← Beranda
Makan Telur Rebus untuk Sarapan Punya 6 Manfaat Ini, Salah Satunya Dukung Penurunan Berat Badan
Rabbany WanadrianiSelasa, 25 November 2025 | 16.57 WIB
ilustrasi telur rebus. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Mengonsumsi telur rebus memiliki beberapa manfaat kesehatan bagi tubuh karena kandungan nutrisi yang kaya.

Telur rebus merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang penting untuk membangun dan memperbaiki otot.

Kolin, yang penting untuk fungsi otak dan vitamin D dapat meningkatkan kesehatan tulang.

Selain itu, telur rebus juga mengandung antioksidan seperti zeaxanthin dan lutein, yang mendukung kesehatan mata.

Baca Juga: Kuliner Malam Bandung: 3 Tempat Makan Lezat Buka Sampai Larut, Cocok Buat Nongkrong

Alhasil telur rebus dapat menjadi tambahan sehat dan mengenyangkan untuk sarapan atau camilan yang mendukung gizi seimbang dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Dilansir English jagran, berikut enam manfaat kesehatan dari mengonsumsi telur rebus untuk sarapan.

  1. Melindungi mata

Senyawa antioksidan dan antiperadangan lutein dan zeaxanthin yang ditemukan dalam telur rebus sangat penting untuk menjaga kesehatan mata.

  1. Meningkatkan kesejahteraan mental

Kaya akan kolin dan protein, telur rebus merupakan sumber energi yang sehat, terutama bermanfaat setelah sarapan.

Baca Juga: Ramalan Zodiak 25 November 2025 untuk Leo: Keuangan, Karir, Asmara hingga Kesehatan

  1. Penurunan berat badan

Telur rebus merupakan strategi penurunan berat badan yang sangat baik.

Sebab telur rebus merupakan sumber protein rendah lemak yang menyehatkan dan memuaskan rasa lapar tanpa menambahkan banyak kalori.

  1. Pasokan kolin alami

Telur rebus merupakan sumber utama kolin, telah dikaitkan dengan daya ingat dan perkembangan otak yang lebih baik.

  1. Kaya nutrisi

Telur rebus padat gizi, di mana satu butir telur rebus berukuran besar menyediakan beragam nutrisi yang baik untuk tubuh.

  1. Baik untuk tulang

Protein dan vitamin D dalam telur rebus membantu pertumbuhan dan perkembangan janin, termasuk gigi, tulang, dan struktur keseluruhannya.

EDITOR: Hanny Suwindari