← Beranda
Glaukoma Bisa Menyerang di Usia 20-30 Tahun, Dokter Spesialis Mata Ungkap Peringatan Dini
Vindi Rayinda AyudyaMinggu, 29 Maret 2026 | 22.35 WIB
Ilustrasi memeriksakan kesehatan mata (Pexels/Ksenia Chernaya)

 

JawaPos.com - Glaukoma selama ini identik dengan penyakit mata yang diyakini hanya akan menyerang pada orang-orang lanjut usia. 

Namun, anggapan tersebut kini mulai bergeser. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus glaukoma pada usia muda, khususnya rentang 20-30 tahun, mulai menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. 

Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius, terutama karena banyak anak muda yang tidak menyadari bahwa mereka berisiko mengalami gangguan penglihatan permanen akibat penyakit ini.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari Hindustan Times, yang mengulas penjelasan dokter spesialis mata mengenai fenomena glaukoma usia muda serta tanda-tanda awal yang sering diabaikan.

Dr. Sandhya ES, Konsultan Oftalmolog, berbagi dengan HT Lifestyle tentang bagaimana glaukoma dini dapat memengaruhi orang dewasa muda dan tanda-tanda apa yang perlu diperhatikan.

“Biasanya, glaukoma menyerang individu setelah usia 40–50 tahun, tetapi dapat terjadi jauh lebih awal, bahkan pada orang dewasa muda,” kata Dr. Sandhya. 

Glaukoma dini atau glaukoma juvenil memiliki tanda dan gejala yang mirip dengan glaukoma dewasa. 

Namun, Dr. Sandhya menjelaskan, “Glaukoma juvenil dapat lebih mengancam penglihatan karena penyakit ini dimulai sejak dini, yang berarti saraf optik membutuhkan perlindungan dalam jangka waktu yang jauh lebih lama. ”

“Sekitar 10 hingga 33 persen penderita glaukoma sudut terbuka juvenil membawa mutasi pada gen MYOC,” lanjutnya. 

“Gen ini menghasilkan protein yang disebut miocilin, dan protein yang rusak dapat merusak sel, mengurangi aliran cairan keluar dari mata, meningkatkan tekanan intraokular, dan memicu gejala glaukoma. ” 

Ia kembali menekankan, “Jika glaukoma ada dalam riwayat keluarga, anak-anak tidak boleh menunda pemeriksaan hingga usia yang lebih lanjut.”

Apa Itu Glaukoma dan Mengapa Berbahaya?

Glaukoma adalah kelompok penyakit mata yang menyebabkan kerusakan pada saraf optik, yaitu bagian penting yang menghubungkan mata dengan otak. 

Kerusakan ini biasanya disebabkan oleh tekanan bola mata yang terlalu tinggi, meskipun dalam beberapa kasus dapat terjadi tanpa peningkatan tekanan yang signifikan.

Masalah utama dari glaukoma adalah sifatnya yang progresif dan sering kali tidak menunjukkan gejala di tahap awal. Itulah sebabnya glaukoma dikenal sebagai “silent thief of sight” atau pencuri penglihatan secara diam-diam.

Jika tidak ditangani dengan cepat, glaukoma dapat menyebabkan kehilangan penglihatan secara permanen, bahkan kebutaan total.

Mengapa Glaukoma Bisa Menyerang Usia 20-30 Tahun?

Banyak orang mengira glaukoma hanya menyerang lansia, tetapi kenyataannya tidak demikian. 

Menurut para ahli, ada beberapa faktor yang menyebabkan glaukoma dapat muncul di usia muda:

1. Faktor Genetik

Riwayat keluarga menjadi salah satu faktor risiko utama. Jika orang tua atau anggota keluarga memiliki glaukoma, risiko seseorang mengalaminya juga meningkat, bahkan di usia muda.

2. Penggunaan Gadget Berlebihan

Paparan layar digital dalam waktu lama dapat memicu kelelahan mata dan meningkatkan tekanan intraokular dalam kondisi tertentu. Gaya hidup modern yang tidak lepas dari smartphone dan laptop turut memperbesar risiko ini.

3. Cedera Mata

Trauma pada mata, baik akibat kecelakaan maupun aktivitas olahraga, bisa memicu glaukoma sekunder.

4. Penyakit Penyerta

Beberapa kondisi seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan pembuluh darah juga dapat meningkatkan risiko glaukoma.

5. Penggunaan Obat Tertentu

Penggunaan obat steroid dalam jangka panjang, baik dalam bentuk tetes mata maupun obat oral, dapat memicu peningkatan tekanan mata.

Jenis-Jenis Glaukoma yang Perlu Diketahui

Glaukoma tidak hanya satu jenis. Berikut beberapa tipe yang umum terjadi:

1. Glaukoma Sudut Terbuka

Jenis ini paling sering terjadi dan berkembang secara perlahan tanpa gejala jelas.

2. Glaukoma Sudut Tertutup

Kondisi ini lebih jarang, tetapi sangat berbahaya karena dapat menyebabkan peningkatan tekanan mata secara tiba-tiba.

