JawaPos.com - Merasa kembung atau frustrasi dengan kesulitan buang air besar alias BAB?
Sembelit ditandai dengan kesulitan dalam memicu gerakan usus atau mengeluarkan feses, disertai dengan gejala seperti kembung, sakit perut, gas, rasa tidak nyaman, dan mual.
Meskipun sembelit tampak seperti ketidaknyamanan kecil yang mungkin akan sembuh seiring waktu, hal itu dapat menjadi masalah jika tidak diobati.
Bahkan sembelit dapat memengaruhi tidak hanya kesehatan fisik tetapi juga kesejahteraan mental Anda. Alhasil ini dapat menyebabkan perasaan frustrasi, iritasi, kesedihan, kegelisahan, hingga depresi.
Dilansir dari English jagran, mari simak enam alasan umum mengapa Anda berjuang dengan sembelit dan susah BAB.
Baca Juga: 9 Bahaya Menahan BAB Terlalu Sering, Mulai dari Picu Sembelit hingga Risiko Kanker Usus
1. Penyakit tiroid dan diabetes
Kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme) dapat mengganggu pergerakan usus dengan memperlambat metabolisme.
Hal ini dapat memengaruhi bagaimana makanan dan sisa makanan bergerak melalui sistem pencernaan sehingga menyebabkan sembelit.
Demikian pula, diabetes dapat memengaruhi pencernaan dan memicu masalah serupa.
2. Menahannya
Menunda atau menekan keinginan untuk buang air besar dapat mengganggu refleks alami tubuh Anda.
Seiring waktu, kebiasaan ini dapat melemahkan fungsi usus dan menyebabkan sembelit kronis.
Penting untuk mendengarkan tubuh dan jangan menunda BAB.
3. Kurang minum air putih
Dehidrasi merupakan penyebab utama sembelit. Air sangat penting untuk melunakkan tinja sehingga lebih mudah dikeluarkan.
Kekurangan air dapat menyebabkan tinja mengeras, ini menyulitkan buang air besar.
Jaga tubuh tetap terhidrasi dengan minum air putih yang cukup setiap hari.
4. Hamil
Perubahan hormonal dan pembesaran rahim selama kehamilan dapat memberi tekanan pada usus, memperlambat pencernaan.
Hal ini membuat tubuh lebih sulit untuk membuang sisa makanan.
Meskipun sembelit selama kehamilan adalah hal yang umum, hal ini tidak boleh diabaikan.
5. Kondisi kronis
Kondisi seperti Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS) dapat secara signifikan memengaruhi pergerakan sisa makanan melalui usus.
IBS sering menyebabkan kembung dan episode sembelit. Penanganan IBS yang tepat dapat bantu meringankan gejala-gejala ini.
6. Terlalu stres
Stres memengaruhi sistem saraf dan dapat memperlambat pencernaan.
Kecemasan dan tekanan mental dapat mempersulit pergerakan sisa makanan melalui usus.
Menerapkan teknik manajemen stres, seperti mindfulness atau relaksasi dapat bantu mengatur pencernaan dan meringankan sembelit.
Baca Juga: Tips Sehat dan Hindari Penyakit Pasca Lebaran, Waspada Sembelit!