← Beranda
10 Fobia Aneh di Dunia: Dari Takut Kata-kata Panjang Sampai Takut Selai Kacang Nempel di Mulut!
Banu AdikaraJumat, 10 April 2026 | 23.56 WIB
Ilustrasi mengalami fobia (Freepik)

 

JawaPos.com – Fobia, secara umum, biasanya identik dengan ketakutan yang dianggap lumrah. Takut dengan ketinggian, ruang sempit, kegelapan dan serangga adalah contoh fobia yang paling sering ditemui.

Namun dalam kajian psikologi, fobia bisa muncul dalam bentuk yang sangat spesifik dan terkadang terdengar aneh. Meski terdengar unik, para ilmuwan menegaskan bahwa fobia tetap merupakan bagian dari gangguan kecemasan yang nyata, bahkan bisa berdampak serius pada perilaku serta kualitas hidup pengidapnya.

Secara ilmiah, fobia-fobia aneh ini dikategorikan dalam Fobia Spesifik, yaitu ketakutan berlebihan terhadap objek atau situasi tertentu yang sebenarnya tidak berbahaya dan sangat lekat dengan kehidupan sehari-hari.

Kondisi ini biasanya terbentuk dari pengalaman traumatis, proses belajar sejak kecil, atau respons otak terhadap rasa takut yang tersimpan di sistem saraf.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut 10 fobia paling aneh di dunia beserta penjelasan ilmiahnya:

Baca Juga: Joko Anwar Beberkan Pergulatannya dengan Trypophobia Akut dalam Film 'Ghost in the Cell'

1. Hippopotomonstrosesquipedaliophobia (Takut Kata Panjang)

Fobia ini adalah ketakutan terhadap kata-kata panjang dan rumit. Secara ilmiah, kondisi ini berkaitan dengan kecemasan linguistik dan rasa malu saat harus membaca atau berbicara di depan umum. Otak mengasosiasikan kata panjang dengan potensi kesalahan dan rasa cemas. Penderitanya bukan takut dengan rangkaian hurufnya, namun takut pada kesalahan membacanya.

2. Nomophobia (Takut Kehilangan Ponsel)

Nomophobia berasal dari no mobile phone phobia. Fenomena ini sering dikaitkan dengan ketergantungan digital dan sistem dopamin di otak yang terbiasa dengan notifikasi dan konektivitas.

Penelitian modern menyebutkan bahwa otak memperlakukan ponsel seperti alat keamanan sosial. Penderitanya diyakini takut terputus dari dunia.

Baca Juga: Sosok Muhammad Aqil Arizal: Pelajar Jenius Juara Robotik yang Gugur Demi Karya Sains

 

3. Triskaidekaphobia (Takut Angka 13)

Angka 13 tidak hanya lekat dengan angka sial, tapi bahkan ada orang yang ketakutan dengan angka ini. Fobia terhadap angka 13 banyak dipengaruhi budaya dan sejarah Barat. Dalam kajian neuroscience yang dilakukan para peneliti, otak manusia cenderung menghindari simbol yang diasosiasikan dengan nasib buruk. Bias kognitif penderitanya menanamkan ide absolut bahwa angka 13 adalah angka sial.

4. Pogonophobia (Takut Janggut)

Pogonophobia adalah ketakutan terhadap janggut atau orang berjanggut. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wajah dengan janggut bisa dianggap lebih agresif oleh otak manusia. Hal ini juga diyakini berkaitan dengan insting bertahan hidup, di mana otak penderitanya menganggap bahwa orang berjanggut adalah orang berbahaya.

Baca Juga: 12 Pasangan Shio Paling Cocok untuk Menikah: Hubungan Harmonis, Rezeki Lancar dan Langgeng

5. Arachibutyrophobia (Takut Selai Kacang Menempel di Langit-Langit Mulut)

Fobia ini termasuk fobia spesifik yang sangat mind-blowing, namun bisa dipahami bila didalami lebih lanjut. Menurut peneliti, fobia ini biasanya muncul dari trauma. Paling masuk akal adalah adanya pengalaman tersedak atau sensasi tidak nyaman saat makan sesuatu yang mengandung selai kacang. Otak kemudian menyimpan pengalaman itu sebagai ancaman.

6. Xanthophobia (Takut Warna Kuning)

Warna kuning ternyata bisa jadi hal menyeramkan buat beberapa orang. Dalam psikologi warna, kuning memang bisa memicu kecemasan pada sebagian orang karena terlalu terang dan mencolok. Respon ini berkaitan dengan sensory overload yang memicu stres pada otak.

Baca Juga: Cha Eun Woo Klarifikasi Tuduhan Pajak, Ungkap Alasan Baru Bayar Rp 156 Miliar

7. Ablutophobia (Takut Mandi)

Fobia mandi biasanya muncul pada anak-anak atau individu dengan trauma air. Kondisi ini sering dikaitkan dengan pengalaman buruk seperti tenggelam atau pengalaman buruk lain yang melibatkan air. Dalam psikologi, ini masuk kategori behavioral conditioning.

8. Globophobia (Takut Balon)

Ketakutan terhadap balon biasanya terkait suara balon meletus yang tiba-tiba. Otak manusia secara alami sensitif terhadap suara keras mendadak. Ilmuwan menjelaskan bahwa fobia ini berkaitan dengan refleks fight-or-flight yang membuat otak memberikan sensor bahaya pada tubuh.

Baca Juga: Bantah Semua Tuduhan, Melania Trump Tegaskan Tak Pernah Punya Hubungan dengan Jeffrey Epstein

9. Alliumphobia (Takut Bawang)

Bau menyengat pada bawang ternyata bisa memicu respons tidak nyaman pada otak. Dalam sains, bau kuat memang bisa memicu reaksi emosional yang akhirnya menimbulkan rasa takut yang tidak normal.

10. Lachanophobia (Takut Sayuran)

Fobia sayuran sering terjadi pada anak-anak dan berkaitan dengan pengalaman makan yang tidak menyenangkan. Dalam psikologi perkembangan, ini disebut food aversion yang berkembang menjadi fobia.

EDITOR: Banu Adikara