← Beranda
5 Jenis Olahraga yang Dianjurkan Saat Puasa Ramadhan: Tetap Aktif, Sehat, dan Tidak Mudah Lelah
Lania MonicaJumat, 20 Februari 2026 | 11.22 WIB
Ilustrasi jenis olahraga yang dianjurkan saat puasa ramadan (Freepik)


JawaPos.com - Selama menjalankan ibadah puasa, tubuh tetap membutuhkan aktivitas fisik agar metabolisme terjaga dan stamina tidak menurun. Banyak orang ragu berolahraga karena takut lemas atau dehidrasi, padahal dengan memilih jenis olahraga yang tepat, aktivitas fisik justru membantu tubuh tetap bugar dan segar sepanjang Ramadhan.

Dilansir dari laman Prodia Digital, Jumat (20/2), olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang sangat dianjurkan saat berpuasa karena mampu menjaga kebugaran tanpa menguras energi secara berlebihan.

1. Jalan Cepat (Brisk Walking)

Jalan cepat merupakan olahraga paling aman dan mudah dilakukan selama Ramadhan. Aktivitas ini membantu meningkatkan daya tahan tubuh, memperkuat otot dan tulang, serta menjaga kesehatan jantung.

Disarankan melakukan jalan cepat selama 30 menit sebanyak 4–5 kali dalam seminggu untuk mendapatkan manfaat optimal tanpa membuat tubuh kelelahan.

2. Bersepeda Santai

Bersepeda dengan intensitas ringan dapat menjadi pilihan olahraga yang menyenangkan sekaligus menyehatkan. Selain membantu membakar kalori, bersepeda juga berperan dalam:

  • Menurunkan kadar kolesterol

  • Meningkatkan keseimbangan dan koordinasi tubuh

  • Mendukung kesehatan sistem kardiovaskular

Olahraga ini cocok dilakukan menjelang berbuka atau setelah berbuka puasa.

3. Yoga

Yoga menjadi alternatif olahraga yang sangat dianjurkan selama Ramadan, terutama bagi yang ingin tetap aktif tanpa aktivitas berat. Gerakan yoga membantu:

  • Mengurangi stres selama berpuasa

  • Meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan tubuh

  • Memperbaiki kualitas tidur

  • Menjaga kesehatan jantung

Yoga juga dapat dilakukan di rumah sehingga lebih praktis dan fleksibel.

4. Latihan Peregangan dan Penguatan Ringan

Latihan ringan seperti stretching, bodyweight training, atau resistance training dengan beban ringan dapat menjaga kekuatan otot tanpa menguras energi. Jenis olahraga ini membantu mempertahankan massa otot yang biasanya menurun akibat perubahan pola makan selama Ramadan.

5. Aktivitas Aerobik Intensitas Rendah

Senam ringan atau aerobik dengan durasi singkat dapat meningkatkan sirkulasi darah dan menjaga kebugaran tubuh. Pastikan intensitasnya tidak terlalu tinggi agar tubuh tidak kehilangan cairan secara berlebihan.

Meski olahraga dianjurkan saat puasa, setiap orang perlu menyesuaikannya dengan kondisi kesehatan masing-masing. Bagi individu dengan penyakit tertentu seperti diabetes atau gangguan metabolik, konsultasi dengan dokter sebelum berolahraga sangat disarankan untuk menghindari risiko seperti hipoglikemia.

EDITOR: Novia Tri Astuti