangan pasien dengan lebih cepat dan presisi.