3. Glaukoma Kongenital

Terjadi sejak lahir, biasanya disebabkan oleh kelainan perkembangan mata.

4. Glaukoma Sekunder

Disebabkan oleh kondisi lain seperti cedera, infeksi, atau penggunaan obat tertentu.

Tanda-Tanda Awal Glaukoma yang Sering Diabaikan

Salah satu alasan mengapa glaukoma berbahaya adalah karena gejalanya yang sangat halus di awal. Berikut beberapa tanda yang perlu diwaspadai:

  • Penglihatan mulai kabur secara perlahan
  • Hilangnya penglihatan tepi (peripheral vision)
  • Mata terasa berat atau tidak nyaman
  • Sakit kepala ringan yang berulang
  • Mata merah tanpa sebab jelas
  • Sensitif terhadap cahaya

Pada kasus yang lebih parah, penderita bisa mengalami:

  • Nyeri hebat pada mata
  • Mual dan muntah
  • Penglihatan seperti melihat lingkaran cahaya (halo)

Jika mengalami gejala tersebut, sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter spesialis mata.

Dampak Glaukoma Jika Tidak Ditangani

Glaukoma bukan sekadar gangguan mata biasa. Jika diabaikan, penyakit ini dapat menyebabkan:

  • Kerusakan permanen pada saraf optik
  • Penyempitan lapang pandang
  • Kehilangan penglihatan total
  • Penurunan kualitas hidup

Kemudian yang lebih mengkhawatirkan, kerusakan akibat glaukoma tidak dapat dipulihkan. 

Pengobatan hanya bertujuan untuk memperlambat atau menghentikan perkembangan penyakit.

Cara Mendeteksi Glaukoma Sejak Dini

Deteksi dini adalah kunci utama untuk mencegah kebutaan akibat glaukoma. Berikut beberapa metode pemeriksaan yang biasanya dilakukan:

1. Tonometri

Mengukur tekanan dalam bola mata.

2. Pemeriksaan Saraf Optik

Dokter akan memeriksa kondisi saraf optik untuk melihat adanya kerusakan.

3. Tes Lapang Pandang

Digunakan untuk mengetahui apakah ada bagian penglihatan yang hilang.

4. Optical Coherence Tomography (OCT)

Teknologi canggih untuk mendeteksi kerusakan saraf optik secara detail.

Pemeriksaan ini sangat dianjurkan terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko tinggi.

Cara Mencegah Glaukoma di Usia Muda

Meskipun tidak semua kasus dapat dicegah, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko:

1. Rutin Periksa Mata

Minimal satu kali dalam 1-2 tahun, terutama jika memiliki riwayat keluarga.

2. Batasi Penggunaan Gadget

Gunakan aturan 20-20-20: setiap 20 menit, istirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat objek sejauh 20 kaki.

3. Gunakan Pelindung Mata

Saat berolahraga atau bekerja di lingkungan berisiko tinggi.

4. Konsumsi Makanan Sehat

Perbanyak makanan yang kaya antioksidan seperti sayuran hijau dan buah-buahan.

5. Hindari Penggunaan Obat Sembarangan

Terutama obat yang mengandung steroid tanpa pengawasan dokter.

Pengobatan Glaukoma: Apa Saja Pilihannya?

Pengobatan glaukoma bertujuan untuk menurunkan tekanan dalam mata dan mencegah kerusakan lebih lanjut.

1. Obat Tetes Mata

Biasanya menjadi terapi awal untuk mengontrol tekanan mata.

2. Obat Oral

Digunakan jika obat tetes tidak cukup efektif.

3. Terapi Laser

Membantu meningkatkan aliran cairan dalam mata.

4. Operasi

Dilakukan pada kasus yang lebih parah atau tidak merespons pengobatan lain.

Mengapa Anak Muda Harus Lebih Waspada?

Di era digital saat ini, gaya hidup anak muda cenderung kurang ramah bagi kesehatan mata. Paparan layar, kurangnya istirahat, serta minimnya kesadaran untuk memeriksakan mata membuat glaukoma sering terlambat terdeteksi.

Padahal, semakin cepat penyakit ini diketahui, semakin besar peluang untuk mempertahankan penglihatan.

Kesadaran inilah yang perlu ditingkatkan. Jangan menunggu gejala parah muncul, karena saat itu terjadi, kerusakan mungkin sudah tidak bisa diperbaiki.

Glaukoma bukan lagi penyakit yang hanya mengintai usia lanjut. Usia 20-30 tahun pun kini berisiko mengalami kondisi serius ini. 

Dengan memahami faktor risiko, mengenali gejala sejak dini, serta rutin melakukan pemeriksaan mata, peluang untuk mencegah kebutaan akibat glaukoma bisa ditingkatkan secara signifikan.

Informasi dari Hindustan Times ini menjadi pengingat penting bahwa menjaga kesehatan mata harus dimulai sejak muda. 

Jangan abaikan tanda-tanda kecil, karena bisa jadi itu adalah peringatan dini dari kondisi yang jauh lebih serius.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